Dark
Light
Dark
Light

Cara Terbaik Suami dalam Menyikapinya Istri yang Sedang Marah

Cara Terbaik Suami dalam Menyikapinya Istri yang Sedang Marah

Arina.id - Jamak diketahui bahwa kunci kebahagiaan rumah tangga bermuara dari sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun ada satu hal yang juga menjadi parameter yaitu komunikasi sehat antara suami istri. Komunikasi antara suami istri penting, karena pokok permasalahan akan mudah dicarikan solusinya. 

Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), perselisihan yang kerap muncul di antara suami istri, biasanya dipicu oleh sifat tidak jujur, sembunyi-sembunyi hingga kemudian muncul rasa curiga. Tidak hanya itu, rasa marah, atau bahkan caci maki sering meletup di antara keduanya. 

Demi menjaga keutuhan rumah tangga akhirnya salah satu dari mereka harus mengalah. Umumnya dalam hal ini yang menjadi korban adalah istri. Namun tidak menutup kemungkinan suami juga menjadi korban kekerasan verbal seorang istri. Misal istri sedang menstruasi, biasanya suasana hati berpotensi sensitif.

Lantas seperti apakah sikap yang harus diambil oleh suami saat menghadapi istri yang sedang marah atau uring-uringan?. 

ولذا جاء في الحديث الذي رواه مسلم في صحيحه عن أبى هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يفرك مؤمن مؤمنة، إن كره منها خلقا رضى منها آخر. قال النووي في شرحه على صحيح مسلم: أي ينبغي أن لا يبغضها؛ لأنه إن وجد فيها خلقا يكره وجد فيها خلقا مرضيا، بأن تكون شرسة الخلق، لكنها دينة، أو جميلة، أو عفيفة، أو رفيقة به، أو نحو ذلك. اهـ.

Artinya: "Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah, yang berkata: Rasulullah bersabda: “Seorang laki-laki yang beriman tidak boleh membenci seorang wanita yang beriman. Jika ia tidak menyukai satu sifat pada wanita tersebut, maka ia akan senang dengan sifat yang lain. An-Nawawi menafsirkannya: “Yaitu, ia tidak boleh membenci wanita tersebut, karena jika ia menemukan sifat yang tidak ia sukai pada wanita tersebut, maka ia akan menemukan sifat yang ia sukai pada wanita tersebut, seperti sifatnya yang garang tetapi taat beragama, cantik, suci, lemah lembut kepadanya, atau yang semisalnya.”

Dalam riwayat lain:

 مَن صَبَرَ عَلَى سُوءِ خُلُقِ امْرَأَتَهِ أَعْطَاهُ اللّٰهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَا أَعطَا أَيُّوبَ عليه السلام عَلى بَلَاءِهِ

Artinya: "Barang siapa bersabar atas akhlak buruk istrinya, maka Allah memberikan pahala kepada dirinya seperti pahala yang diberikan Allah kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan (yang menimpa)."

Meski riwayat ini oleh Al-Iraqi dalam kitab Takhrij al-Hadits tidak ditemukan asalnya, namun makna yang dikandung memiliki pesan agar seorang suami tetap bersabar seperti yang dijalani oleh Nabi Ayyub.

Bagaimana tidak, cobaan demi cobaan besar menimpa diri Nabi Ayyub, mulai harta benda, rumah yang diambil oleh Allah, anak-anaknya meninggal dunia, menderita penyakit parah, dan lain sebagianya dihadapi dengan kesabaran oleh Nabi Ayyub. 

Sedangkan umat Nabi Muhammad, jika dia bersabar saat "diomeli" istri, dimarahi, maka akan mendapat keutamaan pahala seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Ayyub. 

Maka, dengan cara bersabar inilah Rasulullah memberi kabar gembira bagi para suami dalam menghadapi istrinya yang mungkin sering membuat hati jengkel. Pahala besar menanti mereka yang bersabar. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo