Tantangan yang dihadapi di zaman modern ini memang semakin berat dan kompleks, terutama dengan kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, khususnya melalui media sosial. Sumber informasi yang tidak terkontrol dan kurangnya penyaringan dapat mempengaruhi perilaku dan pemikiran.
Isu-isu seperti fitnah, pergaulan bebas, perzinahan, serta perilaku yang melanggar norma agama dan sosial semakin marak. Ini menciptakan rasa waswas dan kecemasan, baik bagi orang tua maupun generasi muda, karena tekanan sosial dan godaan untuk berperilaku menyimpang semakin sulit dihindari.
Media sosial, sebagai salah satu hasil dari kemajuan teknologi, telah membawa banyak manfaat, seperti memperluas akses informasi dan memudahkan komunikasi. Namun, di sisi lain, platform ini juga menjadi tempat di mana informasi yang menyesatkan, konten tidak pantas, serta pergaulan bebas dipromosikan secara luas.
Generasi muda yang belum memiliki kontrol diri yang cukup kuat dapat dengan mudah terpengaruh oleh arus negatif ini. Dalam konteks ini, bukan hanya godaan terhadap pergaulan bebas dan perzinahan yang menjadi masalah, tetapi juga potensi terjadinya maksiat secara lebih umum, termasuk perilaku konsumtif, hedonisme, serta budaya yang meremehkan nilai-nilai moral dan agama.
Salah satu upaya yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk menghadapi berbagai tantangan ini adalah dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui doa. Setelah sholat, kita dianjurkan untuk memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari fitnah dunia, termasuk fitnah pergaulan bebas, perzinahan, dan segala bentuk maksiat.
Doa ini penting sebagai bentuk pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan berbagai godaan dunia, sekaligus sebagai bentuk penyerahan diri dan permohonan bantuan kepada Allah untuk menjaga diri dan keluarga tetap berada di jalan yang lurus.
Terkait hal ini sebaiknya berdoa bersama agar terhindar dari fitnah itu semua:
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بِلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسلِمِينَ عامة. رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahummadfa’ annal ghala’ wal waba’ war riba waz zina waz zalazila wal mihan wa su’al fitan ma dzahara minha wama batana an baladina hadza khassah wa an sa’iri biladil muslimina ammah. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qina adzabannar.
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah diri kami dari perbuatan melampaui batas, terkena wabah, riba, zina, gempa, musibah/ cobaan, buruknya fitnah yang tampak dan samar khususnya di negeri ini dan umumnya di negeri yang berpenduduk mayoritas Islam. Ya Allah anegerahkan kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jagalah kami dari siksa neraka."
(Dikutip dari Buku Khutbah Pembangunan hlm. 190 karya KH Ahmad Abd Hamid Kendal)
Editor: Muhammad Faizin


