Rasa Ujub: Doa dan Tips Menghindarinya

Rasa Ujub: Doa dan Tips Menghindarinya

Arina.id - Ujub adalah salah satu penyakit yang sering bercokol dalam hati manusia. Imam Ghazali sangat mewanti-wanti kepada siapa saja agar tidak terjerumus dalam sifat ujub.

Lantas apa definisi ujub? Al-Ghazali berkata dalam Bidayatul Hidayah hlm 60 menyebutkan:

وأما العجب والكبر والفخر: فهو الداء العضال، وهو نظر العبد إلى نفسه بعين العز والاستظام، وإلى غيره بعين الاحتقار والذل، ونتيجته على اللسان أن يقول: أنا وأنا كما قال إبليس اللعين: (أنا خير منه، خلقتني من نار، وخلقته من طين)

Artinya: "Adapun ujub (bangga kagum pada diri sendiri) dan kibr (sombong), dan fakhr (angkuh) adalah penyakit yang sulit tersembuhkan. Ujub adalah cara pandang seorang hamba terhadap dirinya sendiri dengan mata kesombongan dan superioritas, dan terhadap orang lain dengan mata penghinaan dan kehinaan. Akibatnya dia mudah berkata: aku dan aku, sebagaimana Iblis yang terkutuk berkata: (Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, dan Engkau ciptakan dia dari tanah liat)."

Masih menurut Al-Ghazali, ia menerangkan bahwa ujub dan takabur memiliki definisi yang mirip. Katanya, orang yang takabur (mutakabbir) gusar ketika menerima nasihat tapi kasar saat memberi nasihat. Siapa saja yang menganggap dirinya lebih baik dari hamba Allah yang lain, itulah mutakabbir. 

Imam al-Ghazali memberikan tips agar terhindar dari penyakit ini. 

بل ينبغي لك أن تعلم أن الخير من هو خير عند الله في دار الآخرة، وذلك غيب، وهو موقوف على الخاتمة؛ فاعتقادك في نفسك أنك خير من غيرك جهل محض، بل ينبغي ألا تنظر إلى أحد إلا وترى أنه خير منك، وأن الفضل له على نفسك

Artinya: "Ketahuilah bahwa kebaikan adalah kebaikan menurut Allah di akhirat kelak. Itu perkara ghaib (tidak diketahui) dan karenanya menunggu peristiwa kematian. Keyakinan bahwa dirimu lebih baik dari selainmu adalah kebodohan belaka. Sepatutnya kau tidak memandang orang lain kecuali dengan pandangan bahwa ia lebih baik ketimbang dirimu dan memiliki keutamaan di atas dirimu."

Inti dari tips Al-Ghazali adalah seseorang harus meyakini bahwa semua kesuksesan dan kelebihan yang dia miliki adalah berkat Allah. Bukan berkat dirinya sendiri. 

Dalam redaksi yang diriwayatkan Abu Nu’aim dalam kitabnya Hilyatul Auliya disebutkan:

و اما المهلكات فشح شديد وهوى متبع وإعجاب المرء بنفسه

Artinya: "Bahwa perkara yang menghancurkan adalah, sifat sangat pelit, menuruti hawa nafsu dan ujub (merasa bangga dengan diri sendiri)."

Oleh karena itu Imam Baihaqi dalam kitab Da'awatil Kabir memberikan doa untuk dibaca agar terhindar dari penyakit hati seperti riya, nifak dan segala hal yang terselip dalam hati:

وَعَن أُمِّ مَعْبدٍ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

Artinya: "Diriwayatkan dari Ummi Ma'bad ia berkata, saya mendengar Rasulullah berdoa: Allahumma Tahhir Qalbi minannifaq wa amaliy minarriya wa lisani minal kadzibi wa aini minal khiyanah fainnaka ta'lamu khainatal a'yun wa ma tukhfissudur (“Ya Allah, sucikanlah hatiku dari sifat munafik, amal perbuatanku dari sifat riya, lisanku dari dusta, dan mataku dari pandangan yang khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”)."


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo