Dark
Light
Dark
Light

Pengamat Timur Tengah: Tanpa Campur Tangan Amerika dan Sekutu, Israel Tak Akan Bertahan Lama Hadapi Iran

Pengamat Timur Tengah: Tanpa Campur Tangan Amerika dan Sekutu, Israel Tak Akan Bertahan Lama Hadapi Iran

Jakarta, Arina.id — Ketegangan antara Iran dan Israel yang memuncak sejak serangan pada 13 Juni lalu mengundang kekhawatiran global akan pecahnya perang berskala besar. 

Pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman menilai intensitas serangan balasan Iran yang menembus pertahanan udara Israel menjadi sinyal kuat bahwa perang ini tidak seimbang tanpa keterlibatan aktor eksternal seperti Amerika Serikat.

"Ini akan menjadi ancaman global seandainya ada aktor-aktor kuat di luar dua negara ini yang ikut campur, misalnya Amerika Serikat," ujar Dina kepada wartawan usai Forum Kramat di Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, Iran memiliki beberapa kartu truf yang bisa mengubah peta geopolitik dunia jika situasi semakin memanas. Salah satunya adalah kemampuan menutup Selat Hormuz—jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.

"Kalau sampai ditutup, minyak dan gas dunia akan terhambat. Ini bisa memicu resesi ekonomi global, dan Indonesia pun akan terkena dampaknya," jelasnya.

Kartu strategis lainnya, lanjut Dina, adalah kemungkinan Iran menyerang pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Langkah ini dinilai akan mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara Teluk dan mengakibatkan divestasi besar-besaran serta meruntuhkan sektor pariwisata.

"Karena itu, saya pikir negara-negara Teluk akan berupaya besar agar Amerika tidak ikut dalam perang ini," lanjut dia.

Dina menyebut sinyal penundaan keputusan dari Presiden AS Donald Trump sebagai indikasi penting bahwa campur tangan AS bukanlah sesuatu yang pasti.

"Trump bilang menunggu dua minggu lagi untuk memutuskan. Ini sinyal bahwa dia ingin menunda karena secara rasional, kalau Amerika sampai ikut campur, justru akan merugikan mereka sendiri," kata Dina.

Meski begitu, ia menambahkan, "Ada hal yang sulit kita duga, yakni faktor Trump-nya sendiri. Karena Trump sering kali tidak rasional. Tapi mudah-mudahan dia mengambil keputusan yang menguntungkan negaranya sendiri."

Jika Amerika dan negara-negara besar lainnya tidak terlibat, Dina memperkirakan perang ini tidak akan berlangsung lama.

"Israel akan mengibarkan bendera putih karena dari kapasitas dan ekonominya, mereka tidak sanggup jika harus berperang lama-lama."

Ia juga menekankan pentingnya tekanan ekonomi global terhadap Israel untuk mempercepat kekalahan negara tersebut dan mendukung kemerdekaan Palestina.

"Perang butuh uang. Ekonomi adalah pilar dari perang. Kalau ekonominya dilemahkan dengan berbagai tekanan, tidak butuh waktu lama untuk Palestina merdeka. Contohnya boikot," pungkasnya.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo