Dark
Light
Dark
Light

3 Shalawat Pilihan, Cocok untuk Diamalkan di Bulan Rabiul Awal

3 Shalawat Pilihan, Cocok untuk Diamalkan di Bulan Rabiul Awal

Syekh Abdul Hamid Kudus, dalam kitab Kanzun Najah menjelaskan bahwa pada bulan Rabiul Awal, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.  Pasalnya, bulan ini Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia dan membawa keberkahan serta kebaikan yang meluas ke seluruh alam. 

Sejatinya menurut Syekh Abdul Hamid, memperbanyak shalawat di bulan Rabiul Awal adalah cara untuk mengungkapkan rasa cinta dan penghargaan kepada Nabi yang merupakan sebaik-baiknya manusia dan pemimpin umat. Pun, memperbanyak amalan shalawat di bulan Rabiul Awal ini merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

اعلم أنه يطلب في هذا الشهر كثرة الصلاة والصيام على نبينا سيد الأنام صلى الله تعالى وسلم عليه وزاده شرفا وكرما لديه، لأن هذا الشهر العظيم قد ظهر فيه الخير العميم

Artinya; "Ketahuilah bahwa pada bulan ini [Rabiul Awal] dianjurkan memperbanyak shalawat dan puasa sunnah, sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi kita, sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah memuliakan dan mengutamakannya. Ini karena di bulan yang agung ini telah muncul kebaikan yang begitu luas dan keberuntungan yang besar dengan bersinarnya cahaya Nabi kita yang mulia di dunia."

Berikut ini 3 bacaan shalawat pilihan yang bisa diamalkan selama bulan Rabiul Awal ini. 

1. Shalawat Nariyah

Menurut Profesor Quraish Shihab, dalam bukunya Doa dalam Al-Qur'an, halaman 212 bahwa Shalawat Nariyah merupakan salah satu bentuk doa yang dinisbatkan kepada Sidi Ibrahim, seorang ahli dan praktisi tasawuf dari Maroko. 

Shalawat ini dikenal karena keutamaannya yang dapat mengatasi berbagai kesulitan dan mencapai kemudahan hidup, sehingga banyak diwiridkan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Shalawat ini pun diyakini dapat membawa manfaat besar, terutama dalam hal perlindungan dan kelapangan rezeki bagi orang yang mengamalkannya. Berikut bacaan shalawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ فيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allāhumma ṣalli ṣalātan kāmilatan wa sallim salāman tāmmān ʿalā sayyidinā Muḥammad, alladzī tunḥallu bihil-ʿuqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqḍā bihil-ḥawāʾiju wa tunālu bihir-raghāʾibu wa ḥusnul-khawātīmi wa yustasqāl-ghamāmu biwajhihil-karīmi, wa ʿalā ālihī wa ṣaḥbihī fī kulli lamḥatin wa nafasin biʿadadi kulli maʿlūmin laka.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yang dengan shalawat kepadanya kesulitan-kesulitan terurai, dengan berkahnya kesedihan-kesedihan lenyap, dengan syafaatnya hajat-hajat terpenuhi, dengan keberkahannya segala keinginan tercapai, dengan berkahnya akhir yang baik diperoleh, dan dengan wajahnya yang mulia, dimohonkan agar hujan turun. Serta limpahkanlah shalawat dan salam kepada keluarga dan sahabatnya, di setiap kilatan pandangan dan tarikan napas sebanyak bilangan yang diketahui oleh-Mu."

2. Shalawat Badar

Shalawat Badar merupakan salah satu shalawat yang populer di kalangan umat Islam di Indonesia yang diciptakan oleh KH M Ali Manshur pada sekitar tahun 1960-an. Shalawat ini terinspirasi dari kisah heroik Perang Badar, di mana pasukan Muslim yang kecil mampu meraih kemenangan besar dengan pertolongan Allah. Karya ini mencerminkan rasa syukur dan pengagungan kepada Rasulullah SAW, serta menjadi pengingat akan pentingnya keimanan dan perjuangan dalam meraih ridha Allah.

KH M Ali Manshur sendiri berasal dari keluarga ulama terkemuka. Dari pihak ayah, beliau merupakan keturunan Kiai Shiddiq Jember, sementara dari pihak ibu, beliau memiliki garis keturunan dari Kiai Basyar, seorang ulama yang dihormati di Tuban. Shalawat Badr mendapatkan tempat khusus di hati banyak umat karena syairnya yang indah dan makna spiritualnya yang dalam, mengajak umat untuk senantiasa memuji Rasulullah SAW dalam setiap kesempatan.

Berikut bacaannya shalwat badar: 

صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ ۞ عَلَى طٰـهَ رَسُـوْلِ اللهِ, صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ ۞ عَلَى يٰـسۤ حَبِيْبِ اللهِ

تَوَسَّلْنَــــا بِبِسْــــمِ اللّٰهِ ۞ وَبِالْـهَادِيْ رَسُـوْلِ اللهِ, وَ كُلِّ مُجَــــــاهِـدٍ لِلّٰهِ ۞ بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ,

إِلٰـهِيْ سَـلِّـمِ الْأُمَّــةَ ۞ مِنَ الْاٰفَـاتِ وَالنِّـقْـمَةِ, وَمِنْ هَـمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

إِلٰهِيْ نَجِّنَا وَاكْشِفْ ۞ جَـمِيْعَ أَذِيـَّةٍ وَاصْرِفْ, مَكَائِدَ الْعِدَا وَالْطُـفْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

إِلٰهِيْ نَـفِّسِ الْـكُرَبَا ۞ مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا, وَكُلِّ بَلِيَّـةٍ وَوَبَـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

فَكَمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ ۞ وَكَـمْ مِنْ ذِلَّةٍ فَصَلَتْ, وَكَـمْ مِنْ نِعْمَــةٍ وَصَلَتْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

إِلٰهِيْ اغْفِــرْ وَأَ كْرِمْنَا ۞ بِـنَيـْلِ مَطَالِبٍ مِنَّا, وَدَفْـعِ مَسَــــاءَةٍ عَـنَّـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

إِلٰهِيْ أَنْتَ ذُوْ لُطْـفٍ ۞ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ, وَكَـمْ مِنْ كُـــرْبـَةٍ تَنْفِيْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

وَصَـلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْبَرِّ ۞ بِلَا عَـدٍّ وَلَا حَـصْـرٍ, وَاٰلِ سَـــــــادَةٍ غُـــــــرٍّ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ thâha rasûlillâh, Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ yâsîn habîbillâh.

Tawassalnâ bi bismillâh ۞ wabil hâdi rasûlillâh, Wakulli mujâhidin lillâh ۞ bi ahlil badri yâ allâh

Ilâhi sallimil ummah ۞ minal âfâti wan niqmah, Wamin hammin wa min ghummah ۞ bi ahlil badri yâ allâh

Ilâhi najjinâ waksyif ۞ jamî‘a adziyyatin washrif Makâ'idal ‘idâ walthuf ۞ bi ahlil badri yâ allâh

Ilâhi naffisil kurbâ ۞ minal ‘âshîna wal athbâ, Wa kulli baliyyatin wa wabâ ۞ bi ahlil badri yâ allâh.

Fakam min raḫmatin ḫashalat ۞ wa kam min dzillatin fashalat, Wa kam min ni’matin washalat ۞ bi ahlil badri yâ allâh

Ilâhi-ghfir wa akrimnâ ۞ bi naili mathâlibin minnâ, Wadaf‘i masâ'atin ‘annâ ۞ bi ahlil badri yâ allâh.

Ilâhî anta dzû luthfin ۞ wadzû fadllin wadzû ‘athfin, Wa kam min kurbatin tanfî ۞ bi ahlil badri yâ allâh.

Wa shalli ‘alan nabiyyil barri ۞ bilâ ‘addin walâ ḫashrin, Wa âli sâdatin ghurrin ۞ bi ahlil badri yâ allâh

Artinya: "Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Thâhâ (Nabi Muhammad ﷺ) utusan Allah. Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Yâsîn (Nabi Muhammad ﷺ) kekasih Allah. Kami berwasilah dengan basmalah dan dengan nabi pembawa petunjuk yang menjadi utusan Allah. Dan dengan seluruh orang yang berjuang karena Allah, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah. Ya Allah, selamatkanlah umat dari bencana dan siksa. Dan dari kesusahan dan kesulitan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala yang menyakitkan. Jauhkanlah dari tipu daya musuh. Kasihilah kami lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah. Ya Allah, hilangkan kesusahan kami (yang muncul) dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan. Juga dari semua bencana dan wabah penyakit, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah. Sudah banyak rahmat yang telah digapai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan. Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

Ya Allah ampunilah segala kesalahan kami dan muliakan kami dengan menerima beberapa permohonan. Dan dengan menolak kesalahan-kesalahan kami, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah. Ya Allah, Engkaulah sang pemilik kelembutan, serta anugerah dan kasih sayang. Sudah banyak kesusahan yang sirna dari lantaran berkah sahabat pejuang Badar, ya Allah. Semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung. Semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah."

3. Shalawat Fatih

Syekh Muhammad Fathan an-Nadzifi, dalam kitab Ad-Durratul Kharidah, Syarh al-Yaqutu al-Faridah menjelaskan salah satu manfaat dari shalawat, sebagaimana dijelaskan Abu Abbas at-Tijani adalah kemampuannya untuk membuka apa yang tertutup dalam alam semesta. Alam semesta yang sebelumnya tertutup dalam tabir kebatilan dan ketiadaan, menjadi nyata dan ada berkat keberadaan Nabi Muhammad.

Selain itu, manfaat lain dari Shalawat Fatih adalah berfaidah untuk membuka pintu-pintu rahmat Ilahi. Keutamaan lain dari shalawat ini yaitu untuk membersihkan hati dari kesyirikan dan memasukkan iman ke dalamnya. Hati yang sebelumnya tertutup oleh kesyirikan menjadi terbuka melalui dakwah Nabi, sehingga iman dan hikmah dapat memenuhi hati tersebut. 

Dengan demikian, Shalawat Fatih tidak hanya membawa keberkahan dalam penciptaan, tetapi juga menjadi perantara untuk membuka pintu-pintu rahmat dan membersihkan hati dari kesesatan. Berikut bacaannya;

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ࣙالْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِيْ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

Allâhumma shalli `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-fâtiḫi limâ ughliqa, wal-khâtimi limâ sabaqa, nâshiril-ḫaqqi bil-ḫaqqi wal-hâdî ila shirâthikal-mustaqîm(i), wa `alâ âlihi wa shaḫbihi ḫaqqa qadrihi wa miqdârihil `adhîm(i)

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad , yang membuka apa yang tertutup, dan penutup kenabian yang telah berlalu, pembela kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus, serta kepada keluarga dan sahabatnya sesuai dengan hak dan kemuliaan mereka yang agung."


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo