Dark
Light
Dark
Light

Meneladani 5 Cara Rasulullah Minum

Meneladani 5 Cara Rasulullah Minum

Arina.id - Para rasul adalah hamba-hamba pilihan yang diutus oleh Allah SWT untuk membimbing manusia menuju jalan yang benar. Segala ucapan, perbuatan, dan sikap mereka menjadi pedoman hidup, bahkan menjadi sumber hukum dalam menjalani kehidupan. Selain itu, para rasul juga dibekali kitab suci sebagai panduan utama umat manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Di antara para rasul, Nabi Muhammad merupakan teladan utama yang seluruh aspek kehidupannya dijadikan rujukan. Ajaran Al-Qur’an yang berisi hukum, akhlak, dan hikmah tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga dijelaskan secara nyata melalui perilaku beliau sehari-hari.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Aisyah binti Abu Bakar dalam sebuah hadits riwayat Muslim:

كان خُلُقُ نَبي اللِه صلى الله عليه وسلم القرآن

Artinya: "Akhlak Nabi Muhammad itu Al-Quran" (HR. Muslim)

Makna akhlak di sini mencakup seluruh dimensi kehidupan, mulai dari hubungan dengan Allah, interaksi dengan sesama manusia, hingga perilaku dalam aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, berpakaian, tidur, dan berbagai aktivitas lainnya.

Adab Rasulullah dalam Minum

Dalam hal minum, Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang sangat rinci dan sarat makna. Beberapa adab yang dapat dipetik dari hadits-hadits beliau antara lain sebagai berikut:

Pertama, memulai dengan membaca bismillah. Hal ini sebagai bentuk kesadaran bahwa segala nikmat berasal dari Allah.

Kedua, menggunakan tangan kanan saat memegang gelas atau wadah minuman. Ini merupakan bagian dari adab yang diajarkan dalam banyak aktivitas.

Ketiga, minum dalam keadaan duduk. Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah melarang minum sambil berdiri. 

وعن أنس عن النبيِّ ﷺ: أنه نَهى أن يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Artinya: "Diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Rasulullah, beliau melarang seseorang untuk minum sambil berdiri."

Namun, larangan ini tidak bersifat mutlak haram, karena dalam kondisi tertentu beliau pernah minum sambil berdiri, seperti saat meminum air zamzam karena tidak tersedia tempat duduk yang memadai. Hal ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam praktik, sesuai dengan situasi.

Keempat, minum dengan tiga kali tegukan dan diselingi dengan jeda untuk bernapas. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah mengambil napas sebanyak tiga kali saat minum. 

أنَّ رسول الله ﷺ كَانَ يَتَنَفَّسُ في الشَّرابِ ثَلاثًا

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah mengambil nafas tiga kali saat minum" (Muttafaq Alaih)

Para ulama, seperti Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa maksudnya adalah bernapas di luar wadah minuman, bukan di dalamnya. Caranya dengan minum, kemudian berhenti sejenak untuk bernapas, lalu melanjutkan kembali hingga tiga kali.

Selain itu, penting juga memperhatikan kondisi minuman, apakah terlalu panas atau tidak, agar tidak membahayakan tubuh. Rasulullah sendiri diketahui menyukai minuman yang dingin dan manis, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA. Yang dimaksud dingin di sini adalah air yang sejuk secara alami, bukan yang didinginkan dengan es secara berlebihan.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الحُلْوَ البَارِدَ

Artinya: "Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: Minuman yang paling disukai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah yang dingin dan manis." (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Disahihkan oleh Al-Hakim) 

Kelima, menutup dengan doa setelah selesai minum. Rasulullah biasa membaca doa:

كَانَ رَسُولُ الله ﷺ َ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

Artinya: "Apabila Rasulullah selesai makan, maka Beliau membaca : "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana wa ja'alana muslimin." (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepada kami, dan memberi minum kepada kami dan menjadikan kami orang-orang islam)."

Meskipun doa ini disebutkan dalam konteks setelah makan, namun lafaz “wa saqana” (memberi minum) menunjukkan bahwa doa tersebut juga mencakup setelah minum.

Hikmah di Balik Adab Minum

Dari tuntunan ini, dapat dipahami bahwa Islam sangat memperhatikan hal-hal yang tampak sederhana seperti makan dan minum. Selain sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah, adab ini juga memiliki dampak besar bagi kesehatan fisik dan pembentukan karakter manusia.

Apa yang dikonsumsi seseorang tidak hanya mempengaruhi tubuhnya, tetapi juga berpengaruh pada perilaku dan kualitas hidupnya. Makanan dan minuman yang baik akan membawa kebaikan, sedangkan yang buruk dapat berdampak sebaliknya.

Dengan demikian, mengikuti adab Rasulullah dalam minum bukan hanya soal tata cara, tetapi juga bagian dari upaya membentuk pribadi yang sehat, disiplin, dan penuh kesadaran akan nikmat Allah SWT. Wallahu a’lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo