Dark
Light
Dark
Light

Seluruh Petugas Haji adalah Agen Kesehatan bagi Jemaah

Seluruh Petugas Haji adalah Agen Kesehatan bagi Jemaah

Jakarta, Arina.id – Pada penyelengggaraan ibadah haji, promosi atau penyebaran segala informasi terkait kesehatan bukan hanya menjadi domain Kementerian Kesehatan. Semua petugas juga bisa menjadi agen kesehatan bagi jemaah dalam proses pembinaan, pelayanan, dan pelindungan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhendro Susilo menyampaikan hal itu saat memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Terintegrasi 1446 H/ 2025 M, di Pondokgede, Kamis (17/4/2025).

Pada kesempatan tersebut, Lilek meminta para petugas untuk menjadi agen kesehatan bagi jemaah.

Liliek mengatakan Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 yang merupakan perubahan dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2118/2023 tentang Istitaah Kesehatan Haji.

Dalam regulasi itu diatur bahwa istitaah adalah kuasa atau mampu melaksanakannya.

"Jemaah harus dapat melaksanakan ibadah haji tanpa membahayakan dirinya dan orang lain. Terkait kesehatan ini, jemaah sudah kita ingatkan sejak di Tanah Air," sambung Liliek Marhendro Susilo sebagaimana diberitakan laman Kemenag.

Liliek Marhendro Susilo juga menyampaikan bahwa sebelum melunasi biaya haji, jemaah diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebelum berangkat, jemaah juga harus melakukan suntik vaksin menginitis.

“Ini bertujuan untuk pelindung diri bagi jemaah, bukan berarti terdeteksi berpenyakit," kata Liliek Marhendro Susilo.

Menurut Liliek Marhendro Susilo, kesehatan itu menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh jemaah haji. Sehingga, jika ada masalah kesehatan yang menimpa jemaah, semua petugas harus peduli.

"Secara umum, kita siapkan aktivitas rutin bagi jemaah, misal, makan minum dijaga, kurangi asam, asin dan makanan lemak, tidur dan serta istrahat cukup," kata Liliek.

Pihaknya juga berpesan agar jemaah haji, jika akan melakukan walimatussafar, itu tidak dilakukan mepet dengan keberangkatan.

"Paling tidak, seminggu sebelum berangkat sudah walimatussafar sehingga jemaah tidak kelelahan dan saat masuk embarkasi dalam keadaan sehat dan bugar," ujarnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo