Dark
Light
Dark
Light

Hati-hati, Ada Pihak yang Menelanjangi Kita saat Mengakses Dunia Maya

Hati-hati, Ada Pihak yang Menelanjangi Kita saat Mengakses Dunia Maya

Bandarlampung, Arina.id – Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuna dan teknologi khususnya imbas dari adanya internet, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Pusat KH Masduki Baidlowi mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di dunia maya. Pasalnya, semua yang dilakukan dipantau oleh para penyedia dan pemilik platform media intermet dan media sosial.

Ia menyebut para pemilik platfrom tersebut sebagai kapitalis yang pura-pura baik hati. Padahal tidak ada yang cuma-cuma alias gratis dari sistem kapitalisme. “Yang ada adalah bahwa kita itu diberikan tapi mereka mengambil banyak dari kita,” ungkapnya saat Penguatan jejaring media dakwah di Lampung, Selasa (29/10/2024).

Ketika masyarakat mengakses berbagai jenis platform internet mulai dari situs web sampai dengan media sosial, sebenarnya penyedia platform sedang melakukan pemantauan. 

“Mereka sedang ‘menelanjangi’ kita. Data-data kita itu semua diserap oleh mereka. Data-data kita ini yang kemudian disebut dengan Big Data. Dari Big Data inilah mereka kemudian menjual sesuatu besar-besaran. Bahkan akhirnya menjadi apa yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI),” ungkapnya.

Terlebih saat ini ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, manusia modern mengakses internet mulai dari pagi sampai malam dengan durasi rata-rata 8 jam. Ini menjadikan semua sistem kehidupan berubah. Dengan adanya internet, terjadi revolusi yang tidak terduga dengan perubahan yang terus dikembangkan.

“Saat ini ada satu istilah namanya Free Internet Culture. Jadi ada satu kampanye dari para pemilik platform global (seperti Google, Youtube, dan media sosial lainnya) yang berbasis internet,” katanya.

“Semuanya ada di smartphone kita. Ini kan belum pernah terjadi sebelumnya,” imbuh Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi pada era Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin ini.

Keterkaitan ini semua dengan media dakwah menurutnya mengharuskan para ulama dan pendakwah harus terus fokus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan ini sehingga eksistensi mereka bisa terselamatkan. Untuk lebih maksimalnya hasil dakwah, maka ia mengajak kepada para pendakwah untuk memperkuat jaringan.

“Mari kita berkolaborasi, mari kita berjejaring agar kita bisa terus mengikuti perubahan ini dengan baik,” ajaknya.

Sementara Ketua MUI Provinsi Lampung H Suryani M Nur menekankan pentingnya optimasi media khususnya di MUI. Dengan hal ini, pesan-pesan dakwah dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, termasuk generasi muda yang aktif di platform digital. Hal ini memungkinkan penyebaran nilai-nilai Islami yang lebih efektif dan efisien, tidak terbatas oleh jarak maupun waktu.

Upaya ini juga memungkinkan dakwah disampaikan dalam format yang lebih menarik, seperti video pendek, infografis, dan konten interaktif. Format ini lebih sesuai dengan minat masyarakat modern, sehingga pesan dakwah dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Media sosial juga menjadi sarana untuk meluruskan kesalahpahaman atau informasi yang salah tentang Islam. Dengan optimasi media sosial, konten dakwah dapat disajikan secara kredibel dan tepat, membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan mendukung literasi digital berbasis nilai Islami,” katanya pada kegiatan yang diikuti oleh Pengurus Komisi Infokom dan Komisi Dakwah MUI Provinsi Lampung ini.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo