Dark
Light
Dark
Light

3 Tantangan NU di Usia 102 Tahun

3 Tantangan NU di Usia 102 Tahun

Jakarta, Arina.id –Pada usia ke-102 tahun, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi sejumlah tantangan besar yang perlu direspons dengan langkah-langkah strategis.

Ketua PBNU Bidang Pengembangan Data, Hasanuddin Ali, mengungkapkan dua fokus utama yang menjadi perhatian dalam program internal dan eksternal PBNU di periode sekarang. 

Salah satu hal yang sering ditekankan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, adalah penataan tata kelola organisasi agar lebih cepat, akuntabel, dan transparan.

"Jadi bagaimana NU sebagai sebuah organisasi bisa lebih cepat, akuntable, dan transparan dalam melakukan tata kelola organisasi," ujar Cak Hasan sapaan akrabnya kepada Arina.id, Sabtu (1/2/2025).

Selain itu, dalam program eksternal, PBNU saat ini tengah fokus pada gerakan keluarga maslahat NU yang bertujuan untuk menyentuh langsung masyarakat, khususnya warga NU di tingkat bawah. 

Aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan berfokus pada berbagai sektor penting seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan juga transformasi digital baik untuk internal maupun eksternal NU.

Salah satu langkah signifikan yang sudah diterapkan adalah beralihnya administrasi kegiatan ke sistem paperless melalui platform DIGDAYA Persuratan NU (Digitalisasi Data dan Layanan NU).

"Kerja teman-teman di NU Online melalui Super App juga merupakan langkah untuk merespons jumlah masyarakat NU yang sudah banyak menggunakan internet," jelasnya.

Ke depan, Hasan mengatakan PBNU juga perlu siap menghadapi tantangan seiring dengan pesatnya perubahan yang terjadi di Indonesia, khususnya dalam hal adaptasi terhadap perkembangan digital.

Cak Hasan juga menyoroti perubahan besar dalam struktur demografis masyarakat Indonesia seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan, penetrasi internet yang semakin besar, dan jumlah anak muda—terutama generasi Z dan Milenial—yang terus berkembang pesat, NU harus dapat meresponss dengan kebijakan yang tepat. 

"Pada tahun 2030, diperkirakan jumlah anak muda di Indonesia akan sangat besar, dan ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi NU untuk menyesuaikan diri," ungkapnya.

Menurutnya, Ini juga sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Lakpesdam NU, yang menunjukkan bahwa tokoh-tokoh NU sangat dibutuhkan dalam ketiga sektor tersebut.

Fokus utama dalam kerja sama ini adalah meningkatkan layanan terbaik di sektor-sektor dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

NU dan pemerintah membutuhkan simbiosis mutualisme menjalankan agenda pembangunan pemerintah membutuhkan NU dan pemerintah untuk menjalankan agendanya. 

"Jadi kalau NU dan Pemerintah bisa berkolaborasi memberikan layanan terbaik di sektor ini sangat baik bagaimanapun tiga sektor ini sektor paling dasar dalam manusia," jelasnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo