Dark
Light
Dark
Light

Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Skor Tinggi Sejak 2015

Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Skor Tinggi Sejak 2015

Jakarta, Arina.id – Salah satu capaian diraih Kementerian Agama dalam setahun lebih Kabinet Merah Putih yaitu  Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) mencapai skor 77,89%, tertinggi sejak survei 2015.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar Refleksi Kinerja 2025 dari Kurikulum Cinta hingga Ekoteologi untuk Penanggulangan Bencana di Jakarta, Selasa (23/12/2025) malam.

"Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi dan kekayaan negara tanpa kerukunan. Alhamdulillah Pemerintah bisa ciptakan kerukunan, stabilitas ekonomi dan stabilitas politik yang luar biasa," sebut Nasaruddin.

Menag menilai umat beragama saat ini masih berjarak dengan ajaran agamanya. Padahal, dia berharap Indonesia bisa menjadi contoh di masa depan terkait umat yang dekat dengan ajaran agamanya. 

"Makin dekat umat dengan ajaran agama, pasti jauh dari kriminalitas, produktiivitas meningkat, dan kedamaian terjadi," paparnya.

Menag mengatakan yakin, agama bisa menjadi etos dan spirit yang membangkitkan semangat umat untuk membangun peradaban. 

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa capaian Kemenag ada yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. 

"Capaian kualitatif antara lain semakin meningkatnya kualitas kerukunan umat, terbukti dengan tingginya indeks KUB," jelasnya.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, kerukunan umat beragama dalam survei ini didefinisikan sebagai kondisi hubungan antarumat beragama yang toleran, dalam setara menjalankan ajaran agama, serta memiliki semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 tercatat sebesar 77,89 dan berada dalam kategori tinggi.Ini skor tertinggi dalam rentang 11 tahun terakhir,” ucap Ramdhani.

Survei ini menggunakan tiga indikator utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Toleransi berkaitan dengan sikap saling menerima dan menghormati perbedaan keyakinan. Kesetaraan mencerminkan pandangan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sementara persahabatan diartikan sebagai praktik saling bahu-membahu dan berbagi manfaat dalam kehidupan sosial.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo