Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih membayangi berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu-Minggu, 28 Februari hingga 1 Maret 2026.
Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprakirakan terjadi secara beruntun di sejumlah provinsi, bahkan disertai angin kencang di beberapa daerah.
Pulau Jawa menjadi salah satu kawasan dengan potensi hujan intensitas tinggi yang cukup dominan. Jawa Tengah diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat selama periode tersebut. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, dengan tambahan potensi angin kencang di beberapa hari tertentu.
Di wilayah barat Indonesia, hujan sedang hingga lebat diperkirakan melanda sejumlah provinsi di Sumatera seperti Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sementara di kawasan timur, potensi hujan sedang–lebat hingga lebat–sangat lebat juga diprediksi terjadi di Bali–Nusa Tenggara serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Berikut selengkapnya prediksi cuaca ekstrem pada 28 Februari dan 1 Maret 2026 dikutip dari laman BMKG:
Sabtu, 28 Februari 2026
Hujan Sedang–Lebat:
Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan.
Hujan Lebat–Sangat Lebat:
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat.
Angin Kencang:
Bali, Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan.
Minggu, 1 Maret 2026
Hujan Sedang–Lebat:
Bali, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan.
Hujan Lebat–Sangat Lebat:
Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
Angin Kencang:
Bali, Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan.
Dengan sebaran potensi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan pesisir yang rentan terdampak angin kencang.
Pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.
Editor: Kendi Setiawan


