Dark
Light
Dark
Light

Optimisme Swasembada, Indonesia Bantu Rakyat Palestina 10 Ribu Ton Beras

Optimisme Swasembada, Indonesia Bantu Rakyat Palestina 10 Ribu Ton Beras

Jakarta, Arina.id–Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan perkembangan ketahanan pangan nasional, sejumlah capaian, serta rencana strategis sektor pangan dan peternakan di indonesia, khususnya beras. Ia menyebut Indonesia berpeluang besar mencapai swasembada beras pada akhir tahun. 

“Kami laporkan tentang perkembangan pangan khusus untuk beras, pangan kita khusus beras. Insyaallah, pada Desember 2025 Indonesia swasembada pangan," katanya saat memberikan paparan pada Musyawarah Nasional MUI yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (21/11/2025)

"Itu yang pertama. Dan ini adalah dari target 4 tahun, tapi kita capai insyaallah 1 tahun,” ujar Amran.

Amran menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan lompatan besar dari target awal Pemerintah.

"Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden. Pertama kami di target 4 tahun, kemudian setelah 21 hari berubah menjadi 3 tahun, dan setelah 45 hari berubah menjadi 1 tahun," ungkapnya.

"Berkat dukungan penuh dari segi regulasi, kemudian pembiayaan, Alhamdulillah kita bisa capai dalam waktu singkat,” imbuhnya di depan pengurus MUI dari seluruh Indonesia.

Amran juga menegaskan bahwa surplus beras yang dicapai Indonesia memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina. 

Pemerintah Indonesia telah mengirimkan 10 ribu ton beras sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. 

“Presiden memerintahkan kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina 10 ribu ton beras,” katanya.

Amran menyebut bantuan tersebut merupakan wujud nyata solidaritas Indonesia kepada Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang semakin berat. 

“Jadi ini adalah bentuk bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Juga kita doakan supaya cepat merdeka, dan kita support pangannya,” ungkapnya.

Membangun ekosistem peternakan rakyat
Amran juga memaparkan rencana pembangunan ekosistem peternakan rakyat dari sisi hulu demi menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha peternak di seluruh Indonesia. 

“Kita siapkan HPP (Harga Pokok Penjualan), HPP harus dijaga dengan baik. Harga penjualan, harga pokok penjualan, peternakan, juga telur, kemudian ada nanti HET (Harga Eceran Tertinggi) untuk pakan, sehingga harga tidak jauh berfluktuasi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rencana besar tersebut, pemerintah juga akan membangun pabrik pakan di berbagai wilayah. Tahap pertama meliputi 12 titik dan tahap kedua 18 titik, dengan total anggaran Rp20 triliun. Amran menegaskan bahwa pembangunan ini diprioritaskan bagi peternak kecil. 

“Nah, ini kita akan bangun, pertama adalah 12, daerah 12 titik, pabrik pakan, kemudian tahap kedua adalah 18 titik. Anggarannya Rp20 triliun. Sekali lagi, ini dibangun untuk peternak-peternak kecil. Jadi ini dibangun untuk peternak-peternak kecil, untuk mendukung, mensupport peternak-peternak kecil,” tuturnya.

Hilirisasi kelapa
Ia juga menjelaskan tentang hilirisasi kelapa yang dapat meningkatkan nilai tambah hingga lima kali lipat dibandingkan dengan penjualan bahan mentah. Sebagai salah satu negara produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri hilir kelapa untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, pengembangan industri hilir kelapa menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Ia menyebut nilai ekonomi kelapa dapat melonjak hingga seribu persen bila diolah. “Bayangkan, kelapa butir hanya tiga ribu rupiah. Tapi kalau sudah jadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa 40 sampai 50 ribu per butir. Inilah pentingnya hilirisasi dan harga petani yang adil,” paparnya. .

Dengan mengolah kelapa menjadi produk bernilai tinggi, potensi ekonomi sektor ini diperkirakan bisa mencapai Rp1.000 triliun per tahun. 

"Saat ini ekspor kelapa kita bernilai sekitar Rp24 triliun per tahun. Jika dihilirisasi secara maksimal, nilainya bisa melonjak hingga 50-100 kali lipat, mencapai Rp1.000 triliun atau lebih," pungkasnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo