Arina.id. Puasa 2025 menjadi momen yang ditunggu umat Islam. Berapa hari lagi puasa 2025? Cek hitung mundur Ramadan 1446 Hijriah.
Bulan Ramadan termasuk kesempatan yang berharga guna memperbanyak amalan ibadah. Selain menjalankan puasa dan bersifat wajib bagi yang mampu, Ramadan adalah ladang ibadah.
Menurut sebuah hadis, Ramadhan menjadi waktu ketika pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Tak hanya itu, terdapat satu malam di bulan Ramadan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Artinya:"Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR Ahmad).
Dalam versi lain, sebuah hadis juga menjelaskan bahwa puasa Ramadan bisa menebus dosa yang sudah lewat asal menjalankan puasa dengan rasa ikhlas.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari dan Muslim).
Hitung Mundur Ramadan 1446 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) diagendakan menggelar Sidang Isbat 2025. Gunanya untuk penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah. Acara berlangsung pada Jumaat, 28 Februari 2025.
Metode ini berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Selama Sidang Isbat, Kemenag RI akan menggelar tiga rangkaian. Di antaranya pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia, dan musyawarah diikuti pengambilan keputusan. Nanti, hasilnya disampaikan kepada masyarakat.
Berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.
Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
Kata Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag, terdapat indikasi kuat hilal akan terlihat.
"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama," beber Arsad Hidayat.
Sementara menurut data Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), ijtimak alias konjungsi terjadi pada Jumat Legi 28 Februari 2025 M pukul 07:45:14 WIB berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri.
Perhitungan dilakukan untuk tanggal 28 Februari 2025 M dengan titik Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat melalui koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Tinggi hilal mar’ie mencapai +3 derajat 49 menit 45 detik. Elongasi hilal haqiqi 6 derajat 06 menit 12 detik. Maka, ini menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.
Letak matahari terbenam pada 7 derajat 55 menit 00 detik selatan titik barat. Letak hilal berada 6 derajat 00 menit 10 detik selatan titik barat dengan kedudukan hilal 1 derajat 54 menit 50 detik utara Matahari dalam keadaan hilal miring ke utara. Lama hilal di atas ufuk adalah 19 menit 10 detik.
Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1446 H bertepatan dengan hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurut Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 H, diterangkan bahwa ketetapan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pada hari Jumat Legi, 29 Syakban 1446 H atau 28 Februari 2025 M, ijtimak jelang Ramadan 1446 H terjadi pada pukul 07:46:49 WIB. Tinggi Bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = +04° 11¢ 08² (hilal sudah wujud).
Sementara pada saat Matahari terbenam, Jumat, 28 Februari 2025 M, di seluruh wilayah Indonesia bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud). Oleh sebab itu, tanggal 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025 M.
Editor:


