Dark
Light
Dark
Light

Tata Niat dan Doa untuk 'Rojali' dan 'Rohana' saat Masuk Mal

Tata Niat dan Doa untuk 'Rojali' dan 'Rohana' saat Masuk Mal

Arina.id - Fenomena “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) dan “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya) kini jadi bahan candaan sekaligus sindiran di media sosial. Istilah ini menggambarkan kebiasaan sebagian orang yang masuk ke mal atau toko hanya untuk lihat-lihat, tanya-tanya, coba-coba, tapi ujung-ujungnya nggak beli apa-apa.

Memang sih, hukum menjadi Rojali dan Rohana belum tentu haram. Tapi kalau niatnya hanya untuk "main-main" dan tanpa adab, bisa jadi malah tergelincir ke perilaku yang kurang baik secara Islam.

Nah, biar jalan-jalan ke mal nggak berujung dosa-dosa kecil yang menumpuk, yuk tata niat dan baca doa ini sebelum melangkah masuk!

1.  Niatkan untuk Hal yang Bermanfaat

Sebelum ke mal, niatkan dalam hati:

نويت شكرا نعمة الله تعالي ونظر الاحوال

Nawaitu syukran ni‘matillah wa nadharal ahwal.

Artinya: “Aku niat bersyukur atas nikmat Allah dan ingin melihat kondisi sekitar.”

Dengan niat yang baik, bahkan jalan-jalan pun bisa bernilai ibadah. Misalnya: niat cari kebutuhan pokok, belajar harga pasar, atau sekadar refreshing yang sehat.

2. Baca Doa Sebelum Masuk Mal

Mal termasuk tempat ramai, yang di dalamnya banyak godaan, baik visual, finansial, maupun sosial. Maka, bacalah:

اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, berlaku bodoh atau dibodohi.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Doa ini bagus dibaca ketika akan masuk tempat ramai, termasuk mal, agar terhindar dari sikap impulsif, pamer, atau menyusahkan orang lain.

Terdapat pula dzikir yang dianjurkan untuk dibaca saat masuk pasar, termasuk diantaranya ialah mal, sebagaimana tertuang dalam kitab At-Targhib wa at-Tarhib, j. II, h. 337:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ : لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ. رواه الحاكم 

Artinya: “Siapa saja yang masuk ke pasar lalu membaca dzikir yang artinya: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Allah Dzat yang menghidupkan dan yang membinasakan, Allah Dzat adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah binasa, hanya pada kekuasan-Nya lah kebaikan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’; maka Allah pastikan bagi orang yang membacanya itu sejuta kebaikan, Allah lebur darinya sejuta keburukan, dan Allah angkat baginya sejuta derajat.” (Hadits riwayat al-Hakim)

3. Jangan Merugikan Pedagang

Ingat, Islam melarang menyusahkan orang lain. Jadi kalau cuma mau “lihat-lihat doang”, lakukan dengan adab:

  • Jangan banyak nanya kalau memang nggak niat beli.
  • Jangan mencoba barang terlalu banyak lalu pergi begitu saja.
  • Jangan pegang-pegang tanpa izin.
  • Jangan selfie dan ambil foto produk untuk pamer di medsos tanpa izin.
  • Kalau tetap mau tanya, pastikan dengan sopan dan beri isyarat bahwa kamu belum tentu beli, agar tidak membebani penjual.

4. Waspada Godaan Konsumtif

Mal itu gudangnya godaan. Banyak promo, diskon palsu, dan iklan visual yang bisa bikin khilaf. Maka, berdoalah agar tidak boros:

اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya: “Ya Allah, cukupkan aku dengan yang halal dari-Mu, jauhkan aku dari yang haram, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”

Jalan-jalan ke mal bukan perkara haram. Tapi kalau niat dan caranya salah, bisa saja jadi celah untuk dosa kecil: menyusahkan penjual, buang waktu, atau riya di media sosial. Jadi, kalau kamu termasuk “Rojali” atau “Rohana”, jangan lupa bawa adab, niat baik, dan doa!

Karena dalam Islam, sekecil apa pun aktivitas, kalau diniatkan karena Allah dan dilakukan dengan sopan, bisa jadi ladang pahala. Tapi kalau asal main dan niatnya cuma “cuci mata”, hati-hati, bisa jadi bukan cuma mata yang “tercuci”, tapi juga pahala yang “terhapus”.

Kalau belum niat belanja tapi penasaran dengan barang, cukup lihat-lihat dengan cepat, hindari banyak tanya, dan ucapkan “InsyaAllah kalau butuh, saya kembali ya.” Itu sudah cukup sopan, dan meringankan kerja karyawan toko. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo