Karya fiksi memiliki kekuatan amat besar dalam membentuk cara pandang seseorang terhadap kehidupan, termasuk dalam menelisik hidup anak. Umumnya, dunia anak penuh dengan keingintahuan dan emosi yang sering kali sulit dipahami oleh orang dewasa. Melalui cerita yang menyentuh, penuh imajinasi, dan sarat makna, fiksi dapat membantu orang dewasa melihat dunia dari perspektif dan suara anak.
Berbagai cerita fiksi telah berhasil menggambarkan pengalaman masa kanak-kanak dengan amat jujur dan mendalam, menjadikannya jembatan bagi pembaca untuk lebih mengerti cara berpikir dan perasaan anak-anak. Berikut adalah beberapa karya fiksi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang dunia anak.
1. Novel Matilda
Matilda adalah novel anak karya Roald Dahl yang pertama kali terbit tahun 1988. Buku ini mengisahkan seorang gadis cilik bernama Matilda Wormwood yang luar biasa cerdas dan pintar. Ia digambarkan gemar membaca dan kritis. Matilda diceritakan harus menghadapi tantangan menghadapi orang tuanya yang serakah dan kasar. Selain itu, juga kepala sekolah yang kejam.
Namun, ia menemukan kenyamanan dalam bimbingan guru baik hati, yaitu Miss Honey. Seiring waktu, Matilda menyadari bahwa ia memiliki kekuatan telekinesis yang dapat digunakan untuk membela diri dan orang-orang di sekitarnya, termasuk Miss Honey yang ia sayangi.
Dengan gaya khas Roald Dahl yang penuh imajinasi dan humor tajam, Matilda menjadi salah satu buku yang memuat kisah inspiratif tentang kecerdasan sekaligus mengajak pembaca memahami dunia anak yang penuh keajaiban. Paling penting, Dahl menggarisbawahi pentingnya buku dan kasih sayang bagi perkembangan anak.
2. Novel Because of Winn-Dixie
Because of Winn-Dixie adalah novel anak karya Kate DiCamillo yang pertama kali terbit pada tahun 2000. Buku ini mengisahkan Opal Buloni, seorang bocah berusia 10 tahun yang baru pindah ke kota kecil di Florida bersama ayahnya, seorang pendeta. Suatu hari, Opal menemukan seekor anjing liar di sebuah supermarket Winn-Dixie dan memutuskan untuk merawatnya.
Kehadiran anjing tersebut ternyata membawa perubahan besar dalam hidupnya. Perlahan, Opal mampu membangun persahabatan dengan orang-orang di kota serta memahami kisah masa lalu ibunya yang telah meninggalkannya. Novel ini menampilkan pentingnya keterbukaan, kasih sayang, dan pergaulan dalam proses perkembangan anak.
3. Novel Anne Of Green Gables
Anne of Green Gables adalah novel klasik karya Lucy Maud Montgomery yang pertama kali terbit pada tahun 1908. Buku ini memiliki seri hingga delapan jilid yang mengisahkan kehidupan Anne Shirley, seorang gadis yatim piatu berusia 11 tahun yang secara tidak sengaja diadopsi oleh Matthew dan Marilla Cuthbert.
Anne yang ceria, imajinatif, dan penuh semangat segera memenangkan hati orang-orang di sekitarnya meskipun sering terlibat dalam berbagai kekacauan karena sifatnya yang impulsif. Seiring waktu, ia tumbuh menjadi gadis cerdas dan berbakat, menghadapi berbagai tantangan dengan keberanian dan kehangatan. Anne of Green Gables menjadi salah satu novel yang sangat membantu dalam memahami tumbuh kembang anak-anak, terutama perempuan.
4. Novel The Secret Garden
The Secret Garden adalah novel klasik anak-anak karya Frances Hodgson Burnett yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1911. Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Mary Lennox, seorang gadis yatim piatu yang pemarah dan berani. Suatu ketika, karena orang tuanya telah tiada, Mery harus pergi untuk tinggal di rumah pamannya yang berada di Inggris.
Di rumah pamannya, Mary menemukan taman tersembunyi yang telah lama terkunci dan terlupakan. Dengan bantuan Dickon, seorang anak desa yang mencintai alam, serta sepupunya yang sakit-sakitan, Mary mulai menghidupkan kembali taman tersebut. Seiring berjalannya waktu, taman ajaib ini tidak hanya membawa keindahan, tetapi juga menyembuhkan luka hati dan mengubah hidup mereka.
Novel ini mengangkat tema pertumbuhan, keajaiban alam, dan kekuatan persahabatan. Dengan alur yang menyentuh dan penuh inspirasi, The Secret Garden menjadi salah satu cerita klasik yang terus dicintai dari generasi ke generasi. Paling utama, novel ini membuka pandangan pembaca tentang pentingnya menghubungkan hidup anak dengan hewan, tumbuhan, dan interaksi secara nyata.
5. Novel Pippi Longstocking (1945)
Pippi Longstocking adalah novel anak karya Astrid Lindgren yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1945. Buku ini mengisahkan petualangan Pippi, seorang gadis berambut merah, dua kuncir khas, dan kaus kakinya yang panjang. Ia hidup mandiri di Villa Villekulla bersama hewan perliharaannya.
Pippi adalah gambaran dari gadis cilik yang penuh keberanian, imajinatif, dan mandiri. Ia tidak mengikuti aturan seperti anak-anak lain, tetapi justru menikmati hidup dengan cara yang unik dan menyenangkan. Karakter Pippi memberikan pengaruh besar bagi anak perempuan di zamannya dalam mendefinisikan hidup.
Pippi menjadi antitesis dari banyak aturan atau budaya yang mengkonstruksi perempuan menjadi lemah dan bergantung dengan orang lain. Novel ini mengajarkan tentang kemandirian, kreativitas, dan kebebasan berpikir. Dengan humor yang khas dan karakter yang ikonik, Pippi Longstocking menjadi salah satu karya klasik anak-anak yang tetap dicintai hingga kini.
6. Kumcer Taman Tanpa Aturan
Taman Tanpa Aturan (2023) susunan Noor H. Dee adalah buku anak yang banyak menjawab pertanyaan orang dewasa tentang ‘apa’ dan ‘bagaimana’ kehidupan anak-anak. Buku ini tipis dan ringan. Harganya setara satu tiket bioskop. Membacanya pun bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang menguliti keberadaan anak-anak. Sering kali, hidup anak dianggap hanya sebatas kepolosan dan bermain, tetapi ternyata dunia anak melampaui hal itu. Di tubuh para bocah mengandung kejujuran, imajinasi, kreativitas, semangat, dan kejujuran. Melalui buku Taman Tanpa Aturan, pembaca bisa mengenal berbagai hal yang terkadung dalam pikiran dan hati anak-anak.
7. Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang
Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang adalah buku bacaan anak karya Luis Sepulveda yang pertama kali terbit tahun 1996. Buku ini bercerita tentang pengasuhan anak yang diperankan oleh para binatang. Tokoh utama dari karya ini adalah Zobras, kucing jantan yang amat maskulin.
Buku ini sangat apik mengisahkan proses pengasuhan anak yang diletakkan pada sosok binatang. Pembaca lebih mudah menerima pesan yang ingin disampaikan penulis karena terbalut dalam cerita yang imajinatif dan penuh humor. Sepulveda menyelipkan banyak pesan indah tentang persahabatan, kesetiaan untuk menepati janji, dan renungan tentang perbuatan manusia terhadap lingkungan. Paling penting, ia juga meletakkan pesan tentang pentingnya sentuhan maskulin dan feminin dalam perkembangan jiwa anak.
8. Novel Titipan Kilat Penyihir
Titipan Kilat Penyihir atau Kiki’s Delivery Service adalah novel asal Jepang susunan Eiko Kadono. Buku ini pertama kali terbit tahun 1985 dan menghantarkan penulisnya menerima Hans Christian Andersen Award, penghargaan bergengsi sastra anak dunia. Novel ini sangat apik mengisahkan pentingnya kemandirian hidup bagi seorang anak.
Kiki, bocah cilik berusia tiga belas tahun dikisahkan mengadu nasib di kota besar atas nama budaya. Dalam tradisi kehidupan penyihir, hal itu harus dilakukan. Meski dipenuhi rasa takut, Kiki memberanikan diri untuk meninggalkan rumah, orang tua, dan segala kemanjaan yang diterimanya sejak bayi.
Dengan bekal seekor kucing hitam dan kemampuan terbang dengan sapu, ia pamit dan memulai hidupnya yang baru. Novel ini mengulik sisi lain dalam diri anak yang kerap diposisikan inferior dan selalu membutuhkan pendampingan dari orang dewasa.
Editor: Kendi Setiawan


