Cerita Acha Septriasa soal Ayahnya yang Melamar Kerja di Malaysia demi Menemaninya saat Kuliah

Cerita Acha Septriasa soal Ayahnya yang Melamar Kerja di Malaysia demi Menemaninya saat Kuliah

Jakarta, Arina.id — Artis Jelita Septriasa yang dikenal dengan nama Acha Spetriasa punya pengalaman unik saat kuliah di Malaysia.  Keputusan Acha Septriasa untuk kuliah di Malaysia membawa pengaruh besar bagi kehidupan keluarganya.

Bukan hanya karier Acha yang berkembang, tapi juga kehidupan sang ayah yang rela meninggalkan pekerjaan lamanya demi menemani sang putri di negeri jiran Malaysia.

Dalam wawancara yang ditayangkan di akun YouTube Agak Laen Official, Acha menceritakan ayahnya, Sagitta Ahimshah sampai melamar pekerjaan di perusahaan Petronas hanya agar bisa mendampingi Acha selama kuliah. Padahal, pekerjaan sebelumnya di Indonesia sudah terbilang mapan. 

"Bokap gua karena protektif sama gue, dia sempat ngelamar keja di Petronas, demi nemenin gue," kata Acha.

Acha meceritakan kejadian lucu saat sang ayah sedang interview pekerjaan dengan salah satu petinggi di perusahaan tersebut. Orang yang sedang mewawancarai ayah Acha saat itu mengenal Acha sebagai aktris terkenal dari Indonesia.  

"Dia (ayah Acha) pas lagi meeting sama HR sama director-nya. "Kenapa Bapak pindah ke Malaysia?'.'Anak saya kuliah.' 'Oh kuliah di mana, Pak?' Di Limkokwing University.' 'Oh di Limkokwing University itu ada artis Indonesia memang Pak, artis terkenal. Acha Septriasa'," cerita Acha.

Sang ayah lalu menjelaskan bahwa Acha adalah anaknya. 

"'Itu anak saya Pak', 'Itu anak Bapak?'. Langsung keterima (kerja di Petronas)," ucap Acha diakhiri tawa.  

Akhirnya, Sagitta bekerja di Malaysia selama kurang lebih delapan tahun, bahkan ayahnya masih di Malaysia meskipun dia sudah menyelesaikan kuliahnya. 

"Papah di sana (Malaysia) delapan tahun,"  lanjut Acha. "Ibu ikut, kita sekeluarga jadi ikut sampai adik-adik aku jadinya pindah ke Malaysia juga," ujar Acha.

Di Limkokwing, Acha belajar perfilman tapi bukan hanya keaktoran. "Scrip writting juga, belajar iklan juga," kata Acha.

Acha juga menceritakan dukungan kedua orang tuanya untuk karier dan pendidikannya. Saat masih sekolah, ayahnya yang disiplin dan tegas sering mengawasi belajar Acha. Jika Acha misalnya sedang belajar Matematika dan tidak bisa pada satu materi tertentu, ayahnya bisa memukul meja.

Sikap ibunya sedikit berbeda dengan ayahnya. Jika malam harinya tahu bahwa Acha habis kena omel ayahnya karena tidak bisa menguasai materi Pelajaran, ibunya akan mengajari Acha pada pukul lima pagi. 

Menjelang pukul enam pagi, ibu Acha akan mengetas Acha dengan pertanyaan yang kira-kira akan muncul di ulangan. Hasilnya saat mengikuti ulangan atau ujian, Achab bisa mengerjakan dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus.

Acha menyadari bahwa pilihannya mengambil jurusan perfilman kurang dimengerti orang tuanya saat itu. Orang tua Acha berharap dia mengambil kuliah yang lebih 'stabil' seperti jurusan teknik atau arsitektur, seperti yang diambil ayah dan ibunya.

Meski demikian orang tuanya memberikan dukungan kepadanya, termasuk dalam berkarier.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo