Arina.id -- Eskalasi konflik di Asia Selatan meningkat dengan cepat, usai India menembakkan rudal ke Pakistan pada Selasa (6/5/2025) malam.
Sejumlah rudal diluncurkan India ke wilayah Pakistan, selepas beberapa pekan tensi 2 negara rival tersebut memanas akibat serangan teroris di wilayah Kashmir yang menyebabkan puluhan warga sipil meninggal.
Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry selaku juru bicara militer Pakistan menyebut bahwa serangan rudal India tersebut menyasar beberapa daerah, termasuk kota Bahawalpur, Muridke, Bagh, Muzaffarabad, dan Kotli.
Di sisi lain, pernyataan Kementerian Pertahanan India mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan operasi militer dengan nama "Operasi Sindoor", menargetkan 9 titik di Pakistan.
India mengklaim bahwa tembakan rudal yang mereka lancarkan untuk menyerang “infrastruktur teroris”.
"Tindakan kami terarah, terukur, dan tidak bersifat eskalatif. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran. India telah menunjukkan pengendalian diri yang cukup besar dalam pemilihan target dan metode pelaksanaan," jelas keterangan pihak India, dikutip dari Antaranews.
Jubir militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry mengungkapkan untuk sementara ini serangan India telah menyebabkan 8 tewas dan 35 korban luka.
"(India) menggunakan senjata yang berbeda, menargetkan 6 tempat, yang menyebabkan 24 terdampak," kata Ahmed Sharif Chaudhry dalam konferensi pers dini hari tadi di kota garnisun Rawalpindi.
Terkait hal ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu pagi tadi (7/5/2025), mengatakan bahwa Pakistan bakal memberikan "balasan setimpal" kepada India.
"Bangsa Pakistan dan angkatan bersenjata Pakistan tahu cara menghadapi musuh dengan sangat baik," kata Sharif dalam pernyataannya.
"Musuh tak akan pernah dibiarkan berhasil mencapai tujuan jahatnya," imbuhnya.
Editor: A. Sentosa


