Setiap hari saat terbitnya fajar, ayam jago berkokok mengiringinya seakan memperingatkan kepada penduduk sekitar akan berakhirnya waktu sholat malam. Memang, masih banyak yang belum mengetahui keistimewaan ayam jago.
Sebelum memasuki dan sesudah subuh, ayam jago berkokok pada waktu yang tepat, tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang atau pendek. Karena itulah, sebagian ulama Syafi'iyah memfatwakan dalam menentukan waktu Subuh yang tepat adalah mengacu kepada kokok ayam jago sebab mengetahui perubahan waktu.
Dalam salah satu hadits disebutkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: "Jika kalian mendengar suara kokok ayam, mohonlah kepada Allah karunia-Nya karena bertepatan pada waktu itu ayam jago melihat malaikat dan bila kalian mendengar ringkik suara keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan, karena pada waktu itu keledai melihat setan." (HR. Bukhari, No indeks 3058)
Sedangkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi pada bab doa yang diucapkan ketika mendengar kokok ayam diriwayatkan dari Abu Hurairah dengan redaksi lain:
عن أبي هريرة عن النبي ﷺ قال: إذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الحَمِيرِ فَتَعَوَّذُوا بالله مِنَ الشَّيْطانِ، فإنَّهَا رأتْ شَيْطانًا، وَإذا سَمِعْتُمْ صِياحَ الدّيَكَةِ فاسْأَلُوا الله مِنْ فَضْلِهِ فإنَّها رأتْ مَلَكًا
Artinya: "Apabila kalian mendengar ringkik keledai maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, sebab pada waktu itu keledai melihat setan. Dan apabila kalian mendengar kokok ayam jago maka mintalah kepada Allah dari anugerah-Nya, sebab ayam jago itu melihat malaikat"
Imam Baghawi dalam Syarah Sunnah mengatakan:
هَذَا حَدِيثٌ مُتَّفَقٌ عَلَى صِحَّتِهِ، أَخْرَجَاهُ جَمِيعًا، عَنْ قُتَيْبَةَ، عَنِ اللَّيْثِ
Artinya: "Hadits ini disepakati kesahihannya dan diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari jalur Qutaibah dari Laits," (Syarh Sunnah 5/126)
Dalam kitab Taudhih li syarhil Jami' al- Sahih 19/243 diterangkan:
فيه دلالة أن الله جعل للديك إدراكًا، كما جعله للحمير، وأن كل نوع من الملائكة والشياطين موجودان، وهذا معلوم في الشرع قطعًا، والمنكر لشيء منها كافر، كما نبه عليه القرطبي قال: وكأنه إنما أمر بالدعاء عند صراخ الديكة؛ لتؤمن الملائكة على ذلك؛ ولتستغفر له وتشهد له بالتضرع والإخلاص فتتوافق الدعوتان، فتقع الإجابة
Artinya: "Hadits ini menunjukkan sesungguhnya Allah menciptakan ayam jago memiliki kemampuan mengetahui begitu pula keledai, dan setiap dari malaikat dan setan itu kedua-duanya wujud. Ini sudah maklum dalam agama. Sedangkan yang mengingkari (keberadaan malaikat) termasuk kafir, seperti yang telah diperingatkan oleh Imam Qurthubi. Hadits ini seakan mengajak Muslim berdoa ketika mendengar ayam berkokok, agar diamini para malaikat, dan bacalah istighfar, dan syahadat dengan rendah hati, ikhlas. Maka permintaan keduanya (malaikat dan orang yang berdoa) akan mudah dikabulkan Allah."
وأما التعوذ بعد نهيق الحمار؛ فلأن الشيطان إذا حضر يخاف شره فيتعوذ منه
Artinya: "Adapun meminta perlindungan kepada Allah dari ringkik keledai maksudnya ketika setan hadir, maka yang dikhawatirkan adalah keburukannya, jadi sangat dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan setan yang nampak dari ringkik keledai."
Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya mengemukakan sebuah hadits riwayat Zaid bin Arqam statusnya marfu':
لا تسبوا الديك؛ فإنه يدعو إلى الصلاة
Artinya: "Jangan mengumpat kokok ayam jago, sebab sebenarnya ayam jago itu mengajak untuk melaksanakan sholat."
Oleh karena itu, dalam syarah Sunan Abi Dawud 5/579:
وهذا يدلنا على أن صياح الديكة علامة على خير، وأن نهيق الحمار علامة على شر؛ لأن الديك يرى ملكًا والحمار يرى شيطانًا، وهذا مما يدل على قدرة الله وأن من المخلوقات من ترى ما لا يراه الإنسان
Artinya: "Ini menunjukkan kepada kita bahwa kokok ayam jago menjadi alamat atau pertanda munculnya kebaikan, dan ringkik keledai menjadi pertanda keburukan: Ayam jago melihat malaikat, keledai melihat setan. Ini semua atas kekuasaan Allah. Selain itu, beberapa makhluk dapat melihat sesuatu yang tak dapat dilihat oleh manusia."
Kokok ayam bertujuan membangunkan penduduk dari kalangan umat Islam agar segera bangun dan menjalankan ibadah. Kemudian membaca doa berikut:
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، اللَّهُمَّ إِنَّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ؛ فَإِنَّهُمَا بِيَدِكَ لَا يَمْلُكُهُمَا أَحَدٌ سِوَاكَ
Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wa astaghfirullah. Allahumma inni as'aluka min fadlika wa rahmatika, fainnahuma biyadika la yamlukuhuma ahadun siwaka. (Hilyatul Auliya: 8/366)
Doa ini diperuntukkan bagi mereka yang terbangun dari tidur. Biasanya terbangun sebab mendengar kokok ayam. Siapa saja yang membaca doa ini, maka akan dikabulkan permintaannya.
Dengan demikian, jelaslah bahwa berkokoknya ayam adalah pertanda atau pengingat agar setiap Muslim harus bangun, karena terdapat waktu mustajab, para malaikat turun. Lalu segera ambil wudhu untuk sholat fajar, berdoa dan berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamah. Wallahu a'lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


