Arina.id - - Kloter pertama jamaah haji Indonesia tahun 2025 telah diberangkatkan menuju Madinah dini hari tanggal 2 Mei. Kloter ini berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) dan sejak tanggal 1 Mei mereka sudah dikumpulkan di asrama haji.
Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 203.320 kuota jamaah reguler. Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2024, jumlah jamaah haji total dari seluruh dunia mencapai 1,83 juta jamaah.
Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia senantiasa datang ke Makkah-Madinah untuk memenuhi panggilan Allah dengan menunaikan rangkaian perjalanan haji. Perjalanan ini bukan sekadar ritual fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan dan nasihat yang sangat berharga bagi para jamaah haji, agar ibadah mereka tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga diterima dan membawa keberkahan.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi sebagaimana dikutip dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi al-Baghdadi, h. 187, Rasulullah SAW pernah memberikan bekal kepada seorang calon jamaah haji yang akan berangkat, berupa nasihat sebagai berikut:
وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: "زودك الله التقوى"، قال: زدني، قال: "وغفر ذنبك"، قال: زدني، قال: "ويسر لك الخير حيثما كنت" قال الترمذي: حديث حسن
Artinya: "Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, aku hendak berpergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,” kata sahabat tersebut. ‘Semoga Allah menambahkan ketakwaanmu’, kata Rasulullah SAW. “Tambahkan lagi ya Rasul,” kata sahabat itu. ‘dan mengampuni dosamu’ kata Rasulullah SAW. “Tambahkan lagi ya Rasul,” kata sahabat itu. “dan memudahkan segala kebaikan untukmu bagaimanapun keberadaanmu,” jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan."
Meskipun redaksinya adalah berupa doa-doa, namun jika kita pahami lebih mendalam, ada banyak sekali pesan yang disampaikan oleh Rasulullah pada pernyataan beliau tersebut.
1. Menambah Ketakwaan
Pertama kali, Rasulullah memberikan bekal berupa doa: “semoga Allah menambahkan ketakwaanmu”. Sebagaimana kita ketahui, bahwa peri kehidupan seorang Muslim tidak bisa lepas dari dua hal, yakni doa dan ikhtiar. Doa saja tentu tidak cukup, harus diimbangi dengan laku untuk menggapai sebuah tujuan.
Selain Rasulullah mendoakan calon jamaah haji agar ditambahkan ketakwaannya kepada Allah, dalam kalimat tersebut juga terkandung pesan agar senantiasa menjadikan ketakwaan sebagai bekal terbaik dalam melakukan ibadah haji.
Senada dengan penggalan ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah 197:
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."
Telah kita ketahui bersama bahwa makna takwa ialah senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji, hendaknya senantiasa memegang teguh nilai-nilai takwa dalam dirinya. Entah itu atas dasar takut akan siksa Allah, atau pengharapan kepada Allah, atau karena kecintaan kepada Allah.
2. Pengampunan Dosa
Bekal dari Nabi berikutnya ialah doa agar setiap jamaah haji diampuni segala dosanya oleh Allah SWT. pada kesempatan yang lain, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: “Barang siapa mengerjakan haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan ibunya." (HR Bukhari & Muslim)
Hadis ini mengindikasikan bahwa terhapusnya dosa seseorang yang melaksanakan ibadah haji harus disertai dengan komitmen kuat untuk tidak melakukan berkata kotor dan meninggalkan perbuatan fasik.
2. Surga sebagai Balasan Terbaik
Nabi juga memberi bekal berupa pengharapan kebaikan bagi jamaah haji. Dalam kehidupan seorang Muslim, tidak ada lagi kebaikan yang sangat diharapkan melebihi dari surga yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. beliau bersabda:
العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ
Artinya: “Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (HR. Bukhari)
Mabrur-nya sebuah ibadah haji menjadi syarat bagi diperolehnya surga yang dijanjikan oleh Allah SWT. mabrur di sini berarti semua rangkaian ibadah haji dilakukan dengan memenuhi segala rukun dan persyaratannya serta sekembalinya dari ibadah haji. Seseorang kemudian merubah dirinya menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya.
Haji bukan hanya tentang menunaikan rukun-rukun secara fisik, tetapi juga membentuk hati dan jiwa yang tunduk sepenuhnya kepada Allah. Dengan niat yang ikhlas, akhlak yang mulia, dan bekal takwa, jamaah haji akan menjalani perjalanan spiritual ini dengan penuh makna dan insya Allah akan kembali sebagai haji yang mabrur.
Semoga Allah memudahkan langkah para tamu-Nya dan menjadikan hajinya sebagai titik awal kehidupan yang lebih bertakwa. Amin.
Editor: Muhammad Faizin


