Makkah, Arina.id — Wajahnya mulai tampak segar meski selang infus masih menancap di bagian kiri tangannya. Kedua kakinya yang bengkak juga berangsur pulih. Sudah dua hari ini ia dirawat. Dahrul bin Maulub, jemaah haji asal Embarkasi Medan yang tergabung dalam kloter 03 harus mendapat perawatan inap di Klinik Kesehatan Ibadah haji (KKIH) Daker Makkah. Ia mengalami kelelahan setibanya di Makkah setelah sepekan sebelumnya berada di Madinah.
Dahrul menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Ia mengisahkan, dirinya memang punya riwayat penyakit persendian kaki sejak lama. Penyakit kakinya itu kambuh setelah ia menunaikan ibadah umrah wajib, yang menjadi bagian rangkaian ibadah haji.
"Saya mendapat dukungan dari tetangga dan teman-teman. Kata mereka, nanti kalau sampai (di Makkah) juga sembuh,” ujar Dahrul yang diamini pasien lain di sebalahnya.
Dahrul tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Madinah pada Rabu (15/5/2024). Ia berangkat dari asrama haji Medan pada pukul 17.00 WIB dan tiba pukul 22:10 Waktu Arab Saudi.
Dulunya Dahrul bekerja di kebun karet. Kini ia hanya mengisi hari-harinya dengan berladang di pekarangan rumah. Harga karet yang sempat turun drastis menyebabkan ia dan teman-teman seprofesi meninggalkan pekerjaan tersebut.
“Ketika itu harga karet turun drop. Jadi orang-orang pun tidak lagi ikut di kebun karet cuma karena tidak ada lagi kegiatan, lama-lama ini (kaki) jadi lemah,” ujarnya.
Dahrul menyadari bahwa penyakit yang dideritanya tak terlalu dihiraukan. Ia juga terlambat mengantisipasi karena selama di Madinah, memaksakan diri rutin ke Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah sholat fardhu (Arbain).
“Kita selalu pergi sholat di Nabawi. Jadi memang kecapean, akhirnya kaki bengkak begini” akunya.
Selama di Makkah, Dahrul dan jemaah kloter KNO-3 lainnya berada di Hotel Al Mabrur (317), daerah Syisyah.
“Alhamdulillah, selama dirawat dapat layanan yang sangat baik,” pungkas Dahrul memberi ulasan kepada layanan KKHI.
Kepala Kantor Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal mengatakan, mayoritas jemaah haji yang dirawat mengalami kelelahan. Mereka juga menderita pembekakan di bagian kaki, dan dehidrasi. Selain itu, ada 9 jemaah haji yang mendapat perawatan di ruang rawat inap karena demensia, tiga diantaranya sudah sembuh dan kembali ke hotelnya.
Jamal menambahkan dalam melayani kesehatan jemaah, pihaknya sudah menyiapkan beberapa fasilitas yang bisa digunakan, mulai fasilitas IGD, ruang perawatan, rawat inap, ICU dan HCU. “Kalau ada apa-apa yang tidak bisa kita atasi, itu nanti dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi maupun swasta. Seluruh biaya perawatan sudah ditanggung pemerintah,” ujar Jamal di Kantor KKHI, wilayah Aziziah, Makkah, Sabtu (25/5).
Sejak 15 Mei hingga Sabtu kemarin, menurut dia, pihaknya sudah merawat sekitar 30 jemaah dengan fasilitas sekelas rumah sikit tipe C. Dari sekian jemaah pasien, tiga penyakit yang banyak diderita yakni phenemnia, jantung, dan diabetes.
Editor: Kendi Setiawan


