Dark
Light
Dark
Light

Bagaimana Tubuh Bertahan Tanpa Makan dan Minum Seharian? Ini Penjelasannya menurut Hasil Penelitian

Bagaimana Tubuh Bertahan Tanpa Makan dan Minum Seharian? Ini Penjelasannya menurut Hasil Penelitian

Tubuh manusia memiliki mekanisme luar biasa untuk bertahan tanpa makanan dan minuman selama berjam-jam, seperti saat berpuasa.

Ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan dan minuman, tubuh mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan untuk mempertahankan fungsi vital. Proses ini melibatkan berbagai sistem dalam tubuh, termasuk metabolisme, hormon, dan keseimbangan cairan.

Saat asupan makanan dihentikan, tubuh pertama-tama menggunakan glukosa yang tersimpan di hati dan otot sebagai sumber energi. Menurut Guyton dan Hall (2016) dalam Textbook of Medical Physiology, glikogen di hati dapat mencukupi kebutuhan energi selama sekitar 12 hingga 24 jam sebelum tubuh beralih ke sumber energi lain.

Setelah glikogen habis, tubuh mulai melakukan proses yang disebut glukoneogenesis, yaitu produksi glukosa dari lemak dan protein. Proses ini memastikan kadar gula darah tetap stabil agar otak dan organ vital tetap berfungsi.

Saat tubuh beradaptasi lebih lanjut, lemak menjadi sumber energi utama. Lemak yang tersimpan dipecah menjadi asam lemak dan keton, yang kemudian digunakan oleh otak dan otot sebagai bahan bakar. Studi oleh Cahill (2006) dalam Fuel Metabolism in Starvation menjelaskan bahwa produksi keton meningkat setelah 24–48 jam tanpa makanan, memungkinkan tubuh untuk tetap mendapatkan energi meskipun tanpa asupan glukosa.

 

Meskipun tubuh dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa hari, kekurangan air memiliki dampak yang lebih cepat. Tubuh kehilangan cairan melalui keringat, urin, dan pernapasan, sehingga keseimbangan cairan harus dijaga dengan baik.

Penelitian oleh Jéquier dan Constant (2010) dalam Water as an Essential Nutrient: The Physiological Basis of Hydration menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, kelelahan, dan sakit kepala. Namun, tubuh memiliki mekanisme untuk menghemat air, seperti mengurangi produksi urin dan meningkatkan pelepasan hormon antidiuretik untuk mempertahankan cairan dalam tubuh.

Selain adaptasi metabolisme dan cairan, hormon juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh selama tidak makan dan minum. Hormon insulin turun, sementara hormon glukagon dan kortisol meningkat untuk membantu proses pemecahan energi dari cadangan tubuh. Menurut penelitian oleh Cahill (2006), hormon ini memungkinkan tubuh untuk tetap berfungsi secara optimal meskipun tanpa asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu.

Secara keseluruhan, tubuh manusia memiliki sistem adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi kondisi tanpa makanan dan minuman selama seharian. Proses ini melibatkan pemanfaatan glikogen, pembentukan keton, pengaturan keseimbangan cairan, serta perubahan hormonal untuk menjaga fungsi organ vital. Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat lebih menghargai bagaimana tubuh bekerja dan pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi dalam kehidupan sehari-hari.
 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo