Roda Kehidupan menurut Rasulullah SAW: Jangan Sombong Saat di Atas, Jangan Putus Asa Saat di Bawah

Roda Kehidupan menurut Rasulullah SAW: Jangan Sombong Saat di Atas, Jangan Putus Asa Saat di Bawah

Arina.id - Sering kali kita mendengar nasihat dari orang tua, guru, atau teman sejawat bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Ada kalanya kita berada di bawah, namun akan tiba saatnya kita berada di atas. Semua berjalan silih berganti; tak ada yang selamanya di atas, dan tak ada pula yang selamanya di bawah. Saat terpuruk, akan tiba masanya kita perlahan merangkak naik menuju puncak kesuksesan.

Ternyata, pepatah bijak tentang roda kehidupan ini bukanlah hal baru. Ribuan tahun lalu, Rasulullah SAW telah menyampaikan nasihat serupa, mengingatkan kita agar tidak sombong saat berada di atas dan tidak putus asa saat berada di bawah. Sebab hidup ini hanyalah sementara, tempat kita diuji sebelum pulang kepada-Nya.

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dikisahkan bahwa Rasulullah SAW memiliki seekor unta bernama Adhba’. Unta ini menjadi simbol kebanggaan kaum Muslimin karena rekam jejaknya yang tak pernah terkalahkan dalam perlombaan balap unta.

Namun, pada suatu ketika, datanglah seorang Arab Badui dengan untanya untuk menantang unta Rasulullah SAW. Ternyata, unta milik Badui itulah yang berhasil menang.

Melihat kekalahan itu, kaum Muslimin merasa terpukul. Unta kebanggaan mereka yang selama ini tak pernah terkalahkan, kini kalah oleh unta seorang Badui.

Rasulullah SAW pun menenangkan hati para sahabat dengan bersabda, bahwa sudah menjadi hukum Allah, setiap yang berada di atas kejayaan, suatu saat pasti akan berada di bawah juga.

حدثنا مالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، عَنْ حَمِيدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ لِلنَّبِيِّ ﷺ نَاقَةٌ تُسَمَّى الْعَضْبَاءَ، لَا تُسْبَقُ، قَالَ حَمِيدٌ: أَوْ لَا تَكَادُ تُسْبَقُ فَجَاءَ أَعْرَابِي عَلَى قَعُودٍ فَسَبَقَهَا فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى المُسْلِمِينَ حَتَّى عَرَفَهُ، فَقَالَ: حَقَّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرْتَفِعَ شَيْءٌ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا وَضَعَهُ 

Artinya: ”Diriwayatkan dari Malik bin Ismail, dari Zuhair dari Hamid, dari Anas RA berkata: Nabi SAW memiliki seekor unta yang bernama Al-‘Adhba’. Unta tersebut tidak pernah terkalahkan dalam lomba. Hamid (perawi) berkata: atau hampir tidak pernah terkalahkan. Lalu datang seorang Arab Badui dengan untanya yang kecil (unta betina tunggangan biasa), dan ternyata ia berhasil mengalahkan unta Nabi SAW. Hal itu membuat kaum Muslimin merasa sedih (kecewa). Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal itu, beliau bersabda: “Sudah menjadi ketetapan Allah, bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang naik (tinggi), melainkan Allah pasti akan merendahkannya.” (Sahih al-Bukhari [Damaskus; Dar Ibnu Katsir, 1993] juz 3 hal.1053)

Dari hadits ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kehidupan di dunia bersifat tidak pasti dan selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, ketika kita berada di puncak kejayaan dan memperoleh berbagai nikmat, sadarlah bahwa semua itu tidak akan bertahan selamanya. Akan ada masanya kita terjatuh.

Begitu pula saat hidup memberikan episode terburuknya, percayalah bahwa itu hanya sementara dan akan berlalu. Akan tiba waktunya kita kembali berada di atas.

Ketika kita memahami bahwa hidup memang demikian adanya, kita akan selalu waspada dan tidak terlena saat berada di masa kejayaan, sehingga mampu menjaganya dengan bijak.

Pun saat berada di bawah, kita tidak akan mudah putus asa. Kita akan tetap semangat dan memiliki harapan bahwa suatu saat nanti, Allah akan mengangkat derajat kita kembali. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo