Belanda Kembali Repatriasi Artefak Nusantara Sebelum Akhir Tahun 2024

Belanda Kembali Repatriasi Artefak Nusantara Sebelum Akhir Tahun 2024

Arina.id -- Pemerintah Belanda kembali melakukan repatriasi atau pengembalian artefak Nusantara ke Indonesia sebelum akhir Desember 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Barbera Wolfensberger selaku Wakil Menteri Budaya dan Media Belanda pada Jumat (6/12/2024) di Jakarta.

“Gelombang repatriasi artefak Nusantara di Belanda akan tiba di Indonesia kira-kira pada pekan ketiga Desember, yang saya harap jadi kabar bahagia,” terang Barbera, dikutip dari Antaranews.

Barbera menjelaskan ada sekira seratusan objek sejarah dari Nusantara yang akan dikembalikan dalam gelombang repatriasi kali ini. Ia tidak menyebut rincian artefak tersebut, namun objek-objek tersebut sempat dipamerkan di sejumlah museum Belanda, termasuk di Kota Rotterdam.

Kemajuan proses repatriasi artefak Nusantara dari Belanda disambut baik oleh Barbera Wolfensberger. Pasalnya, ia berpendapat bahwa objek-objek tersebut memang sedari awal seharusnya tidak dibawa keluar Indonesia.

“Benda-benda tersebut seharusnya ada di sini, di Indonesia. Saya memandang baik ketika akhirnya kita bisa menyaksikan artefak sejarah Nusantara dalam konteks yang tepat, yaitu di negara asalnya,” jelas Barbera.

Pengembalian artefak Nusantara pada bulan ini akan terhitung sebagai gelombang ke-3. Pasalnya sebelum ini Negeri Kincir Angin juga sudah melakukan kebijakan serupa sebanyak 2 kali.

Proses repatriasi gelombang pertama dilakukan pada pertengahan 2023. Diikuti kemudian repatriasi gelombang kedua pada Oktober 2024, yang terdiri 288 objek sejarah terkait Puputan Badung 1906 serta arca Hindu-Budha dari Jawa.

Artefak milik Kerajaan Badung dan Tabanan dibawa pasukan kolonial Belanda usai mereka menaklukkan Pulau Bali secara penuh pada 1906. Sementara arca dari Jawa yang sudah dikembalikan adalah patung Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma. Semua itu dibawa keluar dari Jawa pada paruh pertama abad 19.

Kegiatan pengembalian artefak Nusantara dari Belanda bisa dianggap sebagai salah satu momentum untuk menguatkan kembali hubungan kerjasama Indonesia-Belanda. Terutama dalam bidang pendidikan dan arkeologi.

"Kita saling belajar, dan kami di Belanda pun belajar banyak dari ahli-ahli Indonesia soal artefak tersebut. Ini adalah proses yang membawa kita semua ke masa depan daripada sekadar berkutat pada masa lalu," imbuh Wamen Belanda itu. 

Di tempat terpisah, pada Kamis (5/12/2024) lalu Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan RI juga mengungkapkan bahwa dalam tempo 2-3 pekan ke depan, gelombang repatriasi artefak Nusantara dari Belanda akan tiba di Indonesia. Termasuk koleksi penting dari Volkenkunde Museum di Belanda.

“Dari artefak-artefak kita, dari Belanda terutama Dari beberapa museum, termasuk Volkenkunde Museum. Kita harapkan nanti ada juga benda-benda bersejarah yang merupakan milik dari pahlawan-pahlawan nasional kita,” kata Fadli Zon.

 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo