Dark
Light
Dark
Light

Kasih Sayang sebagai Strategi Dakwah Rasulullah

Kasih Sayang sebagai Strategi Dakwah Rasulullah

Arina.id - Rasulullah hadir sebagai pembimbing umat yang senantiasa mengajak ke arah kebaikan. Salah satu prinsip penting yang beliau tanamkan adalah memiliki rasa kasih sayang kepada sesama. Beliau selalu mengajak umat (dakwah) dengan cara yang arif dan kasih sayang.

Hal ini tidaklah mudah karena pada waktu itu, tradisi jahiliyah sangat merajalela seperti menyembah berhala, minum khamr, melaknat, membunuh bayi perempuan, rasisme, perang antar suku, dan sejenisnya.

Strategi dakwah dengan kasih sayang yang diterapkan Rasulullah terbukti efektif, sehingga beberapa tokoh penting dari kafir Qurais menyatakan masuk Islam, di antaranya, Abu Bakar, Umar, Abu Sufyan, Ikrimah dan para pembesar lainnya.

Dalam konteks kekinian, di tengah kerasnya persaingan hidup modern, ironisnya banyak orang cenderung mengabaikan fitrahnya untuk saling menyayangi. Padahal, semestinya mereka bisa belajar dari Rasulullah yang senantiasa mengajarkan dan menebarkan kasih sayang. Rasulullah tidak pernah melaknat atau menyakiti kaum musyrik yang menolak ajaran Islam.

Disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, nomor 2599, ketika Nabi Muhammad diminta untuk mendoakan celaka kaum musyrik:

عَن أَبِي هُرَيرَةَ قَالَ: قِيلَ لرَسُولَ اللَّهِ ﷺ: ادعُ عَلَى المُشرِكِينَ، قَالَ: إِنِّي لَم أُبعَث لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثتُ رَحمَةً

Artinya: "Wahai Rasulullah! Berdoalah agar kaum musyrikin celaka. Maka beliau menjawab: "Sesungguhnya aku tidaklah diutus untuk melaknat, namun aku diutus untuk menyebarkan kasih sayang."

Jawaban Rasulullah ini cermin dari Firman Allah :

وَمَا أَرْسَلْنكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعلَمِيْنَ 

Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya: 107)

Rasulullah telah mencontohkan betapa pentingnya berdakwah dengan dasar kasih sayang, sebab akan mudah diterima di setiap pergaulan. Tentunya dalam beberapa kasus tidak semua disikapi demikian, karena Rasulullah selain dikenal dakwahnya penuh kasih sayang, juga bertugas memberikan kabar berupa peringatan dan ancaman.

Dalam hadits riwayat ath-Thabrani di Mu'jam al-Kabir, Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

Artinya: "Maukah kalian aku kabarkan tentang penghuni neraka? Setiap orang yang congkak, dungu lagi sombong."

Dari sini menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah didasari sifat lemah lembut dan kasih sayang, dan tegas, memberikan kabar berupa kegembiraan, peringatan dan ancaman. Intinya, dalam perjuangan dakwahnya, Rasulullah tidak pernah memaki, menghina apalagi melaknat mereka yang tidak menerima ajaran Islam. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo