Arina.id. Serangan drone Israel dilaporkan menghajar Lebanon pada hari Senin (2/12/2024) di tengah-tengah kesepakatan gencatan senjata. Sementara 25 warga tewas akibat bombardir jet tempur Israel di Gaza Utara, Palestina.
Drone alias pesawat tanpa awak milik Israel menghajar buldoser Lebanon. Buldoser tersebut sedang mengerjakan konstrukti di dalam area militer Abbara, Hosh Sayyed Ali-Hermel, Hermel, Lebanon timur.
Laporan Antaranews menyebutkan seorang tentara Lebanon mengalami luka-luka setelah terkena serangan drone Israel.
Aksi yang dilakukan Israel itu terjadi di tengah situasi kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan pada 27 November 2024. Artinya, serangan drone Israel ke wilayah Lebanon terjadi 5 hari alias tidak sampai sepekan pasca gencatan senjata.
Sehari sebelumnya, AP News mewartakan pada Minggu, 1 Desember 2024, jet-jet tempur Israel melancarkan serangan udara di atas sebuah desa perbatasan Lebanon selatan.
Para tentara kemudian menggempur kota-kota dan desa-desa perbatasan lain yang berada di bawah kendali Israel. Hal ini dikatakan Kantor Berita Nasional Lebanon. Tidak ada korban jiwa selama peristiwa tersebut.
Militer Israel meminta kepada warga Lebanon agar tidak kembali lagi ke desanya. Mereka menerapkan Israel jam malam setiap hari untuk warga yang melintasi Sungai Litani.
Menurut laporan terbaru Al-Jazeera, Lebanon mengatakan serangan pesawat tak berawak Israel itu menewaskan anggota pasukan keamanan ketika sedang bertugas di Nabatieh. Wilayah ini berjarak 12 km dari perbatasan.
Pihak keamanan menyebutkan hal ini termasuk pelanggaran terhadap gencatan senjata. Meskipun demikian, Israel tetap saja melakukan beberapa serangan di Lebanon selama beberapa hari terakhir.
Selain di Lebanon, serangan Israel juga terjadi di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina, selama hari Senin (2/12).
Sebanyak 25 orang dilaporkan tewas akibat serangan jet tempur Israel itu. Pencarian korban yang masih selamat terus dilakukan di bawah reruntuhan bangunan di Beit Lahia.
Editor: Abdul Fatah


