Tidak Dianjurkan Makan Pakai Sambal Terlalu Pedas saat Buka Puasa

Tidak Dianjurkan Makan Pakai Sambal Terlalu Pedas saat Buka Puasa

Arina.id - Memilih menu makanan saat berbuka puasa dapat berdampak signifikan pada kesehatan. Beberapa makanan mungkin memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sementara makanan lainnya justru bisa memicu gangguan pencernaan, mengacaukan suhu tubuh, dan masalah kesehatan lainnya. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis dan jumlah makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa untuk menjaga kesehatan serta kebugaran selama Ramadan. Orang yang berbuka puasa disarankan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan bumbu seperti cabai rawit, lada, maupun zat-zat asam pada masakan yang akan dikonsumsi di awal berbuka. 

Semua bumbu tersebut bersifat "tajam" yang bisa memberi pengaruh negatif terhadap selaput saluran pencernaan. Selain terhadap selaput organ pencernaan, bumbu-bumbu yang tajam juga berpengaruh tidak baik terhadap cairan pencernaan dan cairan kelenjar sehingga akan menambah jumlah unsur asam di dalam cairan pencernaan. 

Hal ini bisa menyebabkan iritasi dan infeksi berbahaya pada selaput organ pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, hingga usus.

Hindari makanan pedas

Makan pedas (cabai) saat buka puasa juga dapat menimbulkan diare, sakit perut, dan nyeri dada. Anda bisa mengganti makanan pedas dengan makanan sehat berupa sayur, buah, dan biji-bijian utuh untuk menjaga tubuh tetap sehat selama berpuasa.

Dikutip dari CiputraHospital.com, hal ini karena makanan pedas (cabai) mengandung capsaicin yang menghasilkan sensasi panas. Saat mengonsumsinya, senyawa ini dapat mengikat reseptor nyeri di mulut, permukaan lidah, dan saluran pencernaan.

Para ahli berpendapat bahwa capsaicin tidak benar-benar ‘membakar’ tubuh. Sebaliknya, senyawa ini mengelabui otak dengan berpikir bahwa telah terjadi perubahan suhu yang memicu rasa nyeri dan sensasi panas.

Saat makan pedas, tubuh dapat mengeluarkan keringat sebagai respons alami untuk mendinginkan tubuh dari sensasi panas. Tubuh juga berusaha menghilangkan capsaicin dengan meningkatkan produksi lendir, air mata, dan air liur.

Sensasi panas akibat capsaicin biasanya akan hilang sekitar 20 menit. Namun, jika Anda mengonsumsinya dalam perut kosong, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti: diare, sakit perut, nyeri dada, sakit kepala dan muntah.

Lalu makanan apa yang cocok buat berbuka? Saat berbuka puasa, cobalah untuk makan makanan sehat yang dianjurkan untuk buka puasa, sebagai berikut:

  1. Telur
  2. Biji-bijian utuh, seperti roti, gandum, dan pasta
  3. Buah, seperti apel, jeruk, pisang
  4. Sayuran, seperti brokoli, kacang polong, dan kentang
  5. Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt
  6. Sumber protein, seperti daging, unggas, dan ikan
  7. Lemak dan minyak sehat berupa mentega, minyak zaitun, dan minyak alpukat

Jika mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan perut kembung akibat mengonsumsi makanan pedas yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 


Editor:
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo