Dark
Light
Dark
Light

Iran Bersumpah Balas Serangan Usai AS Bom 3 Fasilitas Nuklir

Iran Bersumpah Balas Serangan Usai AS Bom 3 Fasilitas Nuklir

Jakarta, Arina.id — Iran secara resmi menyatakan perang terhadap Amerika Serikat menyusul serangan udara AS ke tiga fasilitas nuklir utama.

"Perang dimulai sekarang juga," tegas pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) beberapa jam setelah fasilitas Fordow, Natanz, dan Esfahan dihantam bom B-2 milik AS.

Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa semua pangkalan militer AS kini menjadi target sah. Ancaman ini telah disampaikan sejak sebelum serangan, dan Iran kini menyatakan siap membalas "dengan cepat dan penuh keberanian".

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa setiap warga negara atau personel militer Amerika di kawasan kini menjadi target langsung.

Sabtu malam, pesawat pembom siluman B-2 milik AS terdeteksi mengudara menuju barat dari AS, menandai eskalasi militer terbuka. Ketegangan pun memuncak, dan kawasan Timur Tengah berada di ambang perang besar antara dua kekuatan dunia.

Dikutip dari IRNA International, pemerintah Iran menyatakan bahwa sejak saat ini, setiap warga sipil dan militer AS di kawasan Timur Tengah akan dianggap sebagai target sah.

"Mulai sekarang, setiap personel sipil dan militer Amerika di kawasan ini akan dianggap sebagai target yang sah," ujar penyiar pemerintah Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan AS telah melakukan aksi kriminal dan melanggar hukum internasional.

"Amerika Serikat, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah melakukan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang fasilitas nuklir Iran yang bersifat damai," terang Araghchi melalui media sosial X miliknya.

Ia pun memperingatkan bahwa serangan AS akan memiliki konsekuensi jangka panjang, sesuai dengan Piagam PBB dan ketentuan yang mengizinkan tindakan bela diri yang sah.

"Iran berhak mengambil segala opsi yang diperlukan untuk membela privasi, kepentingan, dan rakyatnya," pungkas Araghchi.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo