Arina.id. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina meminta bantuan internasional, termasuk negara-negara di dunia dan Badan-Badan Internasional untuk segera menghentikan aksi genosida dan pemindahan paksa di Jalur Gaza, Palesina.
Berdasarkan laporan kantor berita Wafa pada Senin, 19 Mei 2025, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina meminta kepada seluruh negara di dunia dan badan-badan internasional agar segera mengambil tindakan tegas.
Hal ini dilakukan sebagai upaya menghentikan aksi genosida Israel hingga proses pemindahan paksa terhadap rakyat Palestina di sepanjang Jalur Gaza.
Tak hanya itu, otoritas yang sama juga turut mengutuk serangan dan pelanggaran yang selalu dilakukan pasukan pendudukan Israel di Tepi Barat, terutama wilayah Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina juga menyatakan prihatin atas situasi di sejumlah wilayah akibat serangan yang semakin intensif.
Di antara Jenin, Tulkarem, Kafr ad-Dik, dan Bruqin, sebelah barat Salfit. Wilayah ini dikatakan terus mengalami serangan besar-besaran yang dilakukan pasukan Israel dalam kurun waktu lima hari terakhir.
Sementara berdasarkan laporan Al-Jazeera pada hari yang sama, Senin, 19 Mei 2025, pihak militer Israel dilaporkan sudah mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk Khan Younis. Kawasan ini adalah kota terbesar kedua di Gaza.
Selain itu, Israel disebut telah melakukan 30 serangan udara selama satu jam di Khan Younis. Akibatnya adalah lebih dari 60 warga Palestina meninggal dunia.
Militer Israel juga dikabarkan semakin meningkatkan serangan di seluruh Gaza, termasuk memperingatkan warga di kota Khan Younis untuk segera mengungsi.Jika tidak, akibatnya adalah bisa menjadi korban meninggal dunia.
Aksi bombardir Israel dilakukan setelah mereka mengumumkan serangan berskala besar. Tujuannnya adalah merebut sebagian wilayah di Jalur Gaza.
Editor: Abdul Fatah


