Dark
Light
Dark
Light

UEFA Bentangkan Spanduk di Final Super Eropa ‘Hentikan Membunuh Anak-Anak’. Pesan Jelas untuk Israel

UEFA Bentangkan Spanduk di Final Super Eropa ‘Hentikan Membunuh Anak-Anak’. Pesan Jelas untuk Israel

Arina.id — Badan sepak bola Eropa, UEFA, membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan Membunuh Anak-Anak. Hentikan Membunuh Warga Sipil” sebelum laga final Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain dan Tottenham di stadion Friuli, Udinese, Italia, Kamis (14/8/2025) dini hari WIB.

Seruan keras terhadap genosida Israel ini diambil setelah UEFA menuai kritik tajam terkait penghormatan yang dinilai lemah untuk pesepakbola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang tewas akibat serangan Israel.

Melalui platform X, UEFA menyatakan secara resmi bahwa seruan itu adalah pernyataan tegas. “Pesannya jelas dan tegas. Sebuah spanduk. Sebuah seruan.” Spanduk tersebut dibawa ke tengah lapangan oleh sembilan anak pengungsi dari Palestina, Afghanistan, Ukraina, dan Irak sebelum kick-off.

Pekan lalu, penyerang Liverpool Mohamed Salah mengkritik penghormatan UEFA untuk al-Obeid — yang dijuluki “Pele Palestina” — karena tidak menyebutkan kondisi dan penyebab kematiannya. Asosiasi Sepak Bola Palestina menyatakan al-Obeid (41) tewas akibat serangan Israel yang menyasar warga sipil yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza bagian selatan.

Dalam unggahan singkat di X, UEFA hanya menyebut al-Obeid sebagai “bakat yang memberi harapan bagi banyak anak, bahkan di masa-masa paling kelam”. Salah merespons, “Bisakah kalian memberi tahu bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?”

Kepada Al Jazeera, pendiri Football Palestine Bassil Mikdadi mengatakan ia tidak berharap UEFA akan menanggapi kritik tersebut. “UEFA tidak mengeluarkan tindak lanjut, dan saya akan terkejut jika mereka melakukannya,” ujarnya, menyoroti “keheningan total” badan sepak bola dan para pemain sejak dimulainya perang di Gaza. Menurut Mikdadi, al-Obeid memang bukan pesepakbola Palestina pertama yang tewas dalam genosida ini — jumlahnya sudah lebih dari 400 — namun ia adalah yang paling terkenal hingga saat ini.

Salah, pemain paling dihormati di Liverpool saat ini, telah menyerukan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza selama perang yang hampir berlangsung dua tahun ini. Namun, sebagian warganet mempertanyakan mengapa butuh waktu lama bagi pemain berusia 33 tahun itu untuk bersuara mengenai perang yang disebut banyak pihak sebagai genosida Israel.

Aksi spanduk ini dilakukan sehari setelah UEFA Foundation for Children mengumumkan inisiatif terbaru untuk membantu anak-anak korban perang di berbagai belahan dunia. Program ini bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional seperti Médecins du Monde, Doctors Without Borders (MSF), dan Handicap International.

UEFA menyebut mereka menyediakan “bantuan kemanusiaan vital bagi anak-anak Gaza” dan selama ini telah mendukung berbagai proyek untuk anak-anak terdampak konflik di Afghanistan, Lebanon, Sudan, Suriah, Yaman, dan Ukraina.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo