Arina.id - Membincangkan tempat mustajab saat berada di Tanah Suci menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi tempatnya menyatu dengan ka'bah yang pasti dilalui oleh para jamaah haji dan umrah saat melakukan Tawaf.
Salah satu tempat mustajab itu adalah talang air dari emas (mizab al-ka'bah). Jika dilihat bagian Ka'bah dengan seksama, terdapat bagian talang air kecil di atas Ka'bah yang menjulur keluar dan berbalut emas. Bagian ini bernama mizab ka'bah atau mizab rahmat.
Dalam Kitāb Akhbār Makka, ulama abad ke-9 al-Azraqī meriwayatkan dari Atho’:
عَنْ عَطَاءٍ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَامَ تَحْتَ مِيزَابِ الْكَعْبَةِ فَدَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ وَخَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya: "Siapa saja yang melaksanakan sholat di bawah talang air Ka’bah, lalu dia berdoa, maka akan dikabulkan dan diampuni dosanya, dan bersih tanpa dosa seperti baru terlahir." (Akhbar Makkah, 1/318)
Begitu pula Imam Mawardi dalam kitab Hawi Al-Kabir mengatakan:
فقد روي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ما أحد يدعو عند الميزاب إلا استجيب له
Artinya: "Diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda: tidak ada satu pun orang yang berdoa di bawah talang air Kabah melainkan doanya dikabulkan."
وروي عن الحسن البصري أنه قال : أقبل عثمان بن عفان رضي الله عنه ذات يوم فقال لأصحابه ألا تسألوني من أين جئت ؟ قالوا : ومن أين جئت يا أمير المؤمنين ؟ قال : ما زلت قائما على باب الجنة ، وكان قائما تحت الميزاب يدعو الله عنده
Artinya: "Dan diriwayatkan dari Hasan Basri bahwa ia berkata: Sahabat Usman suatu ketika berkumpul dengan para sahabatnya dan berkata: "apakah kalian tidak ingin menanyaiku dari mana aku datang?", para sahabat menjawab: "dari mana engkau datang wahai amirul mukminin?". Usman menjawab: "aku senantiasa berdiri di depan pintu surga". Usman berdiri di bawah talang air dan berdoa kepada Allah."
وقد روى جعفر بن محمد عن أبيه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول إذا حاذى ميزاب الكعبة وهو في الطواف : اللهم إني أسألك الراحة عند الموت والعفو عند الحساب
Artinya: "Jakfar bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya: Sesungguhnya Nabi Muhammad berdoa ketika Tawaf, tepat posisinya sejajar dengan talang air Ka'bah: Allahumma inni as'aluka arrahata indal maut wal afwa indal hisab" (Al-Hawi Al-Kabir, karya Al-Mawardi 4/155)
Merujuk dari beberapa redaksi ini, sebenarnya sangat logis jika kemudian talang emas merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Apalagi talang emas merupakan bagian yang tetap dengan Ka’bah.
Dalam kitab Al-Syifa karya Mulla Al-Qari disebutkan:
وَكَذَلِكَ عِنْدَ الْمِيزَابِ لا يعرف مخرجه إلا إنا قد روينا في رسالة الحسن البصري إلى أهل مكة أن الدعاء يستجاب في حرمها وعند البيت والركن الأسود والملتزم وتحت الميزاب وهو الذي يقال له ميزاب الرحمة
Artinya: "Begitu juga (tempat mustajab) ketika berada di talang air Ka’bah, meski tidak diketahui referensinya melainkan hanya berasal dari riwayat Hasan Basri l terhadap penduduk Makkah, sesungguhnya berdoa di Tanah Suci, Baitullah, Hajar Aswad, Multazam dan di bawah talang air atau dikenal mizab rahmah, maka akan dikabulkan." (Mulla Al-Qari, Al-Syifa)
Walhasil, mengacu dari beberapa referensi ini, kemuliaan Masjidil Haram dan semua yang terhampar di dalamnya, khususnya berdoa di bawah mizab atau talang emas itu sangat berpotensi mustajab. Bahkan orang yang melakukan ibadah di bawah talang emas otomatis juga berada di dalam Hijir Ismail yang merupakan tempat mustajab pula. Sebaiknya jangan disia-siakan untuk berdoa di tempat tersebut. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor:


