Yogyakarta, Arina – Salah satu bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2024 adalah KKN Konversi penelitian. KKN ini berlokasi di Desa Guwosari, Pajangan, Bantul, pada Maret hingga awal Juli 2024.
Mengakhiri kegiatan KKN tersebut diadakan penarikan mahasiswa peserta KKN Konversi pada 3 Juli 2024. Hasil penelitian para mahasiswa diseminarkan di Pendopo Kantor Kelurahan Guwosari.
Perluasan kampus
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhamad Zaki Riyanto mengatakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat berupa KKN Tematik Menelusuri Jejak Peradaban di Guwosari tidak lepas dari wacana pendirian Kampus II UIN Sunan Kalijaga di tanah Pajangan.
Sebelum hal tersebut terealisasi, menjadi hal penting untuk mengetahui lebih dalam latar belakang sejarah masa lalu tradisi tempat tersebut, khususnya berkaitan dengan ke-Islaman.
Guwosari yang identik dengan Gua Selarong dan Pangeran Diponegoro ternyata memiliki jejak peninggalan Islam kuno dengan bukti sejarah berupa makam tua yang diduga makam tokoh Mataram Islam pada tahun 1600-an, dua ratus tahun sebelum era Pangeran Diponegoro.
Begitu juga jauh sebelum Islam sudah hidup peradaban Hindu-Budha. Tampak sekali peradaban yang dimiliki oleh Guwosari ini, sehingga menarik untuk ditelisik lebih lanjut.
Sementara itu Ketua LPPM, Muhrisun mengungkapkan saat ini tidak mudah untuk mencari lokasi KKN, tetapi semua pihak di Desa Guwosari menerima dengan hati gembira, sehingga para mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan KKN Konversi dengan baik.
"KKN Tematik di Guwosari ini menarik, bagaimana mahasiswa menelusuri situs sejarah di Kelurahan Guwosari khususnya, diteliti, dan kemudian dipertanggungjawabkan secara akademi," ujarnya.
Dia mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan, Muhamad Zaki Riyanto, Yaser Arafat, dan Rachmad Resmiyanto yang sudah berkontribusi mengumpulkan data tentang Pajangan.
Pihaknya berharap mahasiswa tidak terjebak dengan pro dan kontra khazanah budaya, tetapi dapat diperkuat dari berbagai sudut pandang secara akademik meliputi budaya, tradisi, agama, dan sudut pandang keilmuan lainnya.
Artikel dan buku
Carik Guwosari, Nurhidayat menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah melakukan kegiatan KKN Konversi secara optimal dengan mengangkat histori dan budaya di Guwosari. Hasil penelitian pada KKN tersebut ditulis dalam bentuk artikel dan buku yang disusun atas dasar penelitian melalui interview dari tokoh setempat yang ditindaklanjuti dengan menelusuri narasumber yang dianggap mengetahui dan mumpuni.
Artikel yang ditulis tidak hanya sebatas diunggah di situs web, tetapi juga dalam bentuk buku yakni buku Jejak Peradaban Islam; Ulasan Jejak-jejak Peninggalan Sejarah yang Merepresentasikan Peradaban Islam di Guwosari.
Mahasiswa juga berhasil membuat Peta Jejak Peninggalan Sejarah di Kelurahan Guwosari, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Peta tersebut saat ini telah terpampang di Pendopo Kantor Kalurahan Guwosari.
Penarikan KKN ini tidak serta merta menutup hubungan antara kelurahan Guwosari dan UIN Sunan Kalijaga, tetapi silaturahmi dan ukhuwah tetap terjaga untuk melakukan berbagai kegiatan apik berikutnya di Kelurahan Guwosari. Terlebih lokasi Kampus II yang akan didirikan di kawasan Kelurahan Guwosari membuka ruang untuk memajukan Guwosari tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam berbagai pembinaan.
"Alhamdulillah 20 mahasiswa kita serahkan, kita kembalikan untuk menerima ilmu langit di UIN Sunan Kalijaga setelah 3 bulan, tepatnya 7 Maret sampai dengan 3 Juli 2024 menimba ilmu dan mengabdi di sini. Teriring doa semoga mahasiswa sekalian diberikan kesehatan, kelancaran dalam menempuh Pendidikan, lulus tepat waktu, mendapatkan nilai cumlaude, serta dapat berkarir sesuai dengan yang dicita-citakan,” pungkas Pak Carik menutup sambutannya.
Dalam sesi presentasi, mahasiswa peserta KKN menayangkan video dokumenter yang menyajikan berbagai situs sejarah di Kelurahan Guwosari atau yang ada kaitannya dengan kelurahan tersebut. Disampaikan bahwa penelusuran sejarah di kelurahan tersebut bukan hanya sekedar memetakan tempat wisata, tetapi memberikan perlindungan terhadap budaya.
Jejak-jejak peninggalan histori dan budaya yang dimaksud antara lain Makam Sewu, Masjid Al Munir Iroyudan, Gunung Mijil, Ingkung Guwosari, Grebeg Selarong, Makam Tua Pasarean Panti Laya, Senjata Kuno.
Editor:


