Arina.id - Masih dalam suasana bulan haji, beberapa situs bersejarah di Tanah Suci menjadi destinasi religius para jamaah yang diyakini memiliki keistimewaan. Salah satunya adalah Hijir Ismail yang terletak di sebelah ka'bah, tepatnya di antara rukun Yamani dan Syam.
Hijir Ismail dapat mudah diketahui sebab berupa bangunan seperti pagar setengah lingkaran yang ada di sebelah utara kiblat sholat.
Dalam beberapa riwayat, Hijir Ismail juga disebut Hijir Ka'bah, Jadr, Hatim. Adapun definisinya adalah:
هُوَ الْقِسْمُ الْخَارِجُ عَنْ جِدَارِ الْكَعْبَةِ، وَهُوَ مَحُوطٌ مُدَوَّرٌ عَلَى صُورَةِ نِصْفِ دَائِرَةٍ وَيُسَمَّى (حِجْرَ إِسْمَاعِيل) قَال ابْنُ إِسْحَاقَ: جَعَل إِبْرَاهِيمُ الْحِجْرَ إِلَى جَنْبِ الْبَيْتِ عَرِيشًا مِنْ أَرَاكٍ تَقْتَحِمُهُ الْعَنْزُ، وَكَانَ زَرْبًا لِغَنَمِ إِسْمَاعِيل. وَيُسَمَّى الْحَطِيمَ
Artinya: "Hijir Ismail adalah bagian luar tembok Ka'bah. Tepatnya pagar melingkar berbentuk setengah lingkaran dan disebut Hijir Ismail. Ibnu Ishaq berkata: Nabi Ibrahim menjadikan batu di samping Baitullah sebagai tralis dari pohon Arak yang tidak akan dirusak oleh kambing, dan itu menjadi kandang untuk kambing Ismail. Ini juga disebut Al-Hatim." (Mausuah Fiqhiyah Kuwaitiah 17/102)
Sebagian dari Hijir Ismail sendiri merupakan bagian dari Ka'bah. Sehingga masuk ke dalamnya sama saja seperti berada di dalam Ka’bah.
Hal ini dikemukakan dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim bab Haji yang diriwayatkan Aisyah:
قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْجَدْرِ ، أَمِنَ الْبَيْتِ هُوَ ؟ قَالَ : " نَعَمْ ". قُلْتُ : فَلِمَ لَمْ يُدْخِلُوهُ فِي الْبَيْتِ ؟ قَالَ : " إِنَّ قَوْمَكِ قَصَّرَتْ بِهِمُ النَّفَقَةُ ". قُلْتُ : فَمَا شَأْنُ بَابِهِ مُرْتَفِعًا ؟ قَالَ : " فَعَلَ ذَلِكِ قَوْمُكِ ؛ لِيُدْخِلُوا مَنْ شَاءُوا، وَيَمْنَعُوا مَنْ شَاءُوا، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمَكِ حَدِيثٌ عَهْدُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَأَخَافُ أَنْ تُنْكِرَ قُلُوبُهُمْ ؛ لَنَظَرْتُ أَنْ أُدْخِلَ الْجَدْرَ فِي الْبَيْتِ، وَأَنْ أُلْزِقَ بَابَهُ بِالْأَرْضِ "
Artinya: "Aku bertanya kepada Rasulullah mengenai dinding Ka'bah, apakah termasuk Baitullah atau tidak?. Beliau menjawab: "Ya, termasuk." Aku bertanya, "Kenapa tidak dimasukkan oleh mereka?" beliau bersabda: "Kaummu kekurangan dana." Aku bertanya lagi, "Kenapa pintunya tinggi begitu?" beliau menjawab: "Itu siasat bangsamu, supaya mereka dapat memasukkan orang yang disukainya dan melarang orang yang tidak disukainya. Kalau bukanlah karena bangsamu yang baru saja meninggalkan masa jahiliyah, yang menyebabkan kekhawatiran hati mereka akan menjadi ingkar, aku telah berpikir akan memasukkan dinding itu ke Baitullah dan membuat pintu sampai ke tanah." (HR. Muslim 4/100 dan HR. Bukhari juz 2/146)
Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menyatakan:
قال النووي في شرح مسلم: هو بفتح الجيم، وإسكان الدال المهملة، وهو الحجر.
Artinya: "Imam Nawawi dalam Syarah Muslim al-Jadru difathah jim dan disukun dal, yakni Hijir."
Berdoa dalam Hijir Ismail berpotensi dikabulkan sebab lokasinya berada di bawah talang emas (mizab). Begitu pula sholat di dalam area Hijir Ismail sama dengan sholat dalam ka'bah.
Imam Nawawi dalam kitab Idhah fi Manasikil Hajji menjelaskan:
يُسْتَحَبّ الإِكْثَارُ مِنْ دُخُولِ الْحِجْرِ فَإِنّهُ مِنَ الْبَيْتِ وَدُخُولُهُ سَهْلٌ وَقَدْ سَبقَ أن الدعاءَ فِيهِ تَحْتَ الميزاب مُستجاب
Artinya: "Disunahkan sering masuk Hijir Ismail, sebab termasuk Baitullah, dan masuknya mudah. Berdoa dalam Hijir Ismail di bawah talang emas adalah mustajab" (Al-Idhah: 1/397)
Namun saat ini untuk masuk Hijir Ismail tidak semudah seperti yang disampaikan oleh Imam Nawawi, karena Hijir Ismail dijaga ketat oleh Askar.
Dengan demikian, siapa saja yang mendapat kesempatan dapat sholat di dalam Hijir Ismail, maka dia sama halnya sholat di dalam Ka'bah, karena Hijir Ismail sesungguhnya bagian dari Ka'bah. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


