Dark
Light
Dark
Light

Habib Husein Ja'far Ajak Masyarakat Perjuangkan Kesetaraan pada Minoritas

Habib Husein Ja'far Ajak Masyarakat Perjuangkan Kesetaraan pada Minoritas

Yogyakarta, Arina.id — Pendakwah muda Habib Husein Ja'far Al Hadar mengajak masyarakat untuk merenungkan konsep kesetaraan di Indonesia. Habib Husein menyampaikan bahwa bangsa ini sudah terlanjur memiliki budaya mayoritas dan minoritas yang sulit dihilangkan.

Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan untuk mencapai kesetaraan harus tetap dilakukan, terutama dengan mengangkat posisi kaum minoritas agar setara dengan mayoritas.

"Sebagai salah satu bentuk perjuangan kita untuk menarik teman-teman minoritas sampai ke titik yang setara dengan mayoritas maka kita menjadikan minoritas sebagai mayoritas dalam semua urusan kita. Agar mereka kemudian bisa terus tergerek naik sampai pada tiitik yang setara umat Islam sebagai warga mayoritas di Indoesia," ungkapnya pada acara Haul Ke-15 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jumat (15/11/2024) malam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Habib Ja'far, sapaan akrabnya mengatakan orang-orang yang meneladani Gus Dur tentu tidak menggunakan istilah minoritas-mayoritas, sebab semua setara sebagai warga negara.

Ia mengajak masyarakat untuk mengupayakan kesetaraan secara bertahap, dengan memberi ruang lebih kepada kelompok minoritas hingga tercapai keadilan.

Habib Husein juga menyoroti bahwa perjuangan kesetaraan tidak hanya berkaitan dengan agama atau suku, tetapi juga menyangkut diskriminasi dalam kehidupan sosial, termasuk terhadap mereka yang dianggap 'tidak normal'. Ia menekankan pentingnya menghentikan stigma sosial dan mendorong nilai-nilai inklusivitas.

"Saya rasa kita juga harus mulai sadar bahwa kesetaraan, diskriminasi, konflik itu bukan hanya tentang perbedaan agama, suku, tapi juga perbedaan antara kita yang merasa berkonflik, berkondisi  normal dan mereka yang kita judgment berada dalam kondisi yang tidak normal. Saya rasa itu perjuangan yang harus kita perjuangkan," jelasnya.

Mengubah Tradisi Patriarkal
Dalam sambutanya, Habib Husein juga menyoroti tradisi patriarkal yang masih melekat, seperti anggapan bahwa keluarga harus memiliki anak laki-laki untuk meneruskan tradisi, termasuk menyelenggarakan haul orang tua. Namun, ia mengapresiasi keluarga Gus Dur sebagai bukti bahwa tradisi tersebut tidak relevan.

"Malam ini, keluarga Gus Dur membuktikan meskipun Gus Dur tidak memiliki anak laki-laki, kita tetap menyelenggarakan haul ke-15 beliau. Haul ini bukan tentang anak-anak biologis, tetapi tentang anak-anak ideologis," kata Habib Husein.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah keberadaan anak laki-laki atau perempuan, melainkan nilai-nilai ideologi yang diwariskan kepada generasi penerus. Anak ideologis, menurut Habib, adalah mereka yang meneruskan perjuangan nilai-nilai kebaikan yang telah diperjuangkan sebelumnya.

Melanjutkan Warisan Gus Dur
Habib Husein mengajak hadirin untuk tidak hanya fokus pada kehidupan duniawi, tetapi juga menyiapkan 'anak-anak ideologis' yang dapat meneruskan perjuangan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Dengan begitu, warisan Gus Dur yang penuh toleransi dan keberagaman dapat terus hidup.

"Selama ideologi kita perjuangkan dan kita sebarkan kepada generasi setelah kita, maka kita akan mendapatkan pahala dari perjuangan tersebut," tutup Habib Husein.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo