Jakarta, Arina.id—Lagu Tepuk Sakinah belakangan ramai di TikTok karena sering diparodikan dalam berbagai video kreatif.
Awalnya, tren ini muncul dari kegiatan Tepuk Sakinah yang biasa dilakukan calon pengantin bersama petugas Kantor Urusan Agama (KUA).
Tepuk Sakinah pertama kali lahir dari kreativitas para instruktur Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sejak 2018.
Tepuk Sakinah adalah bentuk ice breaking berupa tepukan tangan yang dipadukan dengan syair singkat berisi lima pilar perkawinan yakni:
1. Zawaj (Berpasangan)
Zawaj merupakan pilar pertama yang artinya suami dan istri harus saling menyadari bahwa di dalam pernikahan, posisi keduanya adalah pasangan. Keyakinan bahwa suami dan istri dalam perkawinan adalah berpasangan sehingga saling melengkapi dan bisa bekerja sama untuk kemaslahatan..
2. Mitsaqan Ghalizan (Janji kokoh )
Janji kokoh atau ikatan yang kuat menjadi pilar kedua yang berarti janji yang kuat. Pasutri memegang komitmen perkawinan sebagai janji kokoh antara keduanya dengan Allah Swt.
3. Mu'asyarah Bil Ma'ruf (Saling mencintai, menghormati, menjaga, dan berbuat baik).
Ikatan perkawinan tentunya juga harus dipelihara oleh pasutri dengan cara saling memperlakukan pasangannya dengan baik dan patut.
Ada tiga hal yang perlu dipraktikkan untuk mencapai mu’asyarah bil ma’ruf yaitu halalan, thayyiban, dan ma’rufan..
4. Musyawarah
Pengelolaan rumah tangga terutama jika menghadapi persoalan atau problematika hendaknya harus diselesaikan bersama.
5. Taradhin (Saling ridla)
Suami dan istri saling menjaga kerelaan pasangannya dalam setiap tindakan. Ridha Allah swt pada suami istri tetap tergantung pada keduanya. Artinya, Ridha Allah swt hanya dalam kebaikan bersama.
Dengan pola seperti tepuk pramuka atau tepuk semangat (beberapa netizen menyebutnya dengan tepuk anak TK), KUA mengajak peserta berpartisipasi aktif sambil mengingat pesan-pesan kunci tentang lima pilar perkawinan tersebut.
Berikut syairnya:
Berpasangan … Berpasangan … Berpasangan (tepuk 3x)
Janji Kokoh … Janji Kokoh … Janji Kokoh (tepuk 3x)
Saling Cinta
Saling Hormat
Saling Jaga
Saling Ridho
Musyawarah untuk Sakinah
Tepuk Sakinah bukan sekadar hiburan semata, yel-yel ini merupakan salah satu metode edukasi yang dipakai dalam bimbingan pranikah di KUA. Tujuannya adalah membantu calon pasangan suami-istri mengingat pilar penting dalam membangun rumah tangga harmonis.
Beberapa pasangan yang sudah berkeluarga bahkan mengakui sering memakai yel-yel tersebut untuk mengingat tujuan membangun rumah tangga.
"Gue kalo lagi ribut di rumah sama istri, terus nyeletuk tepuk sakinah, langsung ngakak lagi," tutur Aru kepada Arina.id, Kamis (25/9/2025).
Tekan Angka Perceraian
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar berharap prosedur Tepuk Sakinah dapat menekan angka perceraian.
"Oh iya, kalau itu untuk menekan angka perceraian. Artinya kan bahwa keluarga itu memiliki pemahaman yang utuh terkait dengan bagaimana membangun keluarga sakinah itu dengan menghafalkan pilar itu," kata Thobib ditemui di Antara Heritage, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
Salah satu penggagas Tepuk Sakinah, Alimatul Qibtiyah mengatakan tepuk ini diciptakan oleh instruktur nasional bina keluarga sakinah.
Tepuk ini dipilih sebagai sebuah strategi untuk menyampaikan nilai dari pilar-pilar keluarga sakinah kepada calon pengantin.
"Nilai ini digunakan agar dapat dipahami dengan cara yang menyenangkan dan membahagiakan," ujar Qibtiyah dalam instagram pribadinya.
Editor: Kendi Setiawan


