Para Ilmuwan AS Rayakan Kekalahan Republik, Partainya Trump dalam Pemilu Amerika

Para Ilmuwan AS Rayakan Kekalahan Republik, Partainya Trump dalam Pemilu Amerika

Arina.id - Donald Trump dan partainya, Republik, dianggap sebagai biang kerok atau gangguang terbesar dunia pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan AS selama ini. Setelah menjabat sebagai presiden, Trump pernah menandatangani perintah ekskutif pembubaran Departemen Pendidikan. Ia juga ribut dengan akademisi setelah membekukan dana hibah USD2 miliar dan kontrak multiyears Universitas Harvard.

Bukan cuma kampus Harvard, Trump juga memberlakukan kebijakan serupa terhadap kampus-kampus di AS lainnya. Trump menuntut kampus menghapus program keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), melarang pemakaian masker dalam unjuk rasa di kampus, menerapkan penerimaan mahasiswa dan perekrutan staf berbasis sistem seleksi yang murni berdasarkan kemampuan/prestasi akademik atau profesional, serta mengurangi pengaruh dosen dan pejabat kampus yang disebut pemerintahan Trump lebih berkomitmen pada aktivisme daripada akademik.

Setelah kekalahan Partai Republik dalam pemilu parlemen, para akademisi berharap anggota parlemen sekarang bisa mendorong dan menentang gangguan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Republikan Donald Trump. Hasil pemilu tersebut akan menandai akhir dari dua tahun warga republik mengontrol kepresidenan dan kedua kamar kongres - dan banyak ilmuwan di seluruh dunia merayakan perubahan tersebut sebagai kesempatan melindungi sistem pendidikan dan penelitian negara.

"Ini adalah kemenangan besar," kata Megan Peters, seorang ilmuwan kognitif yang pindah dari University of California Irvine ke University College London pada tahun 2025, sebagian karena kekhawatiran tentang ilmu pengetahuan AS. "Ini adalah demonstrasi bahwa [pemilih] AS tidak puas dengan apa yang telah dilakukan pemerintahan saat ini." penelitian ilmiah "adalah kekuatan super Amerika, yang kakinya telah dipotong".

Dilaporkan jurnal media nature.com, para ilmuwan itu berharap ada perubahan dalam pendidikan, termasuk diamnya para peneliti berpengaruh yang berada dalam United Agency for International Development (USAID) di awal masa kepemimpinan Trump. "Saya dengan hati-hati optimis," kata Quarraisha Abdool Karim, seorang epidemiologis di Centre for the AIDS of Research Program di Durban, Afrika Selatan, yang telah bermitra dengan USAID pada uji klinis. 

"Apa yang kita lihat dalam 24 jam terakhir adalah pemilihan langsung dengan prinsip demokrasi, dengan individu yang memilih, dapat membuat perbedaan besar." Tapi, dia menambahkan, "kita tidak akan melihat perubahan dalam semalam".

Pada pemilu 4 November 2026, Demokrat mendapat setidaknya 237 kursi di Dewan Perwakilan AS yang berjumlah 435 kursi dan 54 kursi di Senat AS yang berjumlah 100 anggota. Hasil itu memberi mereka suara mayoritas yang menentukan di keduanya, dengan suara masih dihitung di beberapa negara bagian. 

Kekuatan mayoritas ini akan memberikan mereka kekuatan membuat undang-undang untuk melawan agenda sains Trump, meskipun masih akan ada rintangan di masa depan. Misalnya, mengingat Demokrat belum memenangkan dua pertiga kursi di kedua dewan Kongres, presiden dapat veto RUU tersebut. Trump awalnya menyatakan akan menerima hasil pemilu dan akan "menunggu" bekerja sama dengan Demokrat.  Namun Trump kemudian memposting gambar topi merah dengan kata 'VETO' ke Truth Social, fasilitas media sosialnya.

Sejak Donald Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya pada Januari 2025, pemerintahannya telah memotong pendanaan ilmiah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga membuat keputusan politis di lembaga-lembaga ilmiah federal dan ikut campur terhadap kebijakan di universitas AS yang menerima dana federal.

Ketika Demokrat mengambil alih kedua kamar Kongres AS pada 3 Januari 2027, mereka bisa mengambil alih komite kongres, termasuk komite sains; menetapkan agenda sidang untuk menyelidiki pejabat pemerintah dan kebijakan mereka; dan menggunakan surat perintah hukum untuk memaksa pemerintahan Trump menyediakan dokumen dan bersaksi di depan Kongres.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo