Jakarta, Arina.id – Kepala PBALLK Kementerian Agama Muchamad Sidik Sidiyanto mengajak umat Islam dalam momentum bulan Ramadan ini untuk meningkatkan rasa hormat dan bakti kepada orang tua.
Dalam tayangan 'Keajaiban Berbakti kepada Orang Tua' di akun YouTube Arina Media Official, Sidik mengisahkan seorang pemuda yang karena baktinya kepada orang tuanya, mendapatkan kemuliaan yang luar biasa.
Kisah tersebut diambil dari Kitab Durratun Nasihin fi Al Wa'ds wa Al-Irsyad karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad As-Syakiri.
"Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi Sulaiman alaihissalam pergi ke sebuah samudra yang sangat luas dan sangat dalam. Ketika sampai di dasar lautan, Nabi Sulaiman As melihat sebuah kubah besar yang terbuat dari permata putih, tanpa ada lubang di dalamnya,” ujar Sidik.
Kemudian kubah itu terbuka, dan di dalamnya Nabi Sulaiman melihat seorang pemuda yang sedang beribadah dan bersujud.
Nabi Sulaiman alaihissalam bertanya kepada pemuda itu, "Siapakah engkau? Apakah engkau dari sebangsa malaikat, jin, atau golongan manusia?"
Pemuda itu menjawab, "Saya adalah manusia biasa."
Nabi Sulaiman bertanya lagi, "Bagaimana mungkin engkau bisa berada di tempat seperti ini, dan atas dasar apa engkau memperoleh kemuliaan seperti ini?"
Pemuda itu menjawab, "Semua ini atas dasar baktiku kepada orang tuaku. Dahulu kala saat ibuku masih hidup beliau yang sangat tua renta, aku sangat terbiasa menggendong ibuku di punggungku. Kapan pun ke mana pun aku pergi.
Dan atas keridhaan ibuku itulah beliau selalu berdoa, 'Ya Allah, karuniakanlah anakku sifat qanah. Dan kelak ketika aku meninggal, tempatkanlah anakku bukan di dunia dan bukan pula di langit.'"
Setelah ibuku wafat suatu ketika aku berjalan di pinggir pantai. Tiba-tiba aku melihat kubah ini dan memasukinya. Setelah itu, kubah ini menutup kembali dengan izin Allah.
Sejak saat itu, aku tidak tahu lagi apakah aku berada di bumi atau di langit. Saat aku merasa lapar, Allah menumbuhkan pohon di dalam kubah ini. Dan ketika aku merasa haus, air yang lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih segar dari es keluar untukku."
“Semoga kita semua termasuk orang yang mencintai dan berbakti kepada orang tua kita,” kata Sidik
Editor: Kendi Setiawan


