Arina.id ~ Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon kini berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC).
Rektor UINSSC, Prof H Aan Jaelani pada akhir Desember 2023 lalu mengungkapkan transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber bukan hanya sekadar perubahan nama, melainkan upaya besar dalam memajukan pendidikan Islam yang inklusif, terbuka, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Saat ini perguruan tinggi berkompetisi untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh agar semakin tangguh bersaing di kancah global. “Digitalisasi itu akan lebih efektif jika para pemimpin kampus juga memiliki literasi digital yang mumpuni. Digitalisasi saat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena merupakan kehendak zaman,” katanya.
Digitalisasi juga melahirkan banyak kemudahan, seperti terhadap layanan kepada mahasiswa, dosen dan publik. Untuk itu, transformasi harus dimulai dari para pemimpin kampus yang terliterasi digital. “Ini memang butuh proses. Tapi transformasi ini harus dilakukan karena akan lebih siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi akan membuat layanan menjadi hemat anggaran. Bahkan ke depan layanan akan semakin murah karena terbangun ekosistem yang saling terintegrasi. “Layanan di kampus harus benar-benar dibuat yang terintegrasi, jaringan internet yang handal dan cepat untuk memenuhi seluruh layanan,” terangnya.
Kehadiran UINSSC ini, ditegaskan Prof Aan, untuk memastikan bahwa tidak ada lagi warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespons kebutuhan di lapangan.
“Transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Visi
Prof Aan pun menyampaikan visi UINSSC ke depan yakni menjadi Universitas Islam Siber Unggul Menuju Universitas Kelas Dunia Tahun 2030. Dalam menjalankan transformasinya, universitas ini memiliki visi yang jelas yaitu menjadi pusat advokasi gerakan OIER (Open Islamic Educational Resources) global.
Misi-misi yang disusun mencakup penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dan pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kualitas penelitian, serta implementasi inovasi dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara terkait tujuan dan strategi yang ditetapkan bahwa UINSSC memiliki tujuan-tujuan yang kuat, termasuk membangun kampus siber untuk pendidikan inklusif, memperkuat sistem akademik dalam pendidikan jarak jauh, serta mewujudkan infrastruktur yang canggih dengan mengadopsi teknologi AI dan big data.
Strategi-strategi yang dirancang mencakup inovasi dalam pendidikan futuristik, pengembangan manajemen mutu akademik, penggunaan platform berbasis AI dan big data, serta pengembangan integrasi ilmu pengetahuan.
Perubahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UINSSC adalah berdasarkan Keputusan Kementerian Agama melalui KMA RI No. 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber dan menetapkan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis siber pertama di Indonesia.
Penetapan tersebut didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1175 Tahun 2021 Tentang Penetapan Institut Agama Islam Negeri Syeikh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber (Digital University).
Editor:


