Dark
Light
Dark
Light

Rahasia Kecanggihan Rudal Hipersonik Iran,  Mengecoh Iron Dome dan Cukup 7 Menit Sampai Israel

Rahasia Kecanggihan Rudal Hipersonik Iran,  Mengecoh Iron Dome dan Cukup 7 Menit Sampai Israel

Jakarta, Arina.id - Dua roket meluncur dari Iron Dome di tengah Kota Tel Aviv Israel. Namun yang terjadi, kedua misil itu seperti mendadak buta, selepas melesat ke langit malah menukik lagi balik ke bumi. Keduanya seperti tertipu sehingga gagal menyambar roket-roket Iran yang satu demi satu segera menghujam bangunan-bangunan kota.

Potongan video kegagalan misil Iron Dome Israel mencegat roket Iran ini banyak berseliweran di media sosial. Warganet yang geram dengan perilaku elite-elite pemimpin Israel pun segera merujak-nya. Lalu bagaimana Rudal Fattah Hipersonik dan Balistik Haj Qassems Iran memiliki kemampuan kamuflase, menipu kecanggihan Iron Dome Israel yang disombongkan para zionis itu?

Pengamat Militer sekaligus Sejarawan Angkatan Pertahanan Udara Rusia, Yuri Knutov, menjelaskan Iran membanjiri langit Israel dengan rudal sehingga menipu sistem sinyal transmisi Iron Dome, lalu melemahkan kemampuan koreksi data penerbangan roket-roket yang mendekat. Hasilnya, tingkat penyadapan Iron Dome turun drastis hingga hanya 10-15 persen.

"Berdasarkan rekaman yang diluncurkan, tampaknya warga Iran mampu membobol sistem sinyal transmisi dan koreksi data pada tahap awal ketika rudal tersebut terbang menggunakan inertial navigation system (INS). Akibatnya, sistem tersebut mengalihkan rudal, tidak menuju target yang dimaksudkan, namun rudalnya justru balik ke udara Israel sendiri, menyebabkan serangan terhadap mereka," katanya, Senin 16 Juni 2025.

"Kegunaan teknologi pengacau pada rudal saat berada di udara sebenarnya taktik yang cukup lama. Selama Perang Vietnam, Amerika menggunakan pengacau untuk menyesatkan jangkauan rudal, sudutnya, dan banyak metode campur tangan aktif. Transmisi khusus dikerahkan untuk menciptakan ilusi kehadiran pesawat di layar radar stasiun rudal Vietnam," kata Knutov.

"Selama konflik Arab-Israel tahun 1970 dan 1973, teknik pengacau serupa digunakan oleh pilot Israel dan Mesir, serta pilot Soviet yang membantu warga Mesir," katanya menambahkan, seperti dikutip dari sputnikglobe.com.

Sebelumnya, Rudal Fattah Hipersonik dan Balistik Haj Qassems Iran menghantam target penting Israel, termasuk markas Kementerian Pertahanan dan pangkalan udara utama yang dilengkapi dengan pesawat tempur F-35 dan F-16. Meskipun Israel memasarkan sistem pertahanan mereka yang canggih--sistem Arrow dan Patriot--nyatanya tetap gagal menangkis gempuran roket Iran.

Iran juga mengerahkan umpan begitu efektif sehingga serangan Israel berkali-kali mengenai target palsu. Iron Dome, yang cakupannya mencapai 144 kilometer persegi sangat berguna untuk menangkis roket tunggal. Akan tetapi dalam kasus serangan Iran kemarin, tampaknya tidak mampu menangani serangan massal Rudal Fattah yang hanya cukup 7 menit saja sampai ke Israel, sementara Iron Dome butuh 11 menit untuk mengisi ulang.

Iran telah belajar dari serangan Israel yang lalu, kemudian meningkatkan taktik perangnya, mendirikan pusat komando cadangan dan manuver yang lebih efisien untuk meningkatkan kesempatan atau peluang keberhasilan memborbardir negeri penjajah Israel tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo