Dark
Light
Dark
Light

Rudal Sejjil Iran, Batu Panas Pemusnah Raja Abrahah dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an

Rudal Sejjil Iran, Batu Panas Pemusnah Raja Abrahah dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an

Arina.id - Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menggunakan Sejjil, rudal balistik untuk menyerang Israel dalam operation true promise 3 gelombang ke-12 pada Rabu (18/6/2025) malam waktu setempat. 

Diketahui bahwa rudal ini sudah lama dibuat dan disimpan oleh Iran sejak 2008. Rudal ini dilaporkan mempunyai bobot 23 ton, panjang sekitar 18 meter, dan diameter sekitar 1,25 meter, bermuatan peledak padat sekitar 700 kilogram, dan mampu menempuh jarak 2000 kilometer sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah Israel.

Banyak para narator berita menyebut rudal ini terinspirasi dari nama Sijjil (سجيل), yakni batu panas yang digunakan untuk menumpas pasukan Raja Abrahah, yang ingin menyerang Ka’bah dalam surat al-Fiil ayat 4 berikut:

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ 

Artinya: "Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar."

Namun, jika dikaji menurut persepektif Al-Qur’an dan tafsirnya, kata Sijjil tidak hanya digunakan untuk membumi hanguskan Raja Abrahah dan pasukannya. Akan tetapi Sijjil juga digunakan untuk menyiksa kaum Sodom, kaum Nabi Luth. 

Sebagaimana tertulis dalam surat Hud ayat 82 berikut:

فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ 

Artinya: "Maka, ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya (negeri kaum Lut) dan Kami menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi." 

Juga surat al-Hijr ayat 74 berikut:

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ 

Artinya: "Maka, Kami menjungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami menghujani mereka dengan tanah yang membatu."

Muhammad al-Tahir bin Asyur menjelaskan mengutip Ibnu Abbas bahwa Sijjil merupakan kata serapan dari bahasa persia, sebagai berikut:

وعنه أن سجيل معرب سنك كل من الفارسية، أي عن كلمة (سنك) وضبط بفتح السين وسكون النون وكسر الكاف اسم الحجر وكلمة (كل) بكسر الكاف اسم الطين ومجموع الكلمتين يراد به الآجر.

Artinya: "Dan darinya (Ibnu Abbas) bahwa Sijjil adalah serapan dari bahasa Persia, سنك كل, yakni Sanki dengan membaca fathah sin, mensukun nun, dan mengkasrah kaf, yakni penyebutan untuk batu, dan kil dengan mengkasrah kaf, adalah penyebutan untuk tanah liat. Kedua kata itu jika digabungkan akan memberikan arti batu bata." (al-Tahrir wa al-Tanwir, [Tunisia: Dar Tunisia, 1984], vol. 30, hal. 550.).

Sijjil diartikan sebagai tanah liat yang mengeras hingga membatu, demikian banyak ditemui dalam berbagai penafsiran ulama. Perlu diketahui pula bahwa Allah sudah menyinggung manka Sijjil tersebut dalam ayat lain 

Sebagaimana catatan Afifuddin Dimyathi dalam Hidayatul Qur’an fi Tafsiril Qur’an bil Qur’an [Yogyakarta: Maktabah Iskandariyah, 2024, vol. 4, hal. 524.], bahwa makna itu ditunjukkan dalam surat al-Dzariyat ayat 33 berikut:

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍۙ 

Artinya: "Agar kami menimpa mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah liat." 

Ibnu Asyur menyimpulkan bahwa batu yang menghantam Ashabul Fill sejenis dengan batu yang menghantam kaum Nabi Luth memandang keterkaitan tiga ayat yang mengandung kata Sijjil.

Berikut catatan Ibnu Asyur:

فتعين أن تكون الحجارة التي أرسلت على أصحاب الفيل من جنس الحجارة التي أمطرت على قوم لوط، أي ليست حجرا صخريا ولكنها طين متحجر دلالة على أنها مخلوقة لعذابهم

Artinya: "Memandang keterkaitan al-Fil ayat 4 dengan Hud 82, dan al-Hijr 74, maka jelas bahwa batu yang diperintahkan untuk menghantam Ashabul Fil tunggal jenis dengan batu yang menghujani kaum Nabi Luth, yakni bukan batu biasa, akan tetapi tanah liat yang membatu, yang menunjukkan dia diciptakan untuk menyiksa mereka." (Al-Tahrir wa Al-Tanwir, vol. 30, hal. 550.).

Walhasil, Sijjil dalam kajian Al-Qur’an dan tafsirnya bermakna tanah liat yang membatu, atau batu yang berbahan dasar tanah liat, yang digunakan untuk menumpas pasukan Raja Abrahah dan juga Kaum Nabi Luth. 

Pemilihan nama ini memang sangat relevan untuk senjata tempur seperti rudal balistik, yakni senjata yang digunakan untuk melancarkan serangan udara, sama persis dengan Sijjil sebagai batu dari neraka yang dihujankan untuk membumi hanguskan Ashabul Fiil dan Kaum Sodom.

Konon nama yang disematkan kepada alat pertempuran juga memberikan nilai kewibawaan tersendiri bagi pemiliknya dan memiliki daya hancur secara psikologis bagi sasaran serangnya. Sebut saja seperti rudal balistik milik Rusia yang dinamai dengan Satan dan Tsar Bomba. Juga seperti pusaka tokoh-tokoh Jawa seperti Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro, dan banyak pusaka lainnya. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo