Arina.id - Sikap lembut dan santun merupakan salah satu kriteria utama yang dicari dalam pasangan hidup, terutama bagi seorang calon suami. Dalam Islam, khususnya Al-Qur'an, sifat-sifat ini tidak hanya dianjurkan tetapi juga dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Artikel ini akan membahas kriteria mutlak suami idaman menurut Al-Qur'an, dengan fokus pada konsep soft-spoken.
Soft-Spoken: Kunci Ketenangan Rumah Tangga
Soft-spoken tidak hanya berarti berbicara dengan volume yang pelan, tetapi juga mencakup cara berkomunikasi yang santun, sabar, dan penuh kasih sayang. Ini adalah cerminan dari hati yang tenang dan jiwa yang damai.
Suami yang memiliki sifat ini akan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, di mana setiap anggota keluarga merasa dihargai dan aman. Al-Qur'an secara jelas menggarisbawahi pentingnya hal ini dalam berbagai ayat.
Kriteria Suami Idaman dalam Al-Qur'an
Al-Qur’an memberikan ketentuan bahwa Soft-Spoken merupakan ciri khas dari seseorang yang memiliki ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Surat Taha ayat 44 menyebutkan:
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
Artinya: “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia menjadi sadar atau takut."
Ayat ini, meskipun ditujukan kepada Nabi Musa dan Harun saat menghadapi Firaun, memberikan pelajaran universal tentang kekuatan komunikasi yang lemah lembut.
Suami yang Soft-Spoken mampu menyelesaikan masalah tanpa harus meninggikan suara atau melukai perasaan pasangannya. Ia tahu bahwa kata-kata yang baik lebih efektif daripada kata-kata yang kasar.
Selain itu, ayat yang secara spesifik membahas kewajiban suami kepada istri tertera pada surat An-Nisa ayat 19:
وعاشروهن بالمعروف
Artinya: “Dan pergaulilah mereka dengan pergaulan yang baik”
Terkait dengan ayat ini, dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan sebagai berikut:
وقوله: { وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ } أي: طيِّبُوا أقوالكم لهن، وحَسّنُوا أفعالكم وهيئاتكم بحسب قدرتكم
Artinya: “Ayat Allah (Dan pergaulilah mereka dengan pergaulan yang baik) maksudnya: berbicaralah kepada mereka dengan baik, baguskanlah perbuatan dan kondisi kalian di hadapan mereka dengan kadar kekuatan kalian”.
Senada dengan hal ini, terdapat beberapa hadits yang menyebutkan bahwa perempuan memang diciptakan untuk diajak berkomunikasi dengan cara yang lembut, tidak boleh kasar:
المرأة كالضلع ان ذهبت تقيمها كسرتها, وان تركتها استمتعت بها على عوج
Artinya: “Sesungguhnya wanita itu seperti tulang iga (diciptakan keluar dari tulang rusuk kiri laki-laki yang paling bawah) bila kita berusaha meluruskan (dengan sikap keras) dia akan putus dan apabila kita biarkan atau meninggalkannya (tidak mendidiknya) dia akan bengkok selamanya”. (H.R.Turmudzi)
Terdapat pula perkataan Nabi yang menyebutkan kewajiban suami kepada istri, yang salah satunya ialah tidak berkata jelek kepadanya. Jika emosimu sudah memuncak, maka diam adalah pilihan terbaik:
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ - أَوِ اكْتَسَبْتَ - وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
Artinya: “Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian atau engkau usahakan, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak mendiamkannya (sebagai bentuk nasehat) selain di rumah”. (HR. Abu Daud No. 2144 Juz 2 Halaman 210)
Pentingnya Memiliki Sifat Soft-Spoken
Seorang suami yang soft-spoken secara alami akan menunjukkan kasih sayang ini melalui kata-kata dan tindakannya. Ia tidak pelit dengan pujian, mudah memaafkan, dan selalu berusaha memberikan ketenangan bagi pasangannya.
Sifat soft-spoken pada seorang suami bukan hanya sekadar etika, tetapi juga merupakan pilar penting dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Suami yang lembut dalam perkataan akan cenderung lebih sabar, penuh pengertian, dan tidak mudah marah. Hal ini akan meminimalkan konflik dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak-anak.
Mencari suami yang soft-spoken berarti mencari pasangan yang siap menjadi teman hidup, pemimpin yang adil, dan pelindung yang penuh kasih sayang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


