Dark
Light
Dark
Light

20 Orang Syahid dalam Serangan Sejam Israel di Khan Younis Gaza Selatan

20 Orang Syahid dalam Serangan Sejam Israel di Khan Younis Gaza Selatan

Arina.id - Kurang lebih 20 orang tewas dalam serangan selama satu jam di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan, Palestina, pada Senin, 19 Mei 2025. Setidaknya 30 serangan mortir dan bom dimuntahkan dari moncong senjata para serdadu negeri Zionis.

Paling memilukan ketika militer Israel membom sebuah Rumah Sakit Nasser, Khan Younis. Serangan darat ini berlangsung sejak fajar hingga sejam berikutnya. Situasi tersebut memperparah kondisi masyarakat sipil di wilayah Gaza Selatan yang memburuk sejak serangan Israel beberapa waktu lalu.

Seperti dilaporkan Aljazeera, Pemimpin Kelompok Bantuan Oxfam, Wassem Mushtaha, mengatakan para pekerja kemanusiaan memahami bahwa saat ini jumlah makanan kian minim, begitu juga dengan air dan obat-obatan, yang tidak dapat menutupi kebutuhan besar masyarakat. 

Bantuan apapun, kata dia, tidak mungkin menyertakan bahan bakar, kit perlindungan kesehatan atau pasokan kebutuhan perlengkapan sanitasi lainnya yang sangat penting bagi rumah sakit.

"Saat ini, orang-orang tidak hanya kelaparan, mereka trauma, sakit dan membludaknya pengungsi," demikian dilaporkan Mushtaha berkata pada Al Jazeera. Ia melanjutkan, "Selagi setiap bantuan diterima, skala dan kedalamannya harus ditingkatkan."

RS Indonesia Digempur

Serangan Israel juga terjadi di Gaza Utara, Minggu 18 Mei 2025. Bahkan saat ini Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya pun menjadi sasaran. Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataannya.

"Pendudukan Israel telah meningkatkan pengepungan dengan serangan besar di sekitar Rumah Sakit Indonesia dan sekitarnya, melarang masuk pasien, staf medis, dan perbekalan, sehingga rumah sakit itu tidak berfungsi," kata kementerian itu seperti dilaporkan Anadolu,

RS Indonesia menjadi fasilitas medis besar terakhir yang ditutup di wilayah tersebut setelah RS Kamal Adwan dan RS Beit Hanoun. "Seluruh rumah sakit umum di wilayah Gaza Utara kini tidak lagi berfungsi," kata kementerian itu.

Serangan terhadap RS terjadi di tengah meningkatnya serangan udara Israel yang telah merenggut nyawa 103 orang di seluruh wilayah kantong Palestina itu. Pada Minggu, RS Nasser melaporkan bahwa lebih dari 48 orang tewas akibat serangan Israel di kota Khan Younis dan sekitarnya di Gaza selatan.

Juru bicara RS tersebut, Weam Fares, mengatakan para korban termasuk 18 anak dan 13 perempuan. Dinas darurat Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi Jabaliya menewaskan sembilan anggota dari satu keluarga di Gaza Utara.

Serangan lain di kawasan yang sama menewaskan 10 orang, termasuk tujuh anak dan seorang perempuan, menurut pejabat pertahanan sipil. Petugas penyelamat melaporkan sedikitnya 43 kematian akibat serangan-serangan Israel di wilayah utara, di mana RS Shifa mencatat 15 anak dan 12 perempuan yang kehilangan nyawa.

Di Gaza tengah, tercatat sedikitnya 12 orang tewas dalam tiga serangan terpisah. Menurut RS Martir Al Aqsa, serangan Israel di Zweida menewaskan tujuh orang, termasuk dua anak dan empat perempuan.

Serangan lain di Deir Al Balah menewaskan sepasang suami-istri dan seorang anak mereka, sementara serangan di kamp Nuseirat menewaskan dua orang, menurut RS Awda. Angka kematian dan jumlah pengungsi ke selatan terus meningkat di Gaza Utara di tengah serangan Israel yang semakin intensif dan blokade yang kian ketat terhadap distribusi bantuan.

Israel melanggar gencatan senjata yang rapuh pada pertengahan Maret dengan serangan udara mematikan. Sejak itu, mereka terus memblokade Gaza untuk memutus pasokan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke wilayah kantong Palestina tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo