Dark
Light
Dark
Light

Beragam Istilah Gangguan Penerbangan Pesawat, Termasuk Bird Strike

Beragam Istilah Gangguan Penerbangan Pesawat, Termasuk Bird Strike

Arina.id -- Keselamatan dalam dunia penerbangan pesawat memerlukan tingkat perhitungan dan ketelitian yang tinggi. Risiko penerbangan dapat terkait dengan banyak hal. Termasuk faktor teknis, kelalaian manusia, maupun faktor alam.

Faktor kelalaian manusia dapat berupa miskomunikasi, kelelahan, bisa juga pengalaman atau jam terbang kru yang masih kurang. Masalah terkait faktor teknis biasanya gangguan mesin, persoalan bahan bakar, serta kegagalan sistem perangkat lunak.

Kemudian yang termasuk tantangan faktor alam, antara lain: cuaca ekstrem, tekanan udara, dan microburst atau aliran udara kuat yang terlokalisir.

Tiap gangguan dan insiden penerbangan tentu saja turut mempengaruhi tingkat keselamatan. Berikut sejumlah istilah teknis yang biasa digunakan untuk menjelaskan kondisi gangguan dalam dunia penerbangan, dikutip dari mimoza.tv: 

Incident (Insiden)

Menjelaskan suatu kejadian yang mengancam keselamatan penerbangan, namun tidak berujung kecelakaan. Biasanya terkait kesalahan teknis, masalah operasional, prosedural, dan lain-lain.

Accident (Kecelakaan)

Menjelaskan peristiwa serius yang terjadi kepada pesawat terbang yang tengah beroperasi. Accident menyebabkan kerusakan fisik yang besar, cedera serius, atau bahkan korban tewas.

Bird Strike

Bird strike merupakan gangguan penerbangan yang terjadi akibat pesawat terbang menabrak burung. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mesin maupun badan pesawat. Bird strike biasa terjadi saat proses mendarat atau lepas landas.

Kecelakaan pesawat terbang komersil Jeju Air di Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024), salah satunya diduga akibat bird strike. Hal ini menyebabkan pesawat gagal mendarat lalu terbakar. Musibah ini menyebabkan hingga ratusan korban jiwa.

Airprox (Proximity Event)     

Menjelaskan situasi berbahaya ketika ada 2 pesawat atau lebih dalam jarak yang terlalu dekat. Kondisi ini berisiko menyebabkan tabrakan di udara.

Runway Incursion

Gangguan ini terjadi saat ada objek yang masuk ke dalam area landasan pacu aktif. Objek gangguan bisa berupa pesawat lain, kendaraan, atau orang yang tidak berwenang.

Fuel Dumping

Proses membuang bahan bakar pesawat di udara. Ini dilakukan untuk mengurangi beban pesawat ketika melakukan pendarataan darurat.

Engine Failure

Kegagalan mesin adalah insiden yang terjadi saat mesin pesawat berhenti berfungsi ketika penerbangan. Gangguan mesin bisa terjadi sebagian atau semua mesin.

Turbulence (Turbulensi)

Turbulensi adalah guncangan yang terjadi saat penerbangan, akibat perubahan aliran udara. Hal ini kerap terjadi saat cuaca buruk, perubahan cuaca, atau badai.

Go-Around

Go-Around merupakan prosedur pembatalan pendaratan yang dilakukan pilot, biasanya karena kondisi dianggap belum aman. Proses pendaratan bisa dilakukan kembali sesuai kondisi.

Rejected Take Off (RTO)  

RTO terjadi ketika pesawat menghentikan proses lepas landas, biasanya karena kedapatan masalah teknis atau situasi darurat.

Emergency Landing (Pendaratan Darurat)

Pendaratan darurat dapat dilakukan karena kondisi yang dianggap tidak memungkinkan untuk meneruskan peberbangan. Biasanya terjadi karena gangguan mesin, masalah medis, atau cuaca buruk.

Hard Landing

Pesawat melakukan pendaratan menyentuh landasan pacu dengan kuat. Biasa terjadi akibat cuaca buruk, atau jam terbang pilot yang belum tinggi.

Unruly Passenger

Situasi penumpang yang tidak terkendali atau tidak tertib saat penerbangan. Jika dianggap dapat mengancam keselamatan penerbangan, maka pilot dapat melakukan pendaratan darurat.

Hijacking (Pembajakan)

Tindakan kriminal mengambil alih kendali pesawat. Pembajak umumnya akan memaksa perubahan rute pesawat dengan ancaman senjata.

 


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo