Judul tulisan ini bukanlah mengada-ada, sebab memang demikian kenyataannya. Tawaf dengan berenang sebagaimana foto dari tulisan ini terjadi ketika Ka'bah terkena banjir pada tahun 1941.
Penulis mendapati potret Ka'bah banjir saat ihram haji pada tahun 1997. Gambarannya sangat jelas. Betapa dahsyatnya air yang membanjiri Masjidil Haram. Tampak beberapa orang berenang. Namun yang tersorot ada tiga sosok orang dalam potret itu; 1 orang sedang berenang, 2 orang sedang duduk berteduh di depan pintu Ka'bah.
Melansir dari situs Al-Arabiyah.net dikisahkan bahwa sosok yang berenang mengarungi banjir tampak kepalanya itu adalah Ali Al-Awadhi (w .2015) dari Bahrain yang kala itu ia berusia 12 tahun berstatus sebagai pelajar.
وفي اليوم الأخير من أيام المطر، قرر العوضي مع أخيه واثنين من أصدقائه ويصحبهم أستاذه، الذهاب للحرم المكي، فوجدوا أن الماء قد غطى الحرم ليقفوا لمشاهدة المنظر المهيب، واقترح العوضي - وهو متمرس على السباحة - أن يطوفوا سباحة بالكعبة المشرفة، لينالوا هذه العبادة سباحة، فنزل مع شقيقه وأحد أصدقائه لينفذوا الفكرة
Di hari akhir musim penghujan, Al-Awadhi beserta saudara dan dua kawannya berangkat ke Masjidil Haram untuk membersamai guru mereka. Sesampainya di Tanah Haram, mereka tercengang karena mendapati Masjidil Haram dibanjiri air.
Ali Al-Awadhi mengusulkan untuk tawaf dengan cara berenang, kebetulan dia ahli berenang. Lalu usulan diterima dan dia pun turun untuk berenang bersama 1 saudara kandung dan 1 kawannya.
Kejadian tersebut terbilang sangat langka, sebab Ka'bah terkena banjir dahsyat hingga tenggelam itu dulu pernah terjadi pada masa sahabat yang kemudian tawaf dengan berenang. Siapakah sahabat itu?
وقصة المطر مع الكعبة المشرفة، تناقلتها كتب السير منذ العصور الأولى لحياة الرسول صلى الله عليه وسلم قبيل البعثة، حيث انهدم البيت العتيق من أثر المطر وشارك الرسول الكريم في البناء بوضع الحجر الأسود في مكانه.
"Kisah banjir melanda ka'bah dapat dibaca dalam kitab sejarah, sejak masa awal kehidupan Rasulullah sebelum masa kenabian. Ketepatan Ka'bah pada waktu itu hancur akibat banjir dahsyat, lalu Rasulullah memperbaikinya bersama penduduk setempat (sahabat) dengan meletakkan hajar aswad pada posisi semula."
كما نقلت السيرة، أن أول من طاف بالبيت العتيق سباحة هو الصحابي عبدالله بن الزبير بن العوام، حيث أخرج ابن أبي الدنيا عن طريق ليث عن مجاهد، قال: ما كان باب من العبادة إلا تكلفه ابن الزبير، ولقد جاء سيل بالبيت العتيق، فرأيت ابن الزبير يطوف سباحة.
Seperti yang disebutkan dalam kitab sejarah, bahwa sahabat pertama yang tawaf mengelilingi ka'bah adalah Abdullah bin Zubair bin Awwam. Riwayat ini bersumber dari Ibnu Abi Dunya dari jalur Laits dari Mujahid, ia berkata: Tidak ada satu ibadah (yang berat) kecuali Ibnu Zubair mampu menjalankannya. Sungguh tampak nyata banjir menenggelamkan ka'bah, namun Ibnu Zubair tetap sanggup thawaf mengelilinginya.
Ibnul Jauzi dalam kitab Sifatus Shofwah 1/302 menyebutkan Amr bin Dinar bersaksi betapa semangatnya Abdullah bin Zubair dalam beribadah.
ما رأيت مصليًا أحسن صلاة من ابن الزبير، وكان يصلي في الحجر، والمنجنيق يصيب طرف ثوبه فما يلتفت إليه
Artinya: "Belum pernah aku melihat orang yang sholatnya lebih baik dibanding Ibnu Zubair. Sekali waktu ia pernah melaksanakan sholat di atas Hijr Ismail, sementara manjanik (senjata pelontar batu) mengenai ujung bajunya, namun tidak sedikitpun ia menoleh."
Perlu diketahui bersama, Abdullah bin Zubair merupakan cucu dari Sahabat Abu Bakar. Ibunya bernama Asma' binti Abu Bakar. Istimewanya lagi, Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama dari kalangan Muhajirin yang lahir di Madinah dan ditahnik langsung oleh Rasulullah.
Sedangkan meninggalnya Abdullah bin Zubair mengutip dari keterangan kitab Siyaru A'lam Nubala juz 3, hlm 363-380 karya Adz-Dzahabi bahwa Abdullah bin Zubair wafat pada bulan Dzulhijjah. Sebab kematiannya dibunuh oleh Hajjaj bin Yusuf.
Editor:


