Dark
Light
Dark
Light

Terapi Anak Sulit Diatur dengan Berjamaah Subuh di Masjid

Terapi Anak Sulit Diatur dengan Berjamaah Subuh di Masjid

Bandarlampung, Arina.id —Pengasuh Pondok Pesantren Mardhotillah Jakarta, KH Nurul Badruttamam memiliki cara tersendiri dalam menangani para santri yang membutuhkan penanganan khusus terkait sikap dan kepribadiannya. Ia memiliki terapi untuk mendidik anak-anak yang cenderung nakal dan sulit diatur dengan sebuah terapi.

"Saya memiliki cara khusus dengan terapi 40 hari sholat berjamaah khusus Subuh bagi anak-anak yang masuk kategori sulit diatur," kata Kepala Subdirektorat Kemasjidan Kementerian Agama RI ini saat menjadi pemateri pada Rakor Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di Bandar Lampung, Sabtu (13/12/2025).

Anak-anak tersebut diwajibkan untuk sholat berjamaah Subuh di masjid tanpa ada jeda selama 40 hari. Jika mereka meninggalkan sholat berjamaah walau hanya satu kali mereka wajib mengulangi dari awal. Dengan terapi ini, dia telah mengambil sampel dari beberapa anak dan bisa dibuktikan banyak yang berubah karakter dan kepribadiannya.

"Anak-anak cenderung bisa disiplin lembut hatinya dan mudah diatur," katanya

Menurutnya cara seperti ini bisa menjadi langkah untuk pendidikan mendekatkan anak ke masjid. Masjid bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri.

Ia menyebut bahwa masjid bukanlah hanya tempat untuk melaksanakan sholat semata. Namun lebih dari itu bisa menjadi sarana untuk memperbaiki kepribadian diri. Selain itu masjid juga memiliki banyak peran di antaranya dengan memaksimalkan fungsinya untuk kegiatan sosial, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

"Ayo makmurkan masjid. Dimulai dari diri kita sendiri. Jadikan masjid khususnya di lingkungan kita menjadi pusat kegiatan umat Islam," ajaknya

Terkait dengan kemakmuran masjid, Badan Kemakmuran Masjid BKM memiliki posisi strategis dalam memaksimalkan fungsi masjid. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan upaya maksimalisasi atau revitalisasi peran BKM di tengah-tengah masyarakat.

Sub Direktorat Kemasjidan RI saat ini terus melakukan upaya revitalisasi BKM dengan menjadikannya seperti lembaga Baznas atau BWI. "Nantinya BKM akan menjadi lembaga semi plat merah Kementerian Agama yang akan ditangani oleh para pengurus yang terdiri dari unsur Kementerian Agama dan juga ormas Islam di Indonesia," ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini program-program untuk masjid berupa bantuan bisa diakses dengan mudah di antaranya yakni bantuan untuk masjid seperti BMM Madada.

BMM Madada jelasnya adalah singkatan dari Badan Modal Masjid (BMM) dan Masjid Berdaya Berdampak (MADADA). Program ini adalah kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan BAZNAS untuk memberikan pinjaman modal usaha lunak tanpa bunga kepada masyarakat kurang mampu (mustahik) melalui masjid.

"Program ini bertujuan memberdayakan ekonomi umat, mencegah jerat rentenir/pinjol, dan menjadikan masjid sebagai pusat kemandirian ekonomi," kata Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU ini.

Program ini jelasnya menyalurkan dana awal ke masjid sebanyak Rp150 juta untuk dipinjamkan kembali ke jemaah dengan skema pinjaman bergulir yakni Rp3 juta/orang tanpa riba. Diharapkan program ini mampu mengubah mereka dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif. 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo