Fabrizio Romano: Manusia Paling Tepercaya saat Ini

Fabrizio Romano: Manusia Paling Tepercaya saat Ini

Fabrizio Romano disebut-sebut sebagai orang tepercaya di muka bumi saat ini. Jutaan orang selalu menanti kabar terbaru tentang pembelian pemain. Infonya selalu akurat, tak pernah meleset apalagi yang berbau hoaks.

Akhir pekan kemarin sudah pasti membuatnya teramat sibuk. Di saat orang-orang bersiap untuk berlibur, dia bahkan mungkin akan kekurangan lagi jam tidurnya – yang sebelumnya hanya terlelap dalam waktu kurang dari empat jam tiap harinya. Jumat, 1 September 2023 pas pukul 19.00 waktu Inggris atau dini hari di Jakarta, merupakan tenggat bursa transfer pemain di Liga Inggris – liga sepak bola paling sibuk di dunia.

Tentu, dia tak ingin sedikit pun ada yang terlewatkan. Ada jutaan orang yang tengah menanti postingannya di berbagai platform media sosial miliknya. Terlewat sedikit saja berarti bencana buat Fabrizio Romano, usianya 30 tahun, jurnalis sepak bola paling kondang saat ini.

Itu juga yang dia sampaikan saat menerima tim jurnalis flashscore.com, Juni lalu. Sebelum memulai wawancara dia menyatakan kekhawatiran akan kehilangan informasi pergerakan pemain yang luput dari pemantauannya.  

"Saya harap saya tidak melewatkan transfer penting selama kita mengobrol," kata-kata itulah yang meluncur dari mulutnya saat memulai sesi tanya jawab. “Saya mengurus semua saluran media sosial, jadi bisa saja ada yang terlewat saat wawancara. Mudah-mudahan saya beruntung dan tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Itulah sebabnya, ponsel menjadi nyawa kedua bagi Romano. Dalam sehari, dia mengaku bisa menggunakan selama 18 jam.  “Begitu bursa transfer dibuka, saya menghabiskan sepanjang hari dengan ponsel saya,” katanya.  “Saat itu tidak ada waktu untuk hobi apalagi keluarga. Semua dilakukan untuk bekerja.”

Bukan perkara yang mudah tentu saja. Waktu bursa transfer teramat panjang. Pasar pemain pada musim panas bahkan dibuka sejak musim kompetisi berakhir, pada Juni hingga September. Pun demikian di saat bursa musim dingin – yang lebih singkat tapi tetap saja padat.

Di hari-hari biasa, dia pun tidak pernah bisa sepenuhnya santai. Gosip dan rumor tentang rencana-rencana pembelian pemain pun tetap beredar dan menjadi bumbu penyedap bagi jalannya kompetisi. “Saya tidak pernah tahu sebelumnya apa yang akan terjadi, juga tidak pernah tahu berapa lama bisa tidur,” katanya.

Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sejatinya, pada mulanya dia tidak pernah berpikir akan memiliki pengikut yang membludak dari hari ke hari. “Bahkan pada saat saya memulai, kata 'pengikut' bukanlah dalam hal arti yang seperti digunakan saat ini.”

Fabrizio Romano merupakan jurnalis yang memiliki pengikut terbanyak. Di Twitter atau sekarang diberi nama X, dia punya 18 juta lebih pengikut. Untuk platform Facebook ada sekitar 14 juta pengikut. Sedangkan di platform lebih muda, Instagram – followernya lebib banyak mencapai 24, 2 juta.  

Padahal semula akun Instagram-nya itu diisi dengan berbagai kesukaan pribadinya. “Foto-foto kota, jembatan, dan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan sepak bola,” katanya. “Tapi akhirnya akun itu jadi tentang transfer pemain. Karena mereka mengomentari foto-foto yang saya unggah dengan pertanyaan soal transfer pemain.

Tak ada yang istimewa dari setiap unggahannya. Hanya seulas gambar pemain, kadang informasinya juga singkat seperti layaknya berita penting yang ditulis dengan sandi morse di telegram di masa tahun-tahun lampau. Tiada pula kata-kata indah. Namun ada yang selalu ditunggu belasan juta pengikutnya. Kata-kata itu adalah “Here We Go”.

“Here We Go” atau “Ini dia” adalah mantra. Puncak dari sebuah penantian dari kabar yang terus menjadi perhatian para pengikutnya. Jutaan orang telah membuktikan informasi yang disampaikan selalu akurat jauh sebelum pengumuman resmi disampaikan klub. Tak heran bila Fabrizio Romano pun mendapatkan julukan sebagai orang yang tepercaya di planet ini.

 

***

Memiliki follower hingga jutaan bukanlah yang dicari oleh Romano. Mimpinya sederhana saja. Dia hanya ingin menulis untuk surat kabar atau tampil di televisi dengan membawakan berita. Baginya, memberikan informasi positif kepada orang-orang adalah sebuah pekerjaan yang bermanfaat. Terkesan klise tapi itulah faktanya. “Sangat spesial dan luar biasa ketika membuat orang merasa senang,” katanya.

Romano remaja telah melakukan itu. Pilihannya menyajikan kabar-kabar tentang sepak bola yang menjadi hobinya. Berbeda dengan remaja seusianya – yang memilih berlarian di lapangan demi mewujudkan mimpi sebagai pemain sepak bola, dia lebih berkutat di depan monitor komputer.

Dia memang produk generasi yang tumbuh diasuh internet. Pada usia belasan tahun, di kampung halamannya -- Napoli, dia menulis cerita tentang sepak bola dan mengirimkannya ke berbagai situs sepak bola Italia. Dia sama sekali tak berharap bayaran. Sudah dimuat saja, dia senang tiada kepalang.  

Hobi berlanjut keterkejutan

Seseorang dari Barcelona – mengontaknya. Seseorang yang disebutnya sebagai orang Italia yang tengah bekerja di La Masia – akademi sepak bola terkenal milik klub Barcelona. Romano menyebut orang ini punya obsesi menjadi agen pemain. Dia punya modal. Dua remaja di akademi itu, yakni Gerard Deulofeu, pemain sayap muda Spanyol, dan striker remaja asal Argentina bernama Mauro Icardi, diliriknya sebagai calon kliennya.

Di benaknya, kedua remaja itu harus menjadi kliennya. Namun tidaklah mudah. Setidaknya, dia harus membuktikan pada dua pemain itu tentang kredibilitasnya. Untuk itu, dia mengontak Romano – yang dimintanya untuk membuat profil.  

Romano – yang tidak tahu bagaimana orang bisa mengetahui kontaknya, kemudian bergerak. Permintaan orang itu – yang tidak dikenalnya, dia penuhi. Artikel yang tayang di situs sepak bola Italia membukakan jalan bagi orang di La Masia itu menjadi agen dua remaja berbakat itu.

Hubungan dengan si agen terus berlanjut. Info tentang dua kliennya itu dengan mudah dia dapatkan. Termasuk pada 2011, dia mengambarkan tentang rencana Icardi yang akan meninggalkan Barcelona menuju Sampdoria. Romano pun bangga dengan berita itu. Meski ia tahu, pada saat itu, di usianya yang ke 18, Icardi bukanlah siapa-siapa. Dampaknya pun tidak terlalu besar.

Berita besar yang kemudian mengubah hidupnya terjadi dua tahun kemudian. Saat itu, pada November 2013, sang agen mengontaknya. Maksudnya baik. Dia ingin membantu karir Romano melambung hingga ke langit dengan membawa info yang pasti akan membuat sepak bola Italia geger.  “Kalau dulu kamu yang bantu saya, sekarang giliran aku,” kata Romano menceritakan peristiwa tersebut.

Berita besar itu adalah Icardi telah setuju untuk pindah ke Inter Milan pada musim panas mendatang. Yang istimewanya, Romano telah menuliskan kabar itu di situs penggemar Inter Milan, enam bulan sebelum kepindahannya itu. “Saat itulah segalanya berubah,” katanya.

Romano melihat kemilau masa depan. Dia meninggalkan Napoli menuju Milan, dan menclok bekerja di Sky Sport Italia. Cerita pertama yang dia kirim untuk diliput adalah yang terjadi, kondisi fisik Icardi di Inter. “Kisah itu adalah bagian dari hidupku.”

Kemampuannya terasah saat membantu reporter kanal televisi itu, Gianluca Di Marzio, yang memiliki program berita sepak bola. Termasuk juga kabar-kabar saat datangnya dua jendela bursa transfer.  

Pengalaman membantu Di Marzio dalam membangun dan mengisi situs pribadinya memberikan pelajaran besar tentang cara untuk mengumpulkan petunjuk-petunjuk dan bisikan-bisikan tentang desas-desus perpindahan pemain. “Selama bertahun-tahun, saya berkeliling kota setiap hari. Saya bertemu dengan orang-orang di industri ini, mulai dari restoran, hotel, dan di mana saja.”

Meski cara-cara kuno ini tetap bertahan, namun intuisinya berkembang lebih cepat. Keadaan sedang berubah. Dia melirik media sosial sebagai cara dia menyampaikan semua yang diketahuinya. Diam-diam akun Twitternya pun banyak dikerumuni pengikut.  

Ternyata itu tidaklah cukup. Pengikutnya tidak saja dari Italia melainkan dari seluruh dunia. Kabar terkini tentang tim-tim di Inggris, Perancis, dan Spanyol, menjadi tantangan berikutnya. Tak mudah, tentu saja.

Berbagai postingannya dianggap dingin. Hingga pada saatnya tiba, yakni ketika dia mengabarkan tentang rumor kepindahan gelandang berbakat asal Portugal, Bruno Fernandes, menghabiskan sebagian besar musim panas sebelumnya. Ketika Romano menulis “Here We Go”, tentang kesepakatan yang telah diambil dua klub Manchester United dan Benfica, reaksinya luar biasa. Pengikutnya pun terus bertambah.

***

Media sosial menyuguhkan kecepatan. Namun Romano sama sekali tak merisaukan itu. Bagi dia, menulis berita bukanlah siapa yang lebih dulu. “Saya tidak mempunyai tenggat waktu yang harus dipenuhi atau makalah yang harus dijual,” katanya.  

Dalam menulis Bruno Fernandes dia memberikan contoh. Dia tidak menyatakan diri sebagai orang pertama yang mengetahui peristiwa itu. Kabar kepindahan Bruno telah berlangsung berbulan-bulan. Dia pun mengikuti dengan sekadarnya saja. Hingga pada saatnya, terjadi kesepakatan – dia pun mengabarkannya.  “Saya menulis sesuatu ketika sudah siap.”

Tentu itulah kehebatannya. Dia seolah memiliki ratusan telinga dan mata yang siap mengabarkan hal-hal terkini.  “Itulah rahasia saya. Saya terus bertemu dengan orang baru dan tetap berhubungan dengan orang-orang yang kukenal selama 15 tahun,” katanya.

Menurut dia, cara memperluas jaringan secara alami ini tidak bisa direncanakan. Semua berjalan seperti air yang mengalir dengan tetap menjalin hubungan baik dengan agen – pemain yang tidak terkenal sekali pun.

"Buat saya, semuanya sama. Sejujurnya, berita terbesar yang saya dapatkan selalu berasal dari sumber yang lebih kecil. Itu sebabnya saya menghormati semua orang di jaringan kontak saya,” katanya.

Perjalanan Romano – sampai pada saat ini, tak lain adalah buah dari masa yang panjang. Buahnya pun sungguh manis. Tidak saja karena info-infonya itu dinantikan jutaan pengikutnya tapi juga berharga besar bagi dia. Penghasilannya, juga sungguh gurih. Akun @MadnessFc4, pada akhir Juli lalu mengutip penghasilan Romano per bulan di Twitter mencapai 86.780 dolar AS atau bila dirupiahkan mencapai Rp1,3 miliar. Nah itu belum lagi dari platform media sosial yang lain.
 


$data['detail']->authorKontri->kontri

Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.


Editor:
Al-Quran Digital

Human Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo