Dark
Light
Dark
Light

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Penulis Sejarah

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Penulis Sejarah

Lamine Yamal adalah bocah ajaib penulis sejarah. Ahad malam lalu di Stadion Santiago Bernabeu, dia membuat sejarah dalam laga El Clasico – duel klasik antara Barcelona melawan Real Madrid. Dalam laga sakral itu, namanya tercatat sebagai pencetak gol termuda pada usia 17 tahun 106 hari. Barcelona pun menang 4-0.

Selang sehari, dia kembali membuat sejarah. Di Théâtre du Châtelet – gedung pertunjukan bergengsi di Paris, Prancis, Yamal dinobatkan sebagai pemenang Kopa Trophy. Perhargaan ini diberikan kepada pemain sepak bola muda. Tahun lalu, penghargaan ini diraih oleh Jude Belingham, pemain Real Madrid asal Inggris.

Lagi-lagi, dia membuat sejarah. Yamal merupakan pemain termuda dalam sejarah yang meraih trofi itu. "Merupakan suatu kehormatan untuk memenangkan penghargaan ini," katanya saat menerima penghargaan itu.  

Malam di Paris itu menjadi penyempurna kariernya di tahun ini. Juni lalu, Yamal yang membela tim nasional Spanyol berhasil menjadi juara Piala Eropa yang diselenggarakan di Jerman.

Turnamen yang melambungkan namanya. Di sana dia menciptakan empat gol dalam tujuh pertandingan. Salah satu golnya pada saat melawan Prancis di semifinal dinobatkan sebagai gol terbaik. Dia juga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Turnamen.

Tak hanya di lapangan, Yamal juga membuat dunia terkagum-kagum. Sebabnya, Yamal yang masih berstatus murid kelas terakhir di sebuah SMA di Barcelona, tetap mengerjakan pekerjaan rumah di sela-sela mengikuti turnamen penting. Dalam video yang dirilis di kanal YouTube resmi Timnas Spanyol, ketika itu terlihat dia sedang mengerjakan tugas sekolah.  

Namun yang lebih heboh adalah ketika foto-fotonya semasa bayi bersama sang legenda Barcelona, Lionel Messi – yang kala itu berusia 20 tahun, muncul di Instagram milik ayahnya, Mounir Nasraoui. “Awal dari dua legenda”, begitu caption yang ditulisnya.

Foto itu sebenarnya merupakan hasil jepretan Joan Monfort, yang bekerja sebagai fotografer lepas untuk Associated Press. Kala itu, pada 2007, dia mendapat proyek pemotretan untuk UNICEF.  

Orang tuanya yang tinggal di Mataro mengikuti audisi untuk pemotretan itu. Yamal,  bayi montok itu pun terpilih untuk berfoto di Camp Nou dengan pemain Barca.  

Ketika foto-foto itu beredar di dunia maya pekan lalu, Monfort baru menyadari bahwa bayi tersebut adalah Lamine Yamal – pemain Spanyol yang tengah bermain di Piala Eropa. “Sangat menyenangkan dikaitkan dengan sesuatu yang menimbulkan sensasi seperti itu,” katanya. Dunia pun makin mencintai Yamal.

***

Di Mataro, akhir tahun 2022, orang-orang Maroko turun ke jalan merayakan kemenangan tanah leluhurnya atas Spanyol di Piala Dunia di Qatar. Kawasan ini memang dikenal sebagai tujuan imigran – termasuk mereka yang berasal dari negeri di Afrika Utara itu. Sekitar 20 persen penduduk kota itu adalah orang Maroko.  

Kawasan ini bukanlah surga. Menurut data dari Institut Statistik Nasional (INE), hampir 50 persen penduduk di sana berisiko jatuh miskin. Namun toh mereka tetap berdatangan ke sana.

Di sana ada Sheila Ebana datang dari Bata, Equatorial Guinea, lalu menjadi pelayan toko. Sedangkan Mounir Nasraoui, yang lahir di Larache, Maroko, bekerja sebagai tukang cat bangunan. Kedua bertemu lalu jatuh cinta dan menikah.

Lamine Yamal adalah anak mereka. Dia lahir di Esplugues de Llobregat, sebuah kawasan yang tak jauh dari Barcelona, 13 Juli 2007.  Meski pasangan ini berpisah saat Lamine berusia tiga tahun namun keduanya selalu meluangkan waktunya untuk si kecil.

Termasuk saat dia memulai menendang-nendang bola. Pada usia empat tahun, Yamal pun dimasukkan ke klub sepak bola anak-anak, La Torreta. Bakatnya yang menonjol jelas terlihat di antara anak-anak seusianya itu.

Lalu, cerita indah pun datang. Pada usia 6 tahun, dia mulai diincar oleh Barcelona. Yamal pun diundang untuk mengikuti sesi pelatihan di La Masia, akademi sepak bola yang terkenal itu. Pada usia 7 tahun, dia resmi menjadi pemain Barcelona.  Dia kemudian pindah ke Barcelona untuk tinggal dan berlatih di La Masia.  

Toh begitu, pesisir Granollers dan Mataro, dan yang terakhir, Rocafonda adalah sudut-sudut yang paling berkesan untuknya. Di sanalah Yamal selalu kembali setiap kali dia punya waktu luang, yakni saat La Masia libur.

Tempat itu teramat berkesan baginya. Saat dia mencetak gol, dia merayakannya dengan memberi isyarat angka 304 dengan tangannya. Itu adalah tiga angka terakhir dari kode pos Rocafonda. Angka itu tertera di gedung-gedung dan tempat sampah.  

Yamal memang dikaruniai bakat dan juga fisik yang luar biasa. Tubuhnya yang bongsor membuat karirnya melesat. Pada musim 2022–23. Pada awal September 2022, pelatih Xavi Hernandes memilihnya untuk berlatih dengan tim utama bersama dengan pemain muda lainnya.  

Xavi pun jatuh hati pada kemampuannya. Hingga akhirnya, Yamal melakukan debut tim pertamanya pada 29 April 2023.  Saat itu, usianya baru 15 tahun. Usia yang lebih muda dibandingkan para seniornya.

Sebut saja Ansu Fati dan  Gavi yang mendapat debut pada usia 16 tahun. Juga, sang legenda, Lionel Messi yang memulai debut bersama Barcelona pada usia 17 tahun. Pada musim itu pula, Barcelona menjadi juara La Liga. Lagi-lagi dia membuat sejarah menjadi pemain termuda yang meraih trofi, pada usia 15 tahun.   

***

Dengan segala catatan sejarah yang dibuatnya, di usia yang teramat muda -- Lamine Yamal telah beroleh banyak dari sepak bola. Tiga gelar, yang masih tersisa adalah mengantar Barcelona menjadi juara Liga Champions, membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia dan tentu saja rekor pribadi, meraih Ballon d’Or – atau penghargaan tertinggi sebagai Pemain Terbaik.

Saat ini, memang belum waktunya untuk Yamal. Walau pun untuk tahun ini, namanya telah masuk dalam daftar 10 besar pemain yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan tahun ini.   

Dia pun ingin segera mendapatkannya. "Saya berharap saya bisa memenangkan Ballon d'Or sesegera mungkin, itu adalah tujuan semua pemain,” kata usai menerima penghargaan Kopa Trophy.

Sampai saat ini, rekor pemain termuda peraih penghargaan tertinggi itu dipegang oleh Ronaldo Nazario. Pemain Brasil itu pertama kali meraih trofi itu pada usia 21 tahun. "Mereka mengatakan ‘suatu hari nanti saya bisa memecahkan rekor Ronaldo’. Akan sangat fantastis untuk memiliki karier seperti dia," tambah Yamal.

Yamal masih punya banyak waktu. Dia pun tahu untuk mendapatkan impiannya itu adalah dengan menikmati setiap pertandingan.

Kini, performanya pun terus mengilap. Di bawah asuhan pelatih asal Jerman, Hansi Flick dia telah membantu Barça memenangkan 10 dari 11 pertandingan pembukaan mereka di LaLiga.

Yamal bersama Rapinha dan Robert Lewandowski ini menjadi trisula yang menakutkan. Dalam 14 penampilan di semua kompetisi musim ini, ia telah mencetak enam gol dan tujuh assist. Termasuk golnya ke Real Madrid, dalam laga El Clasico, Ahad lalu.  Dia pun terus menulis sejarah.

Di malam itu juga dia mencatat sejarah baru, namanya masuk dalam 10 Besar peraih Balon d’Or atau penghargaan Pemain Terbaik tahun ini. Yamal berada di posisi kedelapan.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.


Editor: Fajar WH
Al-Quran Digital

Human Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo