Arina.id - Hubungan intim dalam pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang diberkahi oleh Allah SWT. Ia bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga merupakan cara mempererat kasih sayang, membangun keintiman, dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dalam konteks ini, perempuan yang berinisiatif mengajak suaminya berhubungan intim terlebih dahulu memiliki banyak keutamaan yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan pernikahan. Berikut adalah beberapa keutamaan tersebut:
Sebagai Bentuk Kasih Sayang
Perempuan yang mengambil inisiatif untuk melakukan hubungan badah dengan suaminya menunjukkan bentuk perhatian dan kasih sayang kepada suaminya. Tindakan ini mengisyaratkan bahwa ia peduli terhadap kebutuhan emosional dan fisik pasangannya. Dalam Islam, saling menyayangi antara suami dan istri adalah perintah Allah, sebagaimana firman-Nya:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang..." (QS. Ar-Rum: 21).
Mempererat Hubungan Suami Istri
Inisiatif dari pihak istri dapat memperkuat ikatan emosional dan fisik antara suami dan istri. Hal ini menciptakan rasa saling memiliki dan menghargai. Suami yang merasa dihargai akan lebih terbuka untuk membalas perhatian tersebut dengan kasih sayang yang sama.
Mencegah Godaan dan Menjaga Kesetiaan
Salah satu hikmah besar dalam hubungan intim suami istri adalah menjaga pasangan dari godaan zina. Ketika seorang istri menunjukkan keinginan untuk menjaga hubungan intim yang sehat, ia membantu suaminya untuk tetap setia dan fokus pada hubungan pernikahan yang halal.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إلى فِرَاشِهِ، فَلَمْ تَأْتِهِ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلَائِكَةُ حتَّى تُصْبِحَ
Artinya: "Apabila seorang suami mengajak istri ke ranjangnya, lalu istri tidak melayani biologisnya, hingga suami begadang tengah malam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri hingga subuh tiba." (HR. Muslim. 4/157)
Sebaliknya, istri yang berinisiatif dapat mengurangi potensi konflik atau jarak emosional yang dapat berujung pada masalah rumah tangga.
Pahala Ibadah dalam Pernikahan
Hubungan intim dalam pernikahan adalah ibadah yang berpahala. Rasulullah SAW bersabda:
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
Artinya: “Dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah“. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah SAW menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim no. 2376)
Ketika istri berinisiatif, ia juga berkontribusi dalam melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Suami
Inisiatif dari istri dapat meningkatkan kepercayaan diri suami. Suami akan merasa diinginkan dan dihargai, sehingga ia lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam hubungan mereka. Hal ini berkontribusi besar pada keharmonisan rumah tangga.
Pahala Setara 200 kali Ibadah Haji dan Umrah
Abdul Malik bin Habib (Abu Marwan) Al-Qurthubi dalam kitab Adabun Nisa, halaman 292-293 menyebutkan bahwa seorang istri yang berinisitaif mengajak suaminya berhubungan badan berpotensi mendapatkan pahala setara 200 kali ibadah haji dan umrah:
ﻭﺃﻳﻤﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﻓﺮﺷﺖ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺑﻄﻴﺐ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﺪﺭﻫﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺃﻋﻄﺎﻫﺎ ﺛﻮﺍﺏ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺣﺠﺔٍ ﻭﻋﻤﺮﺓٍ، ﻭﻛﺘﺐ ﻟﻬﺎ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺣﺴﻨﺔٍ، ﻭﺭﻓﻊ ﻟﻬﺎ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺩﺭﺟﺔٍ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ!
Artinya: “Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka: (1) Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka; (2) memberinya pahala dua ratus ibadah haji dan umrah; (3) dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan; (4) diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di surga.”
Pada prinsipnya, bisa kita simpulkan bahwa perempuan yang berinisiatif mengajak suaminya berhubungan intim adalah contoh nyata dari seorang istri yang memahami pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Tindakan ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memperkuat cinta, rasa saling menghormati, dan kebahagiaan bersama.
Dalam Islam, hubungan suami istri yang baik adalah salah satu jalan menuju ridha Allah dan kebahagiaan dunia akhirat. Oleh karena itu, menjaga hubungan ini dengan baik adalah tanggung jawab bersama yang penuh keberkahan. Wallahu a’lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


