Dark
Light
Dark
Light

MUI: Bersama Indonesia, China Perlu Hentikan Agresi Israel dan Setop Hegemoni Amerika

MUI: Bersama Indonesia, China Perlu Hentikan Agresi Israel dan Setop Hegemoni Amerika

Jakarta, Arina.id - Perdana Menteri China Li Qiang melakukan kunjungan ke Indonesia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 25 Mei 2025. Sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) telah ditandatangani petinggi kedua negara.

Terkait dengan kunjungan Li Qiang ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan catatan penting. Pertama, kunjungan kenegaraan tersebut sangat penting mengingat situasi global, khususnya yang terkait dengan keadaan yang semakin memburuk di Gaza sebagai akibat dari agresi militer yang membabi buta Israel yang didukung oleh Amerika. 

"Baik Israel dan Amerika sama-sama tidak peduli dan bahkan melawan hukum internasional. Persekongkolan jahat ini tidak saja menimbulkan krisis kemanusiaan akan tetapi juga mengancam stabilitas dan perdamaian global," demikian catatan MUI yang disampaikan Ketua MUI Bidang Hububgan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim.

Kedua, bersama-sama dengan Indonesia dan negara-negara lain yang telah memberikan empati dan dukungan kepada Palestina, China juga berpeluang dan memiliki pengaruh dan kekuatan untuk menghentikan kebrutalan Israel dan Amerika. Bersama Indonesia dan negara negara cinta damai dan kemanusiaan China perlu menghentikan agresi Israel; hentikan sikap hegemonik imperialistik Israel-Amerika.

Ketiga, China termasuk negara yang berpeluang menjadi pemain utama ekonomi, politik dan militer global dan cukup ditakuti Amerika. Demi kemanusiaan, perdamaian, dan keberlangsungan peradaban luhur dunia, MUI menilai peran China dan negara negara harus belajar dengan baik dari kegagalan Amerika. 

"Empat, kerja sama Indonesia-China haruslah dibingkai dengan spirit kesederajatan, perdamaian, keadilan,  kemanusiaan, kedaulatan, dan kemaslahatan dua negara dan negara-negara di dunia," tulisnya.
 
Terakhir, atas dasar itu, maka perlu ada keyakinan bahwa kerja sama Indonesia-China ini juga meliputi prinsip-prinsip penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan tentu perlindungan terhadap umat Islam di manapun di wilayah China. 

"Seiring dengan pertumbuhan gerakan Islamofobia, maka China ke depan juga perlu tampil sebagai negara yang anti-islamofobia, anti-diskriminasi dan antirasisme-rasialisme sebagaimana yang terjadi di Amerika," ujarnya. 


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo