Arina.id - Huwaida Arraf, seorang aktivis hak asasi manusia Palestina-Amerika menulis sebuah laporan khusus tentang kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan umum kongres Amerika pada Selasa, 3 November 2026 lalu. Menurut dia, kemenangan El-Sayed menjadi kekuatan baru para aktivis pro-Palestina Amerika, terutama di wilayah Michigan.
Dalam artikelnya di middleeasteye, Ia menuliskan aktivitasnya sebagai pendukung kemerdekaan Palestina:"Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya untuk membawa warga internasional ke Palestina agar menyaksikan langsung apa yang terjadi, serta mendukung perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan kriminal Israel dan apartheid."
Orang Palestina, kata dia, selalu memberikan pesan sama kepada mereka yang datang untuk berdiri bersama mereka: "Terima kasih telah hadir bersama kami. Tapi kembalilah ke negara Anda, beri tahu orang-orang (di negara Anda) apa yang Anda lihat, dan ubah kebijakan pemerintah Anda yang memungkinkan dan mempertahankan sikap mereka terhadap kekerasan yang dilakukan Israel."
Dan kemenangan El-Sayed di wilayah Michigan, kata Huwaida, merupakan bagian dari gelombang biru yang membawa Demokrat menguasai kedua gedung Kongres AS. Pada pemilihan Senat pada 3 November 2026, Ia mengalahkan Mike Rogers dengan selisih cukup besar 52 berbanding 46 persen.
Ia juga mencatat sejarah sebagai Muslim Amerika pertama yang terpilih ke Senat, dan Arab Amerika keenam yang memenangkan kursi di ruangan tersebut. Dalam pemilihan paruh waktu ini berdampak pada pemulihan akuntabilitas dan bisa mengadang tekanan teror pemerintahan Trump. Hal lainnya, Kongres baru ini akan memiliki kesempatan dan tanggung jawab mengakhiri perang ilegal terhadap Iran.
Menurut Huwaida, kemenangan El-Sayed lebih dari sekadar kemenangan biasa bagi seorang Demokrat. Ia membawa makna baru dalam politik dan sosial yang sangat besar bagi Michigan, Amerika, dan dunia. Kemenangannya menunjukkan bahwa menolak lobi Israel dan tanpa ragu pro-Palestina bukanlah beban di Paman Sam. Bahkan bisa dibilang sikap itu justru yang menjamin kemenangannya.
Lalu menolak menyerah pada tekanan politik dan taktik intimidasi Pemerintahan Donald Trump yang membungkam begitu banyak pejabat Amerika, pada akhirnya justru menjadi kekuatan utama kampanye El-Sayed. Tanpa posisi ini, Sayed tidak akan mengalahkan Anggota Kongres Haley Stevens yang didukung Aipac dengan lebih dari USD30 juta, dalam pemilihan pendahuluan Demokrat.
Sebelumnya, Abdul El-Sayed yang dalam kampanyenya menantang kalangan Demokrat dengan menggerakkan pemilih untuk menghilangkan pengaruh uang korporasi dalam politik, telah memenangkan pemilihan Senat AS di Michigan. Michigan merupakan salah satu palagan perang pemilu paling diawasi secara ketat di Amerika.
El-Sayed, mantan pejabat kesehatan masyarakat berusia 42 tahun ini mengalahkan mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Mike Rogers, dengan selisih sekitar 7 poin dan akan menjadi Muslim Amerika pertama yang menjabat di Senat.
"Malam ini, Michigan, kita mengalahkan sebuah mesin dan sekali lagi membuktikan betapa besarnya Amerika karena di mana lagi selain di Amerika seorang dokter bernama Abdulrahman Mohamed El-Sayed, anak imigran yang dibesarkan oleh ayahnya dan ibu tirinya yang merupakan Putri Revolusi Amerika, bisa terpilih sebagai senator dari negara bagian terbesar Amerika?," kata El-Sayed kepada para pendukungnya.
El-Sayed bukanlah seorang sosialis demokratis, berbeda dengan beberapa kandidat yang kampanye pemberontaknya mendapat dukungan dalam pemilihan pendahuluan pada siklus ini, meskipun kampanyenya didukung oleh beberapa bintang terbesar di sayap kiri politik. Memanfaatkan kemarahan atas biaya hidup dan korupsi, El-Sayed memotivasi pemilih muda dengan fokus pada pengesahan layanan kesehatan pembayar tunggal dan membatasi dana korporasi serta kepentingan khusus dalam politik.
Namun posisi El-Sayed tentang Israel membuat beberapa pemilih Yahudi merasa terasing, termasuk komentar setelah serangan truk di sebuah taman kanak-kanak Sinagoga di metro Detroit — yang kemudian minta maaf. Dalam pemilihan pendahuluan Demokrat bulan Agustus, El-Sayed mengalahkan Rep. Haley Stevens dengan selisih sekitar 1 poin persentase suara, meskipun tokoh-tokoh besar Michigan seperti Gubernur Gretchen Whitmer dan Senator pensiun Gary Peters mendukung lawannya.
Editor: Muhammad Taufiq


