Tips Ngabuburit Tetap Panen Pahala saat Ramadan

Tips Ngabuburit Tetap Panen Pahala saat Ramadan

Arina.id- Ngabuburit merupakan salah satu momen paling berkesan selama bulan Ramadan. Sambil menunggu waktu magrib tiba, orang-orang melakukan aktivitas santai sambil menikmati suasana sore bulan suci yang syahdu. Ada yang mengisinya dengan jalan-jalan santai, ada juga yang mencari takjil, bahkan ada pula yang hanya duduk-duduk santai sambil scrolling medsos. 

Namun, kadang tanpa sadar momen ngabuburit seolah menjadi waktu untuk terlalu santai atau bahkan berpotensi melakukan maksiat seperti nongkrong di pinggir jalan sambil “cuci mata”. Padahal Ramadan merupakan momen panen pahala. Jika kita menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang kurang berfaedah, atau bahkan berpotensi terjerumus dalam maksiat, sungguh sangat disayangkan. Rasulullah saw sendiri pernah mengingatkan dalam salah satu sabdanya:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ.

Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapat apa-apa kecuali rasa lapar.” (HR Ibnu Majah)

Hadits ini mengingatkan kepada kita agar selama berpuasa saat bulan Ramadan, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebisa mungkin menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak pahala ibadah puasa itu sendiri. Melakukan hal-hal tidak berfaedah atau bahkan sesuatu yang bisa menggiring pada perbuatan maksiat saat ngabuburit bisa menjadi salah satu sebab ibadah puasa kita kurang maksimal atau bahkan pahalanya gugur sama sekali.

Oleh karena itu, berikut adalah sejumlah kegiatan positif ngabuburit agar Ramadan kita lebih bermakna.

1. Kurangi Scrolling Medsos

Media sosial merupakan pintu masuk semua konten yang seringnya kita tidak mampu membatasinya, sehingga konten tidak edukatif atau bahkan berpotensi menimbulkan dosa pun mudah saja melintas di beranda kita. Oleh karena itu, saat ngabuburit sebaiknya tidak dihabiskan untuk berselancar di dunia maya. Kita rehatkan sejenak demi menjaga kesempurnaan pahala puasa. Rasulullah saw pernah bersabda:

خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ: الْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظَرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ

Artinya, “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR Ad-Dailami)

Hadits ini menegaskan bahwa ibadah kita bisa gugur sebab beberapa maksiat di atas. Saat kita berselancar di media sosial, misalnya, kemudian dengan sengaja atau tidak kita melihat video yang membangkitkan syahwat dan kita menikmatinya, boleh jadi itu menyebabkan pahala puasa kita gugur.

2. Tadarus Al-Qur’an

Momen sore Ramadan juga bisa kita isi dengan membaca atau tadarus Al-Qur’an sambil menunggu waktu magrib tiba. Kita tahu bahwa pada bulan ini umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak baca Al-Qur’an. Untuk mendapatkan keutamaan ini, kita bisa menjadikan waktu ngabuburit untuk membuka lembaran demi lembaran ayat suci Al-Qur’an. Terkait dasar anjuran tadarus saat Ramadan, Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Bughyatul Insān fi Wadzā’ifi Ramadhān (1985: h. 43) menyebutkan hadits berikut sebagai dalilnya,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ 

Artinya, “Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, di mana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari)

3. Berbagi Takjil

Berbagi takjil merupakan salah satu kegiatan positif yang sangat identik dengan bulan Ramadan. Biasanya, orang-orang yang berbagi memilih tempat yang ramai pada sore hari seperti di lampu merah atau tempat yang banyak dilalui orang. Kita bisa menjadikan kegiatan sosial ini untuk mengisi waktu ngabuburit. Pada dasarnya berbagi takjil merupakan kegiatan bersedekah. Saat bulan puasa, pahala orang bersedekah memiliki keutamaan yang begitu agung. Nabi pernah bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain, Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam dalam Maqāshidush Shaum mengatakan,

فَمَنْ فَطَّرَ سِتَّةً وَ ثَلَاثِيْنَ صَائِمًا فِي كُلِّ سَنَةٍ فَكَاَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ وَ مَنْ كَثُرَ بِفِطْرِ الصَّائِمِيْنَ عَلَى هَذِهِ النِّيَّةِ كَتَبَ اللهُ لَهُ صَوْمَ عُصُوْرٍ وَ دُهُوْرٍ.

Artinya, “Barang siapa memberi makanan pada 36 orang yang berpuasa setiap tahun, maka seakan-akan ia puasa satu tahun (karena kebaikan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali). Dan barang siapa memperbanyak memberi takjil atau makan dan minum untuk orang-orang yang berpuasa atas dasar niat ini, Allah mencatat baginya puasa berabad-abad dan bertahun-tahun.” (Izzuddin, 1992: h. 18)

Demikianlah beberapa tips agar waktu ngabuburit kita gunakan untuk hal-hal positif yang penuh pahala. Jangan sampai bulan puasa yang hanya datang satu bulan dalam satu tahun, kita sia-siakan dengan aktivitas ngabuburit yang kurang berfaedah atau bahkan berpotensi menjerumuskan kita pada perbuatan dosa.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo